<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089</id><updated>2012-02-17T11:34:31.526+07:00</updated><category term='Self contemplation'/><title type='text'>Contemplation of Our Life</title><subtitle type='html'>Hi Friends! My name is Hadiyono Jaqin. 
 
This is my personal blog. I made this blog as my contemplation about our life. All of articles in this blog are written to be shared with others.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>119</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-6790781868480770887</id><published>2008-01-06T14:45:00.000+07:00</published><updated>2008-01-06T14:46:09.466+07:00</updated><title type='text'>Kekuatan Pikiran Bawah Sadar</title><content type='html'>Manusia memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan&lt;br /&gt;mahakarya. Kekuatan terbesar dalam diri manusia itu terdapat pada&lt;br /&gt;pikiran. Tetapi kita jarang membuktikan kekuatan pikiran tersebut,&lt;br /&gt;sebab kita sering terjebak dalam zona nyaman atau kebiasaan tertentu,&lt;br /&gt;sehingga selamanya tidak dapat mencari kemungkinan yang lebih baik&lt;br /&gt;atau perubahan nasib yang berarti. Oleh karena itu milikilah target&lt;br /&gt;yang lebih tinggi untuk merangsang kekuatan dalam pikiran tersebut.&lt;br /&gt;Sebab target atau sasaran baru yang dipikirkan itu akan menggerakkan&lt;br /&gt;diri kita untuk melaksanakan tindakan. Apalagi jika diyakini target&lt;br /&gt;tersebut bakal tercapai, maka diri kita akan lebih siap menghadapi&lt;br /&gt;tantangan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tindakan-tindakan baru yang lebih konstruktif&lt;br /&gt;dikerjakan hingga berulang-ulang, maka tanpa disadari kita sudah&lt;br /&gt;banyak melakukan hal-hal penting hinga kita tiba di zona baru, dimana&lt;br /&gt;kita berhasil mencapai target yang didambakan. Kekuatan pikiran bawah&lt;br /&gt;sadar itu dapat dibangkitkan melalui 2 cara, yaitu  autosuggestion dan&lt;br /&gt;visualization.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AUTOSUGGESTION&lt;br /&gt;        Keinginan-keinginan kita merupakan informasi penting untuk&lt;br /&gt;pikiran bawah sadar. Sebab keinginan yang terekam kuat dalam pikiran&lt;br /&gt;bawah sadar sangat besar dapat menjadi daya dorong yang akan&lt;br /&gt;menggerakkan diri kita untuk berbuat sesuatu yang luar biasa.&lt;br /&gt;Keinginan yang sangat besar dan terekam dalam pikiran bawah sadar&lt;br /&gt;itulah yang dinamakan autosuggestion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Autosuggestion seharusnya dilakukan dengan penuh rasa percaya,&lt;br /&gt;melibatkan emosi dalam diri, dilakukan penuh konsentrasi terhadap&lt;br /&gt;obyek yang positif, dan berulang-ulang. Selanjutnya, pikiran bawah&lt;br /&gt;sadar inilah yang akan mendikte gerak-gerik tubuh kita. Kekuatan yang&lt;br /&gt;ditimbulkan oleh pikiran bawah sadar itu sangat dahsyat entah&lt;br /&gt;digunakan untuk melakukan perbuatan buruk atau baik. Kadangkala niat&lt;br /&gt;untuk melakukan sesuatu secara otomatis muncul dari pikiran bawah sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Autosuggestion akan mengetuk kesadaran (heartknock). Karena&lt;br /&gt;dilakukan berulang-ulang dan rutin, suatu ketika kata-kata tersebut&lt;br /&gt;akan menembus pikiran bawah sadar. Lalu pikiran bawah sadar itupun&lt;br /&gt;memompa semangat. Energi itu dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan&lt;br /&gt;impian hidup kita. Mungkin kegiatan autosuggestion ini akan dianggap&lt;br /&gt;aneh oleh orang lain. Tetapi itulah salah satu cara untuk mengubah&lt;br /&gt;diri dari dalam. Biasakan mendengar pola pikir positif dan melakukan&lt;br /&gt;kebiasaan-kebiasaan yang konstruktif. Jadi jangan ragu untuk melakukan&lt;br /&gt;budaya-budaya yang potensial, menumbuhkan optimisme dan kreatifitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 6 (P) petunjuk dalam melakukan autosuggestion, yaitu :&lt;br /&gt;- POSITIVE&lt;br /&gt;  pada saat melakukan autosuggestion, pikirkan hal-hal yang positif  &lt;br /&gt;  saja.&lt;br /&gt;- POWERFUL&lt;br /&gt;  lakukan dengan penuh keyakinan sebab dapat memberikan kekuatan untuk&lt;br /&gt;  berbuat sesuatu yang luar biasa.&lt;br /&gt;- PRECISE&lt;br /&gt;  keinginan yang hendak dicapai harus sudah dapat dideskripsikan,&lt;br /&gt;  karena pikiran bawah sadar hanya bisa menyusun berdasarkan kategori.&lt;br /&gt;- PRESENT TENSE&lt;br /&gt;  dalam bentuk keinginan saat ini, bukan keinginan di masa lalu atau&lt;br /&gt;  akan datang.&lt;br /&gt;- PERSONAL&lt;br /&gt;  lakukan perubahan positif terhadap diri sendiri terlebih dahulu.&lt;br /&gt;- POTENSIAL&lt;br /&gt;  memungkinkan untuk dicapai dalam target waktu yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VISUALIZATION&lt;br /&gt;        Bila kita menginginkan sesuatu maka pikiran bawah sadar akan&lt;br /&gt;menggambarkan apa yang didambakan itu. Dengan cara memvisualisasikan&lt;br /&gt;impian terlebih dahulu, terciptalah banyak sekali karya-karya&lt;br /&gt;spektakuler di dunia ini. Sesuatu yang selalu divisualisasikan manusia&lt;br /&gt;akan mudah terekam dalam pikiran bawah sadar. Lalu muncul kekuatan&lt;br /&gt;pikiran tersebut, yang berperan sebagai penghubung antara jiwa dengan&lt;br /&gt;tubuh. Sehingga tubuhpun bereaksi dengan mengerahkan seluruh potensi&lt;br /&gt;yang sebelumnya tidak pernah digunakan, dalam bentuk kreatifitas atau&lt;br /&gt;tindakan. Memvisualisasikan impian memungkinkan seluruh impian&lt;br /&gt;tercapai oleh pikiran bawah sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Yang Maha Esa menganugerahkan potensi yang sama besar&lt;br /&gt;kepada manusia. Tidak ada ruginya membayangkan betapa berpotensinya&lt;br /&gt;diri kita untuk mencapai impian-impian. Berikut ini beberapa langkah&lt;br /&gt;dalam memvisualisasikan impian, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  MENDEFINISIKAN IMPIAN&lt;br /&gt;Mendefinisikan impian artinya memberikan batasan atau standar akan&lt;br /&gt;impian yang hendak dicapai. Kemudian, gambarkanlah semua impian&lt;br /&gt;seolah-olah Anda sudah sepatutnya meraih impian tersebut. Meskipun&lt;br /&gt;tindakan ini terkesan sederhana, tetapi dari gambaran impian itulah&lt;br /&gt;kita akan mencoba berbuat sesuatu untuk melakukan perubahan dan&lt;br /&gt;akhirnya dapat meraih cita-cita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  MENENTUKAN TARGET WAKTU&lt;br /&gt;Dambakan impian itu terwujud sesuai target yang telah ditentukan,&lt;br /&gt;sebab impian tanpa target waktu hanya akan menjadi mimpi sesaat.&lt;br /&gt;Impian dengan target waktu akan menggerakkan kesadaran untuk tidak&lt;br /&gt;segan-segan melakukan perubahan. Maka mulailah dari sekarang, Be the&lt;br /&gt;best, do the best, and then let God take care the rest &amp;#12539;Jadilah yang&lt;br /&gt;terbaik, lakukan yang terbaik, biarlah Tuhan yang menentukan. Potensi&lt;br /&gt;yang kita miliki kelihatannya sangat sayang jika tidak dioptimalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  MELAKUKAN BERULANG-ULANG&lt;br /&gt;Melakukan ulangan artinya mengkondisikan diri kita untuk lebih sering&lt;br /&gt;ingat akan impian kita. Jika sering ingat, maka perlahan-lahan impian&lt;br /&gt;itu akan tertanam di alam pikiran bawah sadar. Bila pesan sudah&lt;br /&gt;diterima oleh SCM (sub-conscience mind), maka dia akan menggerakkan&lt;br /&gt;diri kita untuk menciptakan keputusan atau menjadikan kita lebih kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika impian lebih sering diimajinasikan ternyata dapat&lt;br /&gt;melipatgandakan kekuatan dari pikiran bawah sadar. Imajinasi yang&lt;br /&gt;diulang-ulang ini akan secara tidak langsung merangsang ilusi akan&lt;br /&gt;kenyataan yang luar biasa tentang potensi kita sebagai umat manusia.&lt;br /&gt;Sehingga diri kita akan berusaha keras mencapai impian yang&lt;br /&gt;divisualisasikan. Begitulah seterusnya kekuatan pikiran bawah sadar&lt;br /&gt;bekerja dan dibangkitkan, hingga perubahan besar terjadi dalam diri&lt;br /&gt;kita pada suatu waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; Dikutip dari : Inspirasi Indonesia&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-6790781868480770887?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/6790781868480770887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/6790781868480770887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2008/01/kekuatan-pikiran-bawah-sadar.html' title='Kekuatan Pikiran Bawah Sadar'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-1626444440245797392</id><published>2008-01-06T14:37:00.000+07:00</published><updated>2008-01-06T14:38:32.154+07:00</updated><title type='text'>Menghadapi Tekanan Hidup</title><content type='html'>"Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita&lt;br /&gt;untuk terus bertumbuh"&lt;br /&gt;- John Gray -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca, hidup memang tidak lepas dari berbagai tekanan.&lt;br /&gt;Lebih-lebih, hidup di alam modern ini yang menyuguhkan beragam risiko.&lt;br /&gt;Sampai seorang sosiolog Ulrich Beck menamai jaman kontemporer ini&lt;br /&gt;dengan masyarakat risiko (risk society). Alam modern menyuguhkan&lt;br /&gt;perubahan cepat dan tak jarang mengagetkan. Nah, tekanan itu&lt;br /&gt;sesungguhnya membentuk watak, karakter, dan sekaligus menentukan&lt;br /&gt;bagaimana orang bereaksi di kemudian hari. Pembaca, pada kesempatan&lt;br /&gt;ini, saya akan memaparkan empat tipe orang dalam menghadapi berbagai&lt;br /&gt;tekanan tersebut. Mari kita bahas satu demi satu tipe manusia dalam&lt;br /&gt;menghadapi tekanan hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe pertama, TIPE KAYU RAPUH.&lt;br /&gt;Sedikit tekanan saja membuat manusia ini patah arang. Orang macam ini&lt;br /&gt;kesehariannya kelihatan bagus. Tapi, rapuh sekali di dalam hatinya.&lt;br /&gt;Orang ini gampang sekali mengeluh pada saat kesulitan terjadi. Sedikit&lt;br /&gt;kesulitan menjumpainya, orang ini langsung mengeluh, merasa tak&lt;br /&gt;berdaya, menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Orang ini&lt;br /&gt;perlu berlatih berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majalah Time pernah menyajikan topik generasi kepompong (cacoon&lt;br /&gt;generation). Time mengambil contoh di Jepang, di mana banyak orang&lt;br /&gt;menjadi sangat lembek karena tidak terbiasa menghadapi kesulitan.&lt;br /&gt;Menghadapi orang macam ini, kadang kita harus lebih berani tega.&lt;br /&gt;Sesekali mereka perlu belajar dilatih menghadapi kesulitan. Posisikan&lt;br /&gt;kita sebagai pendamping mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe kedua, TIPE LEMPENG BESI.&lt;br /&gt;Orang tipe ini biasanya mampu bertahan dalam tekanan pada awalnya.&lt;br /&gt;Namun seperti layaknya besi, ketika situasi menekan itu semakin besar&lt;br /&gt;dan kompleks, ia mulai bengkok dan tidak stabil. Demikian juga&lt;br /&gt;orang-orang tipe ini. Mereka mampu menghadapi tekanan, tetapi tidak&lt;br /&gt;dalam kondisi berlarut-larut. Tambahan tekanan sedikit saja, membuat&lt;br /&gt;mereka menyerah dan putus asa. Untungnya, orang tipe ini masih mau&lt;br /&gt;mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Tipe lempeng besi memang&lt;br /&gt;masih belum terlatih. Tapi, kalau mau berusaha, orang ini akan mampu&lt;br /&gt;membangun kesuksesan dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe ketiga, TIPE KAPAS.&lt;br /&gt;Tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan. Saat tekanan tiba,&lt;br /&gt;orang mampu bersikap fleksibel. Cobalah Anda menekan sebongkah kapas.&lt;br /&gt;Ia akan mengikuti tekanan yang terjadi. Ia mampu menyesuaikan saat&lt;br /&gt;terjadi tekanan. Tapi, setelah berlalu, dengan cepat ia bisa kembali&lt;br /&gt;ke keadaan semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai&lt;br /&gt;kembali ke titik awal untuk memulai lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe keempat, TIPE MANUSIA BOLA PINGPONG.&lt;br /&gt;Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan&lt;br /&gt;tekanan pada orang-orang ini karena tekanan justru akan membuat mereka&lt;br /&gt;bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif. Coba&lt;br /&gt;perhatikan bola pingpong. Saat ditekan, justru ia memantuk ke atas&lt;br /&gt;dengan lebih dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat kisah hidup motivator dunia Anthony Robbins&lt;br /&gt;dalam salah satu biografinya. Untuk memotivasi dirinya, ia sengaja&lt;br /&gt;membeli suatu bangunan mewah, sementara uangnya tidak memadai. Tapi,&lt;br /&gt;justru tekanan keuangan inilah yang membuat dirinya semakin kreatif&lt;br /&gt;dan tertantang mencapai tingkat finansial yang diharapkannya. Hal ini&lt;br /&gt;pernah terjadi dengan seorang kepala regional sales yang&lt;br /&gt;performance-nya bagus sekali. Tetapi, hasilnya ini membuat atasannya&lt;br /&gt;tidak suka. Akibatnya, justru dengan sengaja atasannya yang kurang&lt;br /&gt;suka kepadanya memindahkannya ke daerah yang lebih parah kondisinya.&lt;br /&gt;Tetapi, bukannya mengeluh seperti rekan sebelumnya di daerah tersebut.&lt;br /&gt;Malahan, ia berusaha membangun network, mengubah cara kerja, dan&lt;br /&gt;membereskan organisasi. Di tahun kedua di daerah tersebut, justru&lt;br /&gt;tempatnya berhasil masuk dalam daerah tiga top sales.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain adalah novelis dunia Fyodor Mikhailovich&lt;br /&gt;Dostoevsky. Pada musim dingin, ia meringkuk di dalam penjara dengan&lt;br /&gt;deraan angin dingin, lantai penuh kotoran seinci tebalnya, dan kerja&lt;br /&gt;paksa tiap hari. Ia mirip ikan herring dalam kaleng. Namun, Siberia&lt;br /&gt;yang beku tidak berhasil membungkam kreativitasnya. Dari sanalah ia&lt;br /&gt;melahirkan karya-karya tulis besar, seperti The Double dan Notes of&lt;br /&gt;The Dead. Ia menjadi sastrawan dunia. Hal ini juga dialami Ho Chi&lt;br /&gt;Minh. Orang Vietnam yang biasa dipanggil Paman Ho ini harus meringkuk&lt;br /&gt;dalam penjara. Tapi, penjara tidaklah membuat dirinya patah arang. Ia&lt;br /&gt;berjuang dengan puisi-puisi yang ia tulis ; dimana  A Comrade Paper&lt;br /&gt;Blanket menjadi buah karya kondangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pembaca, itu hanya contoh kecil. Yang penting sekarang&lt;br /&gt;adalah Anda. Ketika Anda menghadapi kesulitan, seperti apakah diri&lt;br /&gt;Anda ? Bagaimana reaksi Anda ? Tidak menjadi persoalan di mana Anda&lt;br /&gt;saat ini. Tetapi, yang penting bergeraklah dari level tipe kayu rapuh&lt;br /&gt;ke tipe selanjutnya. Hingga akhirnya, bangun mental Anda hingga ke&lt;br /&gt;level bola pingpong. Saat itulah, kesulitan dan tantangan tidak lagi&lt;br /&gt;menjadi suatu yang mencemaskan untuk Anda. Sekuat itukah mental Anda ?&lt;br /&gt;Selamat berjuang, dan sukses !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Dikutip dari The Acesia&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-1626444440245797392?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/1626444440245797392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/1626444440245797392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2008/01/menghadapi-tekanan-hidup.html' title='Menghadapi Tekanan Hidup'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-6941618723714054666</id><published>2008-01-06T14:29:00.000+07:00</published><updated>2008-01-06T14:32:01.633+07:00</updated><title type='text'>Questions are The Answers</title><content type='html'>"The important thing is not to stop questioning. Curiosity has its own&lt;br /&gt;reason for existing. One can't help but be in awe when he contemplates&lt;br /&gt;the mysteries of eternity, of life, of the marvelous structure of&lt;br /&gt;reality. It's enough if one tries merely to comprehend a little of&lt;br /&gt;this mystery every day. Never lose a holy curiousity"&lt;br /&gt;-Albert Einstein –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Alkisah, pada jaman dahulu di Amerika Serikat ada sebuah keluarga&lt;br /&gt;yang hidup sederhana. Salah seorang anak di keluarga tersebut dikenal&lt;br /&gt;sebagai anak yang kurang begitu pandai, bahkan akhirnya si anak&lt;br /&gt;tersebut dikeluarkan dari sekolah, karena sang guru menganggap bahwa&lt;br /&gt;sampai kapanpun juga si anak tidak mungkin bisa terus belajar, dengan&lt;br /&gt;kemampuan otaknya yang menurut sang guru dibawah rata-rata. Tapi si&lt;br /&gt;anak tidaklah mudah putus asa dengan kondisi yang dialaminya. Dia&lt;br /&gt;selalu tertantang dan selalu menanyakan kepada dirinya&lt;br /&gt;sendiri,"Bagaimana agar saya bisa mencapai kehidupan yang lebih baik ?&lt;br /&gt;Apa yang harus saya lakukan agar saya bisa dihargai oleh lingkungan&lt;br /&gt;saya ?" Pertanyaan-2 itulah yang terus menerus diucapkan oleh si anak.&lt;br /&gt;Akhirnya, dengan perjuangan yang luar biasa, si anak bisa menciptakan&lt;br /&gt;bola lampu untuk pertama kalinya. Ya, si anak yang dianggap kurang&lt;br /&gt;cerdas tersebut adalah Thomas Alfa Edison, seorang anak yang dianggap&lt;br /&gt;bodoh hingga dikeluarkan dari sekolahnya. Namun pada akhirnya, dia&lt;br /&gt;dianggap menjadi salah satu orang yang patut dikenang sepanjang masa.&lt;br /&gt;Satu hal yang menarik untuk dicermati disini adalah, mengapa justru&lt;br /&gt;Thomas Alfa Edison yang kurang pendidikannya yang berhasil menciptakan&lt;br /&gt;bola lampu, mengapa bukan kakak atau adiknya ? Bukankah mereka lahir&lt;br /&gt;dari keluarga yang sama, latar belakang yang sama, bahkan saudara-2nya&lt;br /&gt;memiliki keunggulan akademis yang tidak dimilikinya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kunci dari kesuksesan Edison, adalah pada pertanyaan yang sering&lt;br /&gt;diajukan pada diri sendiri. Saat sesuatu terjadi pada dirinya, dia&lt;br /&gt;selalu mengajukan suatu pertanyaan yang mampu menantang dirinya untuk&lt;br /&gt;menyelesaikan hal tersebut. Pertanyaan yang diawali dengan kata&lt;br /&gt;"mengapa" justru akan melemahkan kita saat suatu masalah timbul ;&lt;br /&gt;karena kata "mengapa" akan membuat kita mencari-cari suatu alasan&lt;br /&gt;mengapa kita mengalami kegagalan. Pertanyaan dengan "mengapa" saat&lt;br /&gt;sedang menghadapi masalah akan membuat diri kita sebagai seorang&lt;br /&gt;korban, sebagai seorang yang harus dikasihani. Sedang pertanyaan-2&lt;br /&gt;yang diawali dengan kata "BAGAIMANA" akan terus memacu otak kita untuk&lt;br /&gt;berpikir mencari solusi bagi suatu permasalahan. Dan pertanyaan-2&lt;br /&gt;tersebut bukan saja dikatakan pada saat Edison memulai, tapi terutama&lt;br /&gt;saat dirinya mengalami serangkaian kegagalan dalam eksperimennya&lt;br /&gt;membuat lampu untuk pertama kali. Hal kedua, adalah pada pengalaman&lt;br /&gt;kita. Edison berpendapat bahwa "PENGALAMAN ADALAH BUKAN APA YANG&lt;br /&gt;TERJADI PADA DIRI KITA. PENGALAMAN ADALAH APA YANG KITA LAKUKAN, SAAT&lt;br /&gt;SESUATU TERJADI PADA DIRI KITA". Saat sebuah kegagalan datang,&lt;br /&gt;bukannya menyesal mengapa dia gagal, Edison justru dengan bersemangat&lt;br /&gt;selalu mengatakan "Akhirnya, saya menemukan lagi satu cara yang gagal&lt;br /&gt;dalam membuat bola lampu ". Kegagalan direspons dengan cara yang&lt;br /&gt;positif oleh Edison, sehingga membuatnya terus maju dan mencapai&lt;br /&gt;tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Penanya terbaik di dunia adalah anak-anak. Cobalah lihat tingkah laku&lt;br /&gt;mereka yang kreatif dan selalu ingin tahu. Setiap kali mereka melihat&lt;br /&gt;sesuatu yang baru, akan selalu bertanya "Mengapa begini ?", "Mengapa&lt;br /&gt;begitu ?", "Apa ini ?", "Apa itu ?", "Apa maksudnya ?", dan lain&lt;br /&gt;sebagainya. Ketidak tahuan anak-anak karena pikiran mereka masih polos&lt;br /&gt;dan kosong justru menjadi suatu kelebihan, karena mereka bisa&lt;br /&gt;mengisinya dengan berbagai hal dari pertanyaan-pertanyaan mereka.&lt;br /&gt;Namun sayangnya, dalam proses pertumbuhan kita dari anak kecil menjadi&lt;br /&gt;dewasa, lingkungan cenderung memberikan doktrin yang membatasi&lt;br /&gt;kemampuan dan keberanian kita dalam bertanya. Orang yang banyak&lt;br /&gt;bertanya dianggap orang yang bodoh atau kurang cerdas. Cobalah sejenak&lt;br /&gt;kita mengingat masa kanak-kanak kita. Saat itu, apabila di dalam kelas&lt;br /&gt;guru bertanya, sebagian besar anak akan mengangkat tangan dan menjawab&lt;br /&gt;dengan antusias. Tapi saat kita sudah menginjak bangku SMP misalnya,&lt;br /&gt;apabila guru bertanya siapa yang belum mengerti, hanya sedikit atau&lt;br /&gt;bahkan tidak ada yang berani mengangkat tangan. Sebagian mungkin&lt;br /&gt;menundukkan muka, sedang sebagian yang lain berpura-pura sedang sibuk&lt;br /&gt;mengerjakan sesuatu. Walaupun mungkin ada beberapa siswa yang belum&lt;br /&gt;mengerti, namun ketidak ,mengertian itu lebih baik hanya disimpan di&lt;br /&gt;dalam hati, lebih baik diam … karena persepsi bahwa orang yang banyak&lt;br /&gt;bertanya dianggap orang bodoh. Sungguh suatu doktrin yang seringkali&lt;br /&gt;tanpa sadar membatasi diri kita untuk berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bagaimana dengan diri kita saat ini, seberapa banyak diri kita telah&lt;br /&gt;berkembang melalui pertanyaan-pertanyaan yang kita ajukan ? Saat kita&lt;br /&gt;menghadapi suatu masalah, pertanyaan jenis apakah yang kita ajukan ?&lt;br /&gt;Apakah pertanyaan yang membuat diri kita sebagai suatu korban dari&lt;br /&gt;masalah, ataukah pertanyaan yang bisa menantang diri kita untuk&lt;br /&gt;mencari solusi ? PERTANYAAN YANG TEPAT, AKAN MENGHASILKAN SOLUSI YANG&lt;br /&gt;TEPAT PULA. Gunakan pertanyaan yang membangun setiap saat dalam setiap&lt;br /&gt;situasi, untuk mendorong diri kita lebih maju dan optimal dalam meraih&lt;br /&gt;tujuan. Sukses untuk anda !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Go confidently in the direction of your dreams ; Live the life you&lt;br /&gt;have imagined&lt;br /&gt;- Henry David Thoreau -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Whatever you can do, or dream you can do, begin it.&lt;br /&gt;Boldness has genius, power and magic in it.&lt;br /&gt;- Wolfgang Von Goethe -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The more difficulties one has to encounter, within and without, the&lt;br /&gt;more significant and the higher in inspiration his life will be&lt;br /&gt;- Horace Busnell -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Have your heart in your life's work, and be stout-hearted. Do&lt;br /&gt;something, act always, and do it now. Don't be afraid. Many a man has&lt;br /&gt;been defeated by his doubts—lack of confidence. Take your risks—you&lt;br /&gt;cannot eliminate them, you cannot escape them. You can diminish them&lt;br /&gt;by dominating them.&lt;br /&gt;- Batten Wedge -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keep away from those who try to belittle your ambitions. Small people&lt;br /&gt;always do that, but the really great make you believe that you too can&lt;br /&gt;become great&lt;br /&gt;- Mark Twain -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Success seems to be largely a matter of hanging&lt;br /&gt;on after others have let go&lt;br /&gt;- William Feather -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Dikutip dari The Acesia&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-6941618723714054666?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/6941618723714054666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/6941618723714054666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2008/01/questions-are-answers.html' title='Questions are The Answers'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-3695985710294461811</id><published>2008-01-05T23:09:00.000+07:00</published><updated>2008-01-05T23:25:06.271+07:00</updated><title type='text'>WAYS TO REDUCE STRESS</title><content type='html'>WAYS TO REDUCE STRESS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An Angel says, "Never borrow from the future. If you worry about what may happen tomorrow and it doesn't happen, you have worried in vain. Even if it does happen, you have to worry twice."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pray&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Go to bed on time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Get up on time so you can start the day unrushed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Say No to projects that won't fit into your time schedule, or that will compromise your mental health.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Delegate tasks to capable others.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Simplify and unclutter your life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Less is more.. (Although one is often not enough, two are often too many.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Allow extra time to do things and to get to places.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Pace yourself. Spread out big changes and difficult projects over time; don't lump the hard things all together.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Take one day at a time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Separate worries from concerns. If a situation is a concern, find out what God would have you do and let go of the anxiety. If you can't do anything about a situation, forget it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Live within your budget; don't use credit cards for ordinary purchases.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13 . Have backups; an extra car key in your wallet, an extra house key buried in the garden, extra stamps, etc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. K.M.S. (Keep Mouth Shut). This single piece of advice can prevent an enormous amount of trouble.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Do something for the Kid in You everyday.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Carry your Holy Book with you to read while waiting in line.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Get enough rest.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Eat right.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Get organized so everything has its place.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Listen to a tape while driving that can help improve your quality of life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Write down thoughts and inspirations.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Every day, find time to be alone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Having problems? Talk to God on the spot.. Try to nip small problems in the bud. Don't wait until it's time to  go to bed to try and pray.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Make friends with Godly people.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Keep a folder of favorite scriptures on hand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Remember that the shortest bridge between despair and hope is often a good "Thank you God."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Laugh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Laugh some more!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Take your work seriously, but not yourself at all.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Develop a forgiving attitude (most people are doing the best they can).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Be kind to unkind people (they probably need it the most).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Sit on your ego.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. Talk less; listen more.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. Slow down.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35. Remind yourself that you are not the general manager of the universe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36 . Every night before bed, think of one thing you're grateful for that you've never been grateful for before.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GOD HAS A WAY OF TURNING THINGS AROUND FOR YOU. "If God is for us, who can be against us?"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-3695985710294461811?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/3695985710294461811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/3695985710294461811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2008/01/ways-to-reduce-stress.html' title='WAYS TO REDUCE STRESS'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-6517422217594315902</id><published>2007-11-16T13:49:00.001+07:00</published><updated>2007-11-16T13:49:51.608+07:00</updated><title type='text'>Kegigihan</title><content type='html'>Orang sukses bukan tidak pernah gagal, melainkan mereka tidak pernah&lt;br /&gt;menyerah. Sikap tersebut memerlukan mentalitas yang gigih. Kegigihan&lt;br /&gt;adalah salah satu unsur kehidupan yang sangat penting bagi kita.&lt;br /&gt;Sebagian besar orang-orang yang sukses memiliki mental seperti itu.&lt;br /&gt;Sebagai contoh, Laksamana Peary baru berhasil mencapai Kutub Utara&lt;br /&gt;setelah berupaya 8 kali. Sementara Thomas Alfa Edison melakukan&lt;br /&gt;eksperimen 1.000 kali sebelum berhasil menemukan bola lampu dan 1.000&lt;br /&gt;paten terbanyak sepanjang masa. John Creasey ditolak 743 kali oleh&lt;br /&gt;penerbitnya, sebelum berhasil menerbitkan 560 judul buku, yang telah&lt;br /&gt;terjual lebih 60 juta kopi. Begitupun yang terjadi pada Albert&lt;br /&gt;Einstein, Abraham Lincoln, dan lain sebagainya. Mereka tidak memiliki&lt;br /&gt;kelebihan khusus kecuali kegigihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Presiden USA ke 30, Calvin Coolidge mengatakan, "Tidak ada sesuatupun&lt;br /&gt;di dunia ini yang dapat menggantikan kegigihan". Bakat ? Sudah sangat&lt;br /&gt;umum orang yang tidak berhasil karena ia hanya mengandalkan bakat.&lt;br /&gt;Kecerdasan ? Sangat banyak orang yang cerdas tetapi tidak punya apa-&lt;br /&gt;apa. Pendidikan yang tinggi ? Di dunia ini sangat banyak orang&lt;br /&gt;terlantar yang berpendidikan cukup tinggi. Kegigihan dan tekad kuat&lt;br /&gt;saja yang memiliki kekuatan besar. Ketika kita memutuskan untuk tetap&lt;br /&gt;melanjutkan upaya hingga tercapai tujuan, itulah kegigihan. Meskipun&lt;br /&gt;tidak mudah memilikinya, tetapi kehidupan ini sendiri sebenarnya dapat&lt;br /&gt;membentuk kegigihan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Langkah yang dapat kita tempuh untuk membangkitkan mentalitas&lt;br /&gt;kegigihan kita adalah membaca dan mendengar kisah tentang bagaimana&lt;br /&gt;orang-orang sukses di dunia mengatasi berbagai rintangan sampai&lt;br /&gt;akhirnya mereka berhasil menjadi pemenang. Bila kita mengorek&lt;br /&gt;informasi lebih jauh tentang perjuangan mereka, kita akan mendapati&lt;br /&gt;bahwa mereka tak jauh berbeda dengan kita. Jika kita memiliki kualitas&lt;br /&gt;kegigihan seperti mereka, berarti kitapun mampu melakukan sesuatu yang&lt;br /&gt;luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Memiliki target yang jelas dan terukur juga dapat membangkitkan&lt;br /&gt;kegigihan. Ketika segalanya berjalan sulit atau tantangan semakin&lt;br /&gt;besar, baiknya fokuskan pada target yang ingin kita capai. Orang yang&lt;br /&gt;sukses pasti memiliki kreatifitas untuk menciptakan alternatif-&lt;br /&gt;alternatif mengatasi kesulitan di tengah proses pencapaian tujuan.&lt;br /&gt;Target yang jelas merupakan sumber kreatifitas, keberanian dan energi&lt;br /&gt;untuk tetap gigih berupaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Melakukan visualisasi akan sangat mempengaruhi semangat dan suasana&lt;br /&gt;hari-hari kita. Caranya adalah mengosongkan pikiran terlebih dahulu.&lt;br /&gt;Kemudian pejamkan mata, dan lihatlah diri kita sejelas-jelasnya.&lt;br /&gt;Misalnya melihat diri kita mendapatkan sebuah penghargaan, lalu&lt;br /&gt;diminta memberikan kata sambutan di panggung sebagai seorang ilmuwan&lt;br /&gt;yang telah menemukan tehnologi terbaru dan efektif memajukan hasil&lt;br /&gt;pertanian 100 kali lipat. Kemudian kita juga akan melihat disana kita&lt;br /&gt;berbicara dengan percaya diri dan profesional serta memberikan&lt;br /&gt;inspirasi kepada banyak orang yang menghadiri acara tersebut.&lt;br /&gt;Bayangkan bagaimana seumpama kita nanti benar-benar mengalaminya.&lt;br /&gt;Melakukan visualisasi sesering dan sejelas mungkin seperti itu dapat&lt;br /&gt;membangkitkan tekad kita untuk melakukan langkah-langkah yang luar&lt;br /&gt;biasa. "Ingatlah selalu bahwa tekad Anda untuk sukses adalah lebih&lt;br /&gt;penting daripada apapun," terang Abraham Lincoln.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Auto-suggestion atau afirmasi adalah melakukan ulangan dengan menulis&lt;br /&gt;atau mengucapkan sebuah harapan secara berulang-ulang. Misalnya&lt;br /&gt;menyatakan, "Aku akan selalu menyambut hari baru dengan penuh semangat&lt;br /&gt;dan senyum yang paling manis. Aku akan menikmati setiap tantangan."&lt;br /&gt;Itu hanya sebuah contoh afirmasi, dan semua orang bisa menuliskan atau&lt;br /&gt;mengucapkan harapan yang positif sesuai keinginan masing-masing untuk&lt;br /&gt;meningkatkan kegigihan. Melakukan auto-suggestion atau afirmasi bagi&lt;br /&gt;orang lain yang tidak mengerti tujuan yang hendak kita capai mungkin&lt;br /&gt;akan menganggap kita gila. Tetapi menurut Albert Cray, "Salah satu&lt;br /&gt;penentu sukses yang umum adalah membiasakan diri melakukan hal-hal&lt;br /&gt;yang tidak dilakukan oleh orang-orang yang gagal." Karena&lt;br /&gt;auto-suggestion atau afirmasi dengan disertai keyakinan terbukti&lt;br /&gt;sangat berpengaruh terhadap pikiran dan kegigihan kita dalam melakukan&lt;br /&gt;langkah-langkah yang mendekatkan diri terhadap target yang ingin kita&lt;br /&gt;capai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kita harus pandai dan berhati-hati memilih komunitas, karena&lt;br /&gt;kekeliruan memilih dapat menyebabkan semangat kita turun drastis.&lt;br /&gt;Sebaliknya semangat atau kegigihan kita akan terpacu bila kita&lt;br /&gt;dikelilingi dengan orang-orang yang berpikir dan memiliki kebiasaan&lt;br /&gt;positif. Mereka terdiri dari orang-orang yang memiliki semangat luar&lt;br /&gt;biasa untuk lebih baik dan kemauan belajar yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Secara garis besar, kita harus belajar dari kehidupan yang terus&lt;br /&gt;berputar. Memang banyak diantara kita yang jatuh. Tetapi bila kita&lt;br /&gt;memilih untuk menang, sebenarnya mahkota kesuksesan itu berada sangat&lt;br /&gt;dekat dengan saat kita memulai. Jadi meskipun kecepatan kita rendah&lt;br /&gt;dalam menciptakan kemajuan, pastikan untuk tidak pernah menyerah dan&lt;br /&gt;tetap gigih melangkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; Sumber : Kegigihan oleh Andrew Ho.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-6517422217594315902?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/6517422217594315902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/6517422217594315902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2007/11/kegigihan.html' title='Kegigihan'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-2961420790897567902</id><published>2007-11-16T13:45:00.000+07:00</published><updated>2007-11-16T13:49:00.286+07:00</updated><title type='text'>Memahami dengan melihat pengalaman orang lain</title><content type='html'>Suatu petang di awal 2007, saya dan rekan kerja saya bersiap&lt;br /&gt;untuk berangkat ke Puncak, tepatnya tujuan kami adalah Hotel Yasmin.&lt;br /&gt;Kami sedang mempersiapkan untuk suatu kegiatan konferensi nasional&lt;br /&gt;internal perusahaan kami. Setelah diskusi sejenak dimana kami harus&lt;br /&gt;makan malam, kami memutuskan untuk makan malam di sekitar Cisarua,&lt;br /&gt;selain terlalu malam kalau menunggu sampai di Hotel Yasmin,&lt;br /&gt;cacing-cacing di perut kami telah berontak menunggu jatah. Saya&lt;br /&gt;mengusulkan untuk mencoba satu restoran referensi dari rekan kerja&lt;br /&gt;yang lain, yaitu Balé Cipayung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memarkirkan kendaraan, kami bergegas masuk ke lokasi&lt;br /&gt;restoran yang ternyata asri dengan beberapa saung di atas dikelilingi&lt;br /&gt;kolam buatan, suasana yang sangat mendukung untuk menikmati makan&lt;br /&gt;malam. Kami memesan beberapa makanan yang katanya merupakan menu&lt;br /&gt;spesial dan favorit di tempat tersebut. Salah satu menu yang&lt;br /&gt;direkomendasikan adalah Colenak, wah apa itu yah ? coba aja deh…..&lt;br /&gt;buat appetizer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Colenak telah disajikan dengan tampilan yang menarik dan&lt;br /&gt;keliatannya enak dengan top up vla santan. Kami segera mengambil garpu&lt;br /&gt;dan mencicipinya, saya memotong sedikit Colenak yang ada dan&lt;br /&gt;mencicipinya karena rasa ingin tahu – apakah Colenak ini ? Saya&lt;br /&gt;rasakan ternyata tape … wah enak juga neh… kemudian saya bicara dengan&lt;br /&gt;rekan kerja saya enak juga yah tape dibuat kaya gini. Teman saya,&lt;br /&gt;Bapak Herly, mengernyitkan dahi dan bilang "ini bukan tape pak, tapi&lt;br /&gt;pisang !". Saya karena yakin bisa membedakan rasa tape dan pisang,&lt;br /&gt;ngotot bahwa bahan yang dipakai bukan tape tetapi pisang, seraya&lt;br /&gt;mengambil potongan kecil lagi untuk meyakinkan. Dan kami masing-masing&lt;br /&gt;tetap yakin dengan kemampuan merasa kami masing masing. Jadi saya&lt;br /&gt;tetap ngotot itu tape dan Bapak Herly yakin itu pisang. Yah udah tidak&lt;br /&gt;kami bahas lagi, dan saling ngotot membuat kami makin lapar dan menu&lt;br /&gt;utama sudah dihidangkan, kami tinggalkan Colenak yang ada untuk&lt;br /&gt;menyantap menu utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, kenyang sudah dan nikmat juga menu-menu yang dihidangkan,&lt;br /&gt;dan karena mubazir kalau Colenak yang jadi bahan ngotot itu tersisa,&lt;br /&gt;saya ajak Bapak Herly untuk menghabiskannya. Entah bagaimana, saat&lt;br /&gt;kami mengambil potongan Colenak, kami baru sadar, karena ternyata kali&lt;br /&gt;ini saya merasakan pisang dan Bapak Herly merasakan tape....&lt;br /&gt;Wakzzzzzz.... setelah kami perhatikan lebih jeli ternyata memang di&lt;br /&gt;bawah vla santan tersebut ada dua buah potongan besar dimana satunya&lt;br /&gt;adalah pisang dan satunya adalah tape..... Akhirnya kami sama-sama&lt;br /&gt;tersenyum kecut... menyadari kengototan kami masing-masing.&lt;br /&gt;Colenakkk.... duh Colenakk.... dicocol enak walau buat kami ngotot dan&lt;br /&gt;akirnya ketawa bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali dalam hidup, baik dalam keluarga, dalam&lt;br /&gt;persahabatan maupun dalam dunia kerja di perusahaan tempat kita&lt;br /&gt;bekerja, kita saling beradu argumentasi, mempertahankan sikap&lt;br /&gt;masing-masing dengan fakta-fakta dan pengalaman yang kita punya.&lt;br /&gt;Sebagai orang tua kita merasa punya pengalaman yang lebih terhadap&lt;br /&gt;suatu keadaan sehingga sering berselisih paham dengan anak maupun&lt;br /&gt;pasangan hidup, Sebagai atasan seringkali kita merasa lebih tahu akan&lt;br /&gt;suatu keadaan dan berselisih dengan rekan kerja lain baik bawahan&lt;br /&gt;ataupun juga dengan kolega kerja yang selevel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami dengan melihat pengalaman orang lain sebagai&lt;br /&gt;informasi / fakta tambahan ternyata sangat berarti. Kalau saja kami&lt;br /&gt;mau menunda penilaian dan mencoba berbagi tempat dan mencoba bagian&lt;br /&gt;lain mungkin kami tidak akan saling ngotot. Walaupun begitu pengalaman&lt;br /&gt;ini memberi moment of truth yang berarti buat saya. Selamat berbagi&lt;br /&gt;dan siap berkolaborasi….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Colenak duh.... dicocol enak.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be yourself !&lt;br /&gt;Be the best !!&lt;br /&gt;Be a better of YOU !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Source: The Acesia&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-2961420790897567902?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/2961420790897567902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/2961420790897567902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2007/11/memahami-dengan-melihat-pengalaman.html' title='Memahami dengan melihat pengalaman orang lain'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-6197964349472272888</id><published>2007-10-29T15:00:00.001+07:00</published><updated>2007-10-29T15:00:52.991+07:00</updated><title type='text'>Keberanian yang dapat mengubah kehidupan</title><content type='html'>"Tears will not erase your sorrow; hope does not make you successful ;&lt;br /&gt;courage will get you there."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Setiap hari kita mempunyai peluang yang menguntungkan, entah itu&lt;br /&gt;dalam skala kecil maupun besar. Bila kita cukup berani, maka&lt;br /&gt;peluang-peluang tersebut akan menjadi keberuntungan yang besar. Sebab&lt;br /&gt;keberanian akan menimbulkan aksi yang signifikan. Keberanian adalah&lt;br /&gt;suatu sikap untuk berbuat sesuatu dengan tidak terlalu merisaukan&lt;br /&gt;kemungkinan-kemungkinan buruk. Aristotle mengatakan bahwa, "The&lt;br /&gt;conquering of fear is the beginning of wisdom. Kemampuan menaklukkan&lt;br /&gt;rasa takut merupakan awal dari kebijaksanaan. Artinya, orang yang&lt;br /&gt;mempunyai keberanian akan mampu bertindak bijaksana tanpa dibayangi&lt;br /&gt;ketakutan-ketakutan yang sebenarnya merupakan halusinasi belaka.&lt;br /&gt;Orang-orang yang mempunyai keberanian akan sanggup menghidupkan&lt;br /&gt;mimpi-mimpi dan mengubah kehidupan pribadi sekaligus orang-orang di&lt;br /&gt;sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Beberapa abad yang silam Virgil mengatakan, "Fortune favors the bold.&lt;br /&gt;– Keberuntungan menyukai keberanian." Marilah kita belajar dari para&lt;br /&gt;tokoh olah raga yang mempunyai prestasi berskala internasional, yaitu&lt;br /&gt;Carl Lewis, Michael Jordan, Marilyn King dan lain sebagainya. Mereka&lt;br /&gt;mempunyai keberanian yang tinggi untuk menepis segala kekhawatiran&lt;br /&gt;akan keterbatasan dalam diri mereka. Karena itulah mereka mampu&lt;br /&gt;berprestasi di bidang olah raga dan tampil sebagai tokoh yang&lt;br /&gt;berkarakter. Kita juga mempunyai peluang yang sama besar di bidang&lt;br /&gt;yang sama ataupun di bidang lain, misalnya di bidang seni, politik,&lt;br /&gt;bisnis, ilmu pengetahuan, filsafat dan lain sebagainya. Tetapi apakah&lt;br /&gt;kita sudah mempunyai cukup keberanian menangkap peluang yang datang&lt;br /&gt;setiap hari itu dan mengubahnya menjadi prestasi hidup ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya diri kita yang mampu mengukur apakah keberanian kita&lt;br /&gt;cukup besar. Marilyn King mengatakan bahwa keberanian kita secara&lt;script&gt;&lt;!-- D(["mb","\u003cbr\&gt;\ngaris besar dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu visi (vision), tindakan\u003cbr\&gt;\nnyata (action), dan semangat (passion). Ketiga hal tersebut mampu\u003cbr\&gt;\nmengatasi rasa khawatir, ketakutan, dan memudahkan kita meraih\u003cbr\&gt;\nimpian-impian.\u003cbr\&gt;\n \u003cbr\&gt;\n\tSementara itu, peluang datang terkadang dengan cara yang tidak\u003cbr\&gt;\nterduga. Jika sudah mengetahui secara pasti apa yang kita inginkan dan\u003cbr\&gt;\nsudah melakukan tindakan, maka hal itu akan meningkatkan keberanian\u003cbr\&gt;\nuntuk tidak pernah menyerah sebelum benar-benar berhasil. \u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n\tFaktor ketiga yang berpengaruh terhadap tingkat keberanian adalah\u003cbr\&gt;\nsemangat (passion). Mungkin kita akan terinspirasi semangat seorang\u003cbr\&gt;\nolah ragawan Carl Lewis. Dirinya tidak merasa khawatir atau takut akan\u003cbr\&gt;\nmengalami kekalahan dalam pertandingan karena ia mempunyai semangat\u003cbr\&gt;\nyang tinggi. Semangat Carl Lewis memompa keberaniannya melewati\u003cbr\&gt;\nbermacam kesulitan, sehingga ia berhasil meraih 22 medali emas\u003cbr\&gt;\ndiantaranya : 9 dari olimpiade/Games, 8 dari World Championship, 2\u003cbr\&gt;\ndari Pan America Games. Ayahnya adalah orang yang paling berjasa\u003cbr\&gt;\ndibalik keberaniannya itu. Ayahnya adalah orang yang tidak pernah\u003cbr\&gt;\nbosan memberikan dorongan motivasi. Sehingga ketika ayahnya meninggal\u003cbr\&gt;\ndunia pada tahun 1987 akibat serangan penyakit kanker, Carl Lewis\u003cbr\&gt;\nmenguburkan salah satu medali emas dari perlombaan lari 100 m yang\u003cbr\&gt;\npaling disukai ayahnya. Dia berjanji untuk mendapatkan kembali medali\u003cbr\&gt;\nitu. Semangat Carl Lewis meningkatkan keberaniaannya menembus\u003cbr\&gt;\nhalangan, hingga ia kembali berhasil mengumpulkan 9 medali emas\u003cbr\&gt;\nbeberapa tahun kemudian. \u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n\tCarl Lewis adalah salah satu contoh orang sukses. Ia mempunyai\u003cbr\&gt;\nkeberanian yang tinggi untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa atau\u003cbr\&gt;\ntidak akan pernah dikerjakan oleh orang-orang yang biasa-biasa saja.\u003cbr\&gt;\nMereka konsisten menciptakan kemajuan terus menerus. Mereka senantiasa\u003cbr\&gt;\nmempunyai keberanian yang tinggi untuk mengubah kehidupan karena\u003cbr\&gt;\nmereka mempunyai visi, melakukan aksi dan mempunyai semangat yang luar\u003cbr\&gt;\nbiasa.",1] );  //--&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;garis besar dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu visi (vision), tindakan&lt;br /&gt;nyata (action), dan semangat (passion). Ketiga hal tersebut mampu&lt;br /&gt;mengatasi rasa khawatir, ketakutan, dan memudahkan kita meraih&lt;br /&gt;impian-impian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sementara itu, peluang datang terkadang dengan cara yang tidak&lt;br /&gt;terduga. Jika sudah mengetahui secara pasti apa yang kita inginkan dan&lt;br /&gt;sudah melakukan tindakan, maka hal itu akan meningkatkan keberanian&lt;br /&gt;untuk tidak pernah menyerah sebelum benar-benar berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Faktor ketiga yang berpengaruh terhadap tingkat keberanian adalah&lt;br /&gt;semangat (passion). Mungkin kita akan terinspirasi semangat seorang&lt;br /&gt;olah ragawan Carl Lewis. Dirinya tidak merasa khawatir atau takut akan&lt;br /&gt;mengalami kekalahan dalam pertandingan karena ia mempunyai semangat&lt;br /&gt;yang tinggi. Semangat Carl Lewis memompa keberaniannya melewati&lt;br /&gt;bermacam kesulitan, sehingga ia berhasil meraih 22 medali emas&lt;br /&gt;diantaranya : 9 dari olimpiade/Games, 8 dari World Championship, 2&lt;br /&gt;dari Pan America Games. Ayahnya adalah orang yang paling berjasa&lt;br /&gt;dibalik keberaniannya itu. Ayahnya adalah orang yang tidak pernah&lt;br /&gt;bosan memberikan dorongan motivasi. Sehingga ketika ayahnya meninggal&lt;br /&gt;dunia pada tahun 1987 akibat serangan penyakit kanker, Carl Lewis&lt;br /&gt;menguburkan salah satu medali emas dari perlombaan lari 100 m yang&lt;br /&gt;paling disukai ayahnya. Dia berjanji untuk mendapatkan kembali medali&lt;br /&gt;itu. Semangat Carl Lewis meningkatkan keberaniaannya menembus&lt;br /&gt;halangan, hingga ia kembali berhasil mengumpulkan 9 medali emas&lt;br /&gt;beberapa tahun kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Carl Lewis adalah salah satu contoh orang sukses. Ia mempunyai&lt;br /&gt;keberanian yang tinggi untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa atau&lt;br /&gt;tidak akan pernah dikerjakan oleh orang-orang yang biasa-biasa saja.&lt;br /&gt;Mereka konsisten menciptakan kemajuan terus menerus. Mereka senantiasa&lt;br /&gt;mempunyai keberanian yang tinggi untuk mengubah kehidupan karena&lt;br /&gt;mereka mempunyai visi, melakukan aksi dan mempunyai semangat yang luar&lt;br /&gt;biasa.&lt;script&gt;&lt;!-- D(["mb","\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nSumber: Keberanian yang Dapat Mengubah Kehidupan oleh Andrew Ho \u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nKiriman dari member :\u003cbr\&gt;\nYuniwati\u003cbr\&gt;\nBogor\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n******************************\u003cWBR\&gt;******************************\u003cWBR\&gt;*********\u003cbr\&gt;\n7.\tTHE ACESIA ON MOTIVATIONAL SEMINARS\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n- Mengubah kelemahan menjadi KEKUATAN !\u003cbr\&gt;\n- MENGHANCURKAN mental block yang menghambat !\u003cbr\&gt;\n- MENGUBAH kehidupan yang biasa menjadi LUAR BIASA !\u003cbr\&gt;\n- Meledakkan POTENSI dashyat di dalam diri menuju SUKSES !\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n\tThe Acesia siap membantu untuk memberikan seminar motivasi kepada\u003cbr\&gt;\nkaryawan / staff di perusahaan anda, untuk meningkatkan rasa percaya\u003cbr\&gt;\ndiri, attitude, dan mendayagunakan seluruh kemampuan karyawan secara\u003cbr\&gt;\noptimal. Beberapa topik unggulan kami, antara lain : \u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n- Highway To The Top\u003cbr\&gt;\n- Create Your Own Future\u003cbr\&gt;\n- Explode Your Success Within !\u003cbr\&gt;\n- Manage Your Mind For Success\u003cbr\&gt;\n- Maximize Your Life With Winning Attitude\u003cbr\&gt;\n- Grab Your Success with Emotional Intelligence, etc.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nDapatkan pula topik-topik  soft-skills lainnya untuk\u003cbr\&gt;\nmeningkatkan kualitas SDM di perusahaan anda, seperti Service\u003cbr\&gt;\nExcellence, Customer Service, Supervisory Skills, Outbound Training,\u003cbr\&gt;\nCreative Thinking, Problem Solving &amp;amp; Decision Making, Leadership,\u003cbr\&gt;\nMarketing &amp;amp; Selling Skills, dan customized training.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nSemua seminar akan langsung dibawakan oleh para speaker dari\u003cbr\&gt;\nThe Acesia. Seminar dapat disesuaikan dalam format 2 jam, 4 jam atau 8\u003cbr\&gt;\njam. \u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nProfile lengkap tenang para speaker dan jenis training The Acesia bisa\u003cbr\&gt;\nanda download di \u003ca href\u003d\"http://www.the-acesia.tk\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\&gt;www.the-acesia.tk\u003c/a\&gt;, sub section FILES\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nUntuk informasi lebih lanjut, hubungi The Acesia di :\u003cbr\&gt;\n------------------------------\u003cWBR\&gt;---------------------\u003cbr\&gt;\n•\t021-9982-33-40\t\u003cbr\&gt;\n•\t021-9381-63-90\u003cbr\&gt;\n•\t0888-1922-013\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n•\t\u003ca href\u003d\"mailto:info%40the-acesia.com\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\&gt;info@the-acesia.com",1] );  //--&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; Sumber: Keberanian yang Dapat Mengubah Kehidupan oleh Andrew Ho&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-6197964349472272888?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/6197964349472272888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/6197964349472272888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2007/10/keberanian-yang-dapat-mengubah.html' title='Keberanian yang dapat mengubah kehidupan'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-4957508406889863728</id><published>2007-10-29T14:57:00.000+07:00</published><updated>2007-10-29T14:58:46.161+07:00</updated><title type='text'>8 Kado Terindah</title><content type='html'>Aneka kado ini tidak dijual di toko. Anda bisa menghadiahkannya&lt;br /&gt;setiap saat, dan tak perlu membeli! Meski begitu, delapan macam kado&lt;br /&gt;ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda&lt;br /&gt;sayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. KEHADIRAN&lt;br /&gt;Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai&lt;br /&gt;harganya. Memang kita bisa juga hadir di hadapannya lewat surat,&lt;br /&gt;telepon, foto, faks, e-mail atau chatting. Namun dengan berada di&lt;br /&gt;sampingnya. Anda dan ia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih&lt;br /&gt;sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas&lt;br /&gt;kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa&lt;br /&gt;kebahagiaan. &lt;script&gt;&lt;!-- D(["mb","\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n2. MENDENGARKAN \u003cbr\&gt;\nSedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab kebanyakan orang\u003cbr\&gt;\nlebih suka didengarkan, daripada mendengarkan. Sudah lama diketehui\u003cbr\&gt;\nbahwa keharmonisan hubungan antar-manusia amat ditentukan oleh\u003cbr\&gt;\nkesediaan saling mendengarkan. Berikan kado ini untuknya. Dengan\u003cbr\&gt;\nmencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara taklangsung kita\u003cbr\&gt;\njuga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa\u003cbr\&gt;\nmendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul santai\u003cbr\&gt;\ndan bisa menangkap utuh apa yang disampaikannya. Tatap wajahnya. Tak\u003cbr\&gt;\nperlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia\u003cbr\&gt;\nmenuntaskannya. Ini memudahkan Anda untuk memberi tanggapan yang tepat\u003cbr\&gt;\nsetelah itu. Tidakharus berupa diskusi atau penilaian. Sekadar ucapan\u003cbr\&gt;\nterima kasih pun akan terdengar manis baginya. \u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n3. DIAM \u003cbr\&gt;\nSeperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai\u003cbr\&gt;\nuntuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari\u003cbr\&gt;\nsegalanya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang\u003cbr\&gt;\nkarena memberinya &amp;quot;ruang.&amp;quot; Terlebih jika sehari-hari kita sudah\u003cbr\&gt;\nterbiasa gemar menasihati,mengatur , mengkritik bahkan mengomeli. \u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n4. KEBEBASAN \u003cbr\&gt;\nMencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk\u003cbr\&gt;\nmemiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita\u003cbr\&gt;\nmengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya ? Memberi\u003cbr\&gt;\nkebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah\u003cbr\&gt;\n&amp;quot;Kau bebas berbuat semaumu.&amp;quot; Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan\u003cbr\&gt;\nadalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas\u003cbr\&gt;\nsegala hal yang ia putuskan atau lakukan.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n5. KEINDAHAN \u003cbr\&gt;\nSiapa yang tak bahagia jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil\u003cbr\&gt;\nlebih ganteng atau cantik ? Tampil indah dan rupawan juga merupakan\u003cbr\&gt;\nkado. Bahkan tak salah jika Anda mengkadokannya tiap hari ! Selain\u003cbr\&gt;\nkeindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan",1] );  //--&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. MENDENGARKAN&lt;br /&gt;Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab kebanyakan orang&lt;br /&gt;lebih suka didengarkan, daripada mendengarkan. Sudah lama diketehui&lt;br /&gt;bahwa keharmonisan hubungan antar-manusia amat ditentukan oleh&lt;br /&gt;kesediaan saling mendengarkan. Berikan kado ini untuknya. Dengan&lt;br /&gt;mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara taklangsung kita&lt;br /&gt;juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa&lt;br /&gt;mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul santai&lt;br /&gt;dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikannya. Tatap wajahnya. Tak&lt;br /&gt;perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia&lt;br /&gt;menuntaskannya. Ini memudahkan Anda untuk memberi tanggapan yang tepat&lt;br /&gt;setelah itu. Tidakharus berupa diskusi atau penilaian. Sekadar ucapan&lt;br /&gt;terima kasih pun akan terdengar manis baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. DIAM&lt;br /&gt;Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai&lt;br /&gt;untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari&lt;br /&gt;segalanya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang&lt;br /&gt;karena memberinya "ruang." Terlebih jika sehari-hari kita sudah&lt;br /&gt;terbiasa gemar menasihati,mengatur , mengkritik bahkan mengomeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. KEBEBASAN&lt;br /&gt;Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk&lt;br /&gt;memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita&lt;br /&gt;mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya ? Memberi&lt;br /&gt;kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah&lt;br /&gt;"Kau bebas berbuat semaumu." Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan&lt;br /&gt;adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas&lt;br /&gt;segala hal yang ia putuskan atau lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. KEINDAHAN&lt;br /&gt;Siapa yang tak bahagia jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil&lt;br /&gt;lebih ganteng atau cantik ? Tampil indah dan rupawan juga merupakan&lt;br /&gt;kado. Bahkan tak salah jika Anda mengkadokannya tiap hari ! Selain&lt;br /&gt;keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan&lt;script&gt;&lt;!-- D(["mb","\u003cbr\&gt;\nsuasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau\u003cbr\&gt;\nmeja makan yang tertata indah, misalnya. \u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n6. TANGGAPAN POSITIF \u003cbr\&gt;\nTanpa sadar, sering kali kita memberikan penilaian negatif terhadap\u003cbr\&gt;\npikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah\u003cbr\&gt;\ntidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada\u003cbr\&gt;\nkita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan\u003cbr\&gt;\njelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir\u003cbr\&gt;\nAnda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi\u003cbr\&gt;\nAnda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu,\u003cbr\&gt;\nucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf), adalah kado\u003cbr\&gt;\ncinta yang sering terlupakan. \u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n7. KESEDIAAN MENGALAH \u003cbr\&gt;\nTidak semua masalah layak menjadi bahanpertengkaran. Apalagi sampai\u003cbr\&gt;\nmenjadi cekcok yang hebat. Semestinya Anda pertimbangkan, apa iya\u003cbr\&gt;\nsebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara\u003cbr\&gt;\npersoalan itu ? Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap\u003cbr\&gt;\nmemberikan kado &amp;quot;kesediaan mengalah.&amp;quot; Anda mungkin kesal atau marah\u003cbr\&gt;\nkarena ia terlambat datang memenuhi janji. Tapi kalau baru sekali itu\u003cbr\&gt;\nterjadi, kenapa mesti jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut ?\u003cbr\&gt;\nKesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan\u003cbr\&gt;\nmengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia\u003cbr\&gt;\nini \u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n8. SENYUMAN \u003cbr\&gt;\nPercaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman,\u003cbr\&gt;\nterlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan\u003cbr\&gt;\nyang beku, pemberi semangat dala keputusasaan, pencerah suasana muram,\u003cbr\&gt;\nbahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat\u003cbr\&gt;\nuntuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali\u003cbr\&gt;\nAnda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang Anda kasihi ? \u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nSumber : Unknown (tidak diketahui)\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nKiriman dari member :\u003cbr\&gt;\nAndi Setiawan\u003cbr\&gt;\nJakarta\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n******************************\u003cWBR\&gt;",1] );  //--&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau&lt;br /&gt;meja makan yang tertata indah, misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. TANGGAPAN POSITIF&lt;br /&gt;Tanpa sadar, sering kali kita memberikan penilaian negatif terhadap&lt;br /&gt;pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah&lt;br /&gt;tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada&lt;br /&gt;kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan&lt;br /&gt;jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir&lt;br /&gt;Anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi&lt;br /&gt;Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu,&lt;br /&gt;ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf), adalah kado&lt;br /&gt;cinta yang sering terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. KESEDIAAN MENGALAH&lt;br /&gt;Tidak semua masalah layak menjadi bahanpertengkaran. Apalagi sampai&lt;br /&gt;menjadi cekcok yang hebat. Semestinya Anda pertimbangkan, apa iya&lt;br /&gt;sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara&lt;br /&gt;persoalan itu ? Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap&lt;br /&gt;memberikan kado "kesediaan mengalah." Anda mungkin kesal atau marah&lt;br /&gt;karena ia terlambat datang memenuhi janji. Tapi kalau baru sekali itu&lt;br /&gt;terjadi, kenapa mesti jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut ?&lt;br /&gt;Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan&lt;br /&gt;mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia&lt;br /&gt;ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. SENYUMAN&lt;br /&gt;Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman,&lt;br /&gt;terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan&lt;br /&gt;yang beku, pemberi semangat dala keputusasaan, pencerah suasana muram,&lt;br /&gt;bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat&lt;br /&gt;untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali&lt;br /&gt;Anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang Anda kasihi ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-4957508406889863728?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/4957508406889863728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/4957508406889863728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2007/10/8-kado-terindah.html' title='8 Kado Terindah'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-7220569426483346036</id><published>2007-08-07T13:57:00.000+07:00</published><updated>2007-08-07T13:58:07.038+07:00</updated><title type='text'>Bagaimana berdialog dengan diri sendiri akan menentukan keberhasilan Anda</title><content type='html'>Sebetulnya kita banyak melakukan Self talk (dialog dengan diri&lt;br /&gt;sendiri) sepanjang hari. Beberapa ahli mengatakan bahwa kita melakukan&lt;br /&gt;"dialog diam" ini sebanyak 50.000 kali dalam sehari. Self talk&lt;br /&gt;memiliki efek langsung terhadap pikiran dan perilaku kita. Self talk&lt;br /&gt;adalah dialog internal yang kita lakukan dengan diri kita sendiri&lt;br /&gt;ketika dihadapkan pada situasi tertentu. Apa yang "secara diam-diam"&lt;br /&gt;kita katakan kepada diri sendiri mengenai sebuah kejadian akan memberi&lt;br /&gt;pengaruh yang luar biasa terhadap diri kita. Selftalk dapat mengubah&lt;br /&gt;apa yang kita lihat dan dengar di sekeliling kita, apa yang kita&lt;br /&gt;rasakan, dan apa yang kita ingat ketika meninjau kembali pengalaman di&lt;br /&gt;dalam hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika self-talk kita negatif -- "Keadaan pasti akan menjadi&lt;br /&gt;kacau balau," "Saya tidak yakin bisa menjadi seorang supervisor yang&lt;br /&gt;baik" -- maka kita sebenarnya sudah menyerah, dan besar kemungkinan&lt;br /&gt;kita tidak akan sukses. Karena kita telah memerintahkan alam bawah&lt;br /&gt;sadar kita untuk melewatkan segala kesempatan dan kemungkinan untuk&lt;br /&gt;berhasil. Sebaliknya, ketika self-talk kita positif - "Segalanya akan&lt;br /&gt;berjalan lancar," "Saya yakin bisa mendapatkan pekerjaan ini"-- maka&lt;br /&gt;kita sebenarnya sedang mengarahkan diri menuju sukses, dan kemungkinan&lt;br /&gt;sukses itu ada untuk kita. Karena kita memerintahkan alam bawah sadar&lt;br /&gt;untuk menyediakan segala sumber daya di dalam diri kita untuk sukses.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Self-talk akan mengarahkan pikiran dan perilaku kita. Bila&lt;br /&gt;kita berpikir, "Saya yakin bisa mendapatkan pekerjaan ini," maka kita&lt;br /&gt;akan berusaha untuk mendapatkannya. Selama proses interview, kita akan&lt;br /&gt;menunjukkan keyakinan diri dan kemampuan kita, dan karena itu&lt;br /&gt;kemungkinan bagi kita untuk diterima juga lebih besar. Namun bila kita&lt;br /&gt;mengatakan pada diri kita sendiri, "Lamaran saya pasti akan ditolak,"&lt;br /&gt;maka besar kemungkinan kita tidak akan berusaha untuk menunjukkan&lt;script&gt;&lt;!-- D(["mb","\u003cbr\&gt;\nkeyakinan dan kemampuan diri kita, dan karena itu, lamaran kita pun\u003cbr\&gt;\nditolak. Maka, sangatlah penting untuk &amp;quot;menulis kembali naskah&amp;quot;\u003cbr\&gt;\nself-talk kita yang negatif menjadi positif. Seperti menghapus\u003cbr\&gt;\n&amp;quot;rekaman&amp;quot; mental yang biasanya kita putar ketika menghadapi tekanan,\u003cbr\&gt;\ndan menggantikannya dengan &amp;quot;rekaman&amp;quot; yang baru. Ada beberapa pola\u003cbr\&gt;\nberpikir yang sering kita miliki, khususnya pola yang negatif yang\u003cbr\&gt;\nperlu kita perbaiki, yakni :\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n1.\tPOLA PIKIR HITAM PUTIH \u003cbr\&gt;\nContoh pola pikir ini adalah seperti : Saya berasal dari kota kecil,\u003cbr\&gt;\ndan semua orang disini dari kota yang lebih besar ; Bagaimana mungkin\u003cbr\&gt;\nsaya bisa bersaing dengan mereka.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n2.\tPOLA PIKIR KATASTROPHIK / MEMBESAR-BESARKAN KEJADIAN\u003cbr\&gt;\nContoh pola pikir ini adalah seperti : ini moment yang paling\u003cbr\&gt;\nmemalukan sepanjang hidup saya ! ; Tidak pernah ada orang yang\u003cbr\&gt;\nmenghina saya sedemikian rupa seperti yang baru saja dia lakukan !\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n3.\tPOLA PIKIR PESIMISTIK –MELIHAT DARI SISI YANG NEGATIF\u003cbr\&gt;\nContoh pola pikir ini adalah seperti : Saya tidak pernah punya teman\u003cbr\&gt;\nbaik sebelum ini. Apa yang membuat saya mengira saya bisa\u003cbr\&gt;\nmendapatkannya sekarang ? ; Saya sudah tahu saya tidak bisa ! Buang\u003cbr\&gt;\nwaktu saja !\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n4.\tPEMBENARAN HAL YANG NEGATIF\u003cbr\&gt;\nContoh pola pikir ini adalah seperti : Begitu mulai makan es krim,\u003cbr\&gt;\nsaya tidak bisa berhenti ! ; Saya tidak bisa melakukan aktifitas saya\u003cbr\&gt;\ntanpa di dahului dengan  secangkir kopi di pagi hari\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n5.\tPERNYATAAN &amp;quot;HARUS&amp;quot; \u003cbr\&gt;\nContoh pola pikir ini adalah seperti : Saya seharusnya lebih banyak\u003cbr\&gt;\nberlatih. Kini kesempatannya sudah hilang ; Saya tidak boleh makan\u003cbr\&gt;\nsetelah jam 6.00 sore, atau seluruh kalori yang saya makan akan\u003cbr\&gt;\nmenjadi lemak. \u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n6.\tPOLA PIKIR &amp;quot;INI BUKAN SALAH SAYA&amp;quot; \u003cbr\&gt;\nContoh pola pikir ini adalah seperti : Kalau bukan karena dia, saya\u003cbr\&gt;\npasti dipilih untuk posisi itu ; Kalau saja saya punya lebih banyak\u003cbr\&gt;\nwaktu, saya pasti akan berhasil\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n7.\tMENERKA PIKIRAN ORANG SECARA NEGATIF",1] );  //--&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;keyakinan dan kemampuan diri kita, dan karena itu, lamaran kita pun&lt;br /&gt;ditolak. Maka, sangatlah penting untuk "menulis kembali naskah"&lt;br /&gt;self-talk kita yang negatif menjadi positif. Seperti menghapus&lt;br /&gt;"rekaman" mental yang biasanya kita putar ketika menghadapi tekanan,&lt;br /&gt;dan menggantikannya dengan "rekaman" yang baru. Ada beberapa pola&lt;br /&gt;berpikir yang sering kita miliki, khususnya pola yang negatif yang&lt;br /&gt;perlu kita perbaiki, yakni :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. POLA PIKIR HITAM PUTIH&lt;br /&gt;Contoh pola pikir ini adalah seperti : Saya berasal dari kota kecil,&lt;br /&gt;dan semua orang disini dari kota yang lebih besar ; Bagaimana mungkin&lt;br /&gt;saya bisa bersaing dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. POLA PIKIR KATASTROPHIK / MEMBESAR-BESARKAN KEJADIAN&lt;br /&gt;Contoh pola pikir ini adalah seperti : ini moment yang paling&lt;br /&gt;memalukan sepanjang hidup saya ! ; Tidak pernah ada orang yang&lt;br /&gt;menghina saya sedemikian rupa seperti yang baru saja dia lakukan !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. POLA PIKIR PESIMISTIK –MELIHAT DARI SISI YANG NEGATIF&lt;br /&gt;Contoh pola pikir ini adalah seperti : Saya tidak pernah punya teman&lt;br /&gt;baik sebelum ini. Apa yang membuat saya mengira saya bisa&lt;br /&gt;mendapatkannya sekarang ? ; Saya sudah tahu saya tidak bisa ! Buang&lt;br /&gt;waktu saja !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. PEMBENARAN HAL YANG NEGATIF&lt;br /&gt;Contoh pola pikir ini adalah seperti : Begitu mulai makan es krim,&lt;br /&gt;saya tidak bisa berhenti ! ; Saya tidak bisa melakukan aktifitas saya&lt;br /&gt;tanpa di dahului dengan  secangkir kopi di pagi hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. PERNYATAAN "HARUS"&lt;br /&gt;Contoh pola pikir ini adalah seperti : Saya seharusnya lebih banyak&lt;br /&gt;berlatih. Kini kesempatannya sudah hilang ; Saya tidak boleh makan&lt;br /&gt;setelah jam 6.00 sore, atau seluruh kalori yang saya makan akan&lt;br /&gt;menjadi lemak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. POLA PIKIR "INI BUKAN SALAH SAYA"&lt;br /&gt;Contoh pola pikir ini adalah seperti : Kalau bukan karena dia, saya&lt;br /&gt;pasti dipilih untuk posisi itu ; Kalau saja saya punya lebih banyak&lt;br /&gt;waktu, saya pasti akan berhasil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. MENERKA PIKIRAN ORANG SECARA NEGATIF&lt;script&gt;&lt;!-- D(["mb","\u003cbr\&gt;\nContoh pola pikir ini adalah seperti : Tidak ada orang yang akan\u003cbr\&gt;\ntertarik dengan pembicaraan saya ; Lihat.. mereka semua merendahkan saya\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n8.\tTIDAK BISA MENERIMA FEDBACK POSITIF !\u003cbr\&gt;\nContoh pola pikir ini adalah seperti :  Mau kasih saya nasehat ? Dia\u003cbr\&gt;\npikir dia siapa, Hah ? ; Saya tahu, dia hanya pura-pura memberi\u003cbr\&gt;\nmasukan. Tapi tujuan sebenarnya adalah mempermalukan saya di meeting tadi\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n9.\tPOLA PIKIR PERBANDINGAN \u003cbr\&gt;\nContoh pola pikir ini adalah seperti : Apapun yang saya lakukan, dia\u003cbr\&gt;\nselalu selangkah lebih maju dibanding saya ! ; ya, kamu bisa karena\u003cbr\&gt;\nkamu memiliki sumber daya yang lebih besar.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nCara untuk memiliki self talk yang positif dan menghilangkan\u003cbr\&gt;\nself talk yang negatif sebetulnya sederhana. Pertama, sadarilah cara\u003cbr\&gt;\nkita berkomunikasi dengan diri anda sendiri. Bila kemudian kita\u003cbr\&gt;\nmenyadari bahwa kita sedang melakukan self talk yang negatif, maka\u003cbr\&gt;\nhentikanlah saat itu juga. Segera katakan pada diri Anda, &amp;quot;STOP !!&amp;quot; \u003cbr\&gt;\nKemudian gantilah self talk negatif dengan yang positif. Awalnya, ini\u003cbr\&gt;\nmungkin akan membuat kita merasa sedikit canggung dan aneh. Karena\u003cbr\&gt;\nsebetulnya kita tidak mungkin memilih kata apa yang akan kita ucapkan,\u003cbr\&gt;\nbahkan kepada diri sendiri, karena kata-kata itu keluar begitu saja.\u003cbr\&gt;\nIa adalah kata yang biasa kita ucapkan. Tapi jangan khawatir. Bila\u003cbr\&gt;\nkita terus berlatih, maka cepat atau lambat kebiasaan yang baru akan\u003cbr\&gt;\nmenggantikan kebiasaan yang lama.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nSemua kebiasaan bisa dipelajari. Awalnya, kebiasaan itu kita\u003cbr\&gt;\nbentuk, dan kemudian ia membentuk kita dan hidup kita. Tapi point yang\u003cbr\&gt;\npaling utama adalah bahwa semua kebiasaan yang kini kita miliki\u003cbr\&gt;\nawalnya dibentuk oleh kita sendiri. Karena itu, kita bisa mengubahnya.\u003cbr\&gt;\nPilihan untuk berubah atau tidak ada di tangan kita. Dan pilihan\u003cbr\&gt;\nitulah yang akan menentukan perjalanan kita menuju sukses dalam setiap\u003cbr\&gt;\naspek kehidupan kita.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nDikutip dari Kingson Surya\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nKiriman dari member\u003cbr\&gt;\nJansen Barends\u003cbr\&gt;\nJakarta\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;",1] );  //--&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;Contoh pola pikir ini adalah seperti : Tidak ada orang yang akan&lt;br /&gt;tertarik dengan pembicaraan saya ; Lihat.. mereka semua merendahkan saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. TIDAK BISA MENERIMA FEDBACK POSITIF !&lt;br /&gt;Contoh pola pikir ini adalah seperti :  Mau kasih saya nasehat ? Dia&lt;br /&gt;pikir dia siapa, Hah ? ; Saya tahu, dia hanya pura-pura memberi&lt;br /&gt;masukan. Tapi tujuan sebenarnya adalah mempermalukan saya di meeting tadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. POLA PIKIR PERBANDINGAN&lt;br /&gt;Contoh pola pikir ini adalah seperti : Apapun yang saya lakukan, dia&lt;br /&gt;selalu selangkah lebih maju dibanding saya ! ; ya, kamu bisa karena&lt;br /&gt;kamu memiliki sumber daya yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara untuk memiliki self talk yang positif dan menghilangkan&lt;br /&gt;self talk yang negatif sebetulnya sederhana. Pertama, sadarilah cara&lt;br /&gt;kita berkomunikasi dengan diri anda sendiri. Bila kemudian kita&lt;br /&gt;menyadari bahwa kita sedang melakukan self talk yang negatif, maka&lt;br /&gt;hentikanlah saat itu juga. Segera katakan pada diri Anda, "STOP !!"&lt;br /&gt;Kemudian gantilah self talk negatif dengan yang positif. Awalnya, ini&lt;br /&gt;mungkin akan membuat kita merasa sedikit canggung dan aneh. Karena&lt;br /&gt;sebetulnya kita tidak mungkin memilih kata apa yang akan kita ucapkan,&lt;br /&gt;bahkan kepada diri sendiri, karena kata-kata itu keluar begitu saja.&lt;br /&gt;Ia adalah kata yang biasa kita ucapkan. Tapi jangan khawatir. Bila&lt;br /&gt;kita terus berlatih, maka cepat atau lambat kebiasaan yang baru akan&lt;br /&gt;menggantikan kebiasaan yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kebiasaan bisa dipelajari. Awalnya, kebiasaan itu kita&lt;br /&gt;bentuk, dan kemudian ia membentuk kita dan hidup kita. Tapi point yang&lt;br /&gt;paling utama adalah bahwa semua kebiasaan yang kini kita miliki&lt;br /&gt;awalnya dibentuk oleh kita sendiri. Karena itu, kita bisa mengubahnya.&lt;br /&gt;Pilihan untuk berubah atau tidak ada di tangan kita. Dan pilihan&lt;br /&gt;itulah yang akan menentukan perjalanan kita menuju sukses dalam setiap&lt;br /&gt;aspek kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari Kingson Surya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-7220569426483346036?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/7220569426483346036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/7220569426483346036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2007/08/bagaimana-berdialog-dengan-diri-sendiri.html' title='Bagaimana berdialog dengan diri sendiri akan menentukan keberhasilan Anda'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-1155077923060634487</id><published>2007-05-26T07:42:00.000+07:00</published><updated>2007-05-26T07:43:50.540+07:00</updated><title type='text'>Kekuatan Pikiran</title><content type='html'>Suatu ketika di Negara Eropa, seorang kriminal buronan negara&lt;br /&gt;berhasil tertangkap. Sang kriminal adalah buronan kelas kakap yang&lt;br /&gt;telah melakukan banyak sekali kejahatan, perampokan, pembunuhan,&lt;br /&gt;terorisme dan tidaklah terhitung daftarnya. Pengadilan Negara&lt;br /&gt;menjatuhkan vonis hukuman mati kepadanya dan mereka mulai&lt;br /&gt;mendiskusikan hukuman apa yang akan mereka berikan kepada sang&lt;br /&gt;kriminal. Mereka memilih beberapa alternatif, diantaranya hukuman&lt;br /&gt;gantung, hukuman tembak, kursi listrik, ruang beracun, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat diskusi tersebut berlangsung, seorang ilmuwan&lt;br /&gt;mencadangkan suatu metode baru sebagai percobaan untuk memberi vonis&lt;br /&gt;hukuman mati, suatu metode yang tidak pernah dilakukan sebelumnya.&lt;br /&gt;Mereka pun mendengarkan ide tersebut dan akhirnya mereka pun&lt;br /&gt;menyetujui ide tersebut dan membiarkan sang ilmuwan melakukan riset&lt;br /&gt;terhadapnya. Sang kriminal dimasukkan kedalam suatu ruangan dan&lt;br /&gt;dibaringkan dengan tubuh terikat. Matanya ditutup dan dibisikkan&lt;br /&gt;kalimat "Kamu akan segera dihukum mati! dengan metode terbaru maka&lt;br /&gt;urat nadi di pergelanganmu akan kami potong dan darahmu akan segera&lt;br /&gt;menetes. Kamu tidak akan merasa sakit karena teknologi yang kami&lt;br /&gt;gunakan sangat canggih. Darahmu akan menetes perlahan-lahan dan akan&lt;br /&gt;membiarkan dirimu mendengar suara tetesannya. Secara perlahan kamu&lt;br /&gt;akan kehabisan darah dan tubuhmu akan melemah, detak jantungmu semakin&lt;br /&gt;perlahan.. semakin lemah.. sampai akhirnya kamu akan mati !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pun kemudian eksekusi, sang kriminal mulai merasakan&lt;br /&gt;potongan di pergelangan tangan kanannya, segera ia merasakan aliran&lt;br /&gt;darahnya menetes.. tes..tes... suara tetesan tersebut membuatnya tahu&lt;br /&gt;bahwa dia semakin kehilangan darah.. dan tubuhnya semakin lemah..&lt;br /&gt;sampai jantungnya berdetak semakin perlahan.. dan tragisnya diapun&lt;br /&gt;mati. Ironisnya... walaupun sang kriminal tersebut mati, dia tidak&lt;br /&gt;sempat menyadari bahwa percobaan yang dilakukan terhadapnya bukanlah&lt;br /&gt;teknologi canggih untuk memotong pergelangannya, tetapi.. yang mereka&lt;br /&gt;lakukan hanyalah mengambil sepotong es dingin yang tajam ; dan&lt;br /&gt;kemudian digunakannya potongan tersebut melewati pergelangannya yang&lt;br /&gt;sesungguhnya tidak memotong apapun !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kriminal, yang dibuat percaya bahwa pergelangannya telah&lt;br /&gt;dipotong, mengikuti semua sugesti palsu yang dikatakan oleh sang&lt;br /&gt;ilmuwan. Walaupun yang dikatakan palsu, tetapi sugesti tersebut&lt;br /&gt;menjadi 'kenyataan' karena sang kriminal memang mempercayainya !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam otak kita, ada sesuatu yang dinamakan alam bawah sadar,&lt;br /&gt;dan apapun yang kita berikan kedalamnya, akan menjadi kenyataan! Tubuh&lt;br /&gt;kita akan mempercayai informasi apapun, walaupun itu palsu! Jika kita&lt;br /&gt;mempercayainya, maka tubuh kita akan bereaksi seolah-olah itu adalah&lt;br /&gt;kenyataan. Sama juga dengan kehidupan, Jika Anda menonton TV yang&lt;br /&gt;membentuk pikiran Anda dengan hal-hal yang tidak berguna setiap&lt;br /&gt;harinya... maka diri andapun menjadi pribadi yang tidak berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, jika Anda menginginkan hal yang terbaik segera&lt;br /&gt;isilah pikiran Anda dengan hal-hal positif.. Jika ingin kaya.. isilah&lt;br /&gt;otak Anda dengan kekayaan.. Jika ingin sukses, isilah pikiran Anda&lt;br /&gt;dengan kesuksesan !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-1155077923060634487?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/1155077923060634487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/1155077923060634487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2007/05/kekuatan-pikiran.html' title='Kekuatan Pikiran'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-4381716439427099694</id><published>2007-05-26T07:31:00.000+07:00</published><updated>2007-05-26T07:32:37.265+07:00</updated><title type='text'>Mengapa Rumput Tetangga Kelihatan Lebih Hijau</title><content type='html'>"Saat diri kita merasa lemah dibandingkan orang lain, cobalah melihat&lt;br /&gt;`kebawah', maka kita akan merasa bersyukur, karena masih banyak orang&lt;br /&gt;lain yang hidup dibawah standard kita. Dan saat kita berada di puncak&lt;br /&gt;kemenangan, cobalah melihat `keatas', akan nampak banyak tantangan&lt;br /&gt;yang masih belum kita raih ; dan mengobarkan semangat di dalam hati&lt;br /&gt;kita untuk berjuang menjadi lebih baik".&lt;br /&gt;- Sonny Vinn -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, enak ya si Ani. Baru bekerja satu tahun sudah menjadi&lt;br /&gt;manager. Coba lihat kita-kita ini, sudah bekerja lima tahun, eh,&lt;br /&gt;pangkat gak pernah naik, gaji juga naiknya dikit banget. Enggak adil&lt;br /&gt;deh kayaknya hidup ini", gerutu Susi kepada rekan-rekannya saat makan&lt;br /&gt;siang. Susi merasa kerja kerasnya selama ini tidak begitu dihargai di&lt;br /&gt;kantor, karena justru dalam pemilihan manager baru, rekan kantornya&lt;br /&gt;yang lebih yunior justru yang dipilih. Sambil memendam kekesalannya,&lt;br /&gt;Susi sore itu pulang tepat pukul lima sore. Seperti biasa, Susi naik&lt;br /&gt;bus berdesak-desakan dengan orang lain ; dan dua jam kemudian&lt;br /&gt;sampailah Susi di daerah perumahan baru di ujung kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil berjalan, di dalam hati Susi masih merasa kesal dengan&lt;br /&gt;kejadian di kantornya tadi siang. Tinggal jarak beberapa meter lagi&lt;br /&gt;dari rumahnya, Susi melihat tetangganya Sari juga baru saja pulang.&lt;br /&gt;Yang membuat Susi terkejut, Sari yang biasanya beberapa kali pulang&lt;br /&gt;satu bus dengannya, kini mengendarai mobil baru. Bukan mobil mewah&lt;br /&gt;memang, tapi setidaknya hal ini membuat Susi kembali `panas' ; maklum,&lt;br /&gt;Sari yang diketahuinya adalah pengantin baru yang mestinya belum&lt;br /&gt;mempunyai `cukup modal' untuk membeli mobil baru. Bahkan dari&lt;br /&gt;pengamatan Susi, setidaknya tingkat ekonomi keluarganya `lebih baik'&lt;br /&gt;daripada Sari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di rumah, Susi segera mencari suaminya dan&lt;br /&gt;menceritakan semua kekesalannya hari itu. Dalam kekesalannya, Susi&lt;br /&gt;beberapa kali sempat mengatakan bahwa dunia ini tidak adil, mengapa&lt;br /&gt;orang yang sudah berjuang sekian lama tidak mendapatkan pahala yang&lt;br /&gt;pantas, sebaliknya orang yang menurutnya baru `sedikit berjuang',&lt;br /&gt;sudah bisa mendapatkan lebih banyak darinya. Sang suami, mendengarkan&lt;br /&gt;sejenak, dan kemudian berkata dengan bijak ,"Istriku, wajar sekali apa&lt;br /&gt;yang dikau pikirkan, terutama bila dikau merasa sudah berjuang keras&lt;br /&gt;tapi tidak mendapatkan sebanyak yang diperoleh orang lain. Tapi satu&lt;br /&gt;hal yang perlu dicermati adalah, dikau hanya melihat dari luarnya&lt;br /&gt;saja.. Mungkin saja rekan kantormu baru sebentar bekerja, tapi di lain&lt;br /&gt;pihak bisa saja dia memberikan kontribusi lebih banyak darimu. Dan&lt;br /&gt;tetangga kita ; mungkin dari sisi ekonomi dia harus bekerja lebih&lt;br /&gt;keras untuk membeli mobil itu, mungkin juga dengan cara mencicilnya.&lt;br /&gt;Dikau hanya merasa iri, merasa cemburu sesaat saja. Cobalah untuk&lt;br /&gt;melihat dunia ini dari berbagai sisi. Dirimu sendiri saat ini, bisa&lt;br /&gt;jadi merupakan suatu `idola' bagi orang lain yang merasa di bawahmu.&lt;br /&gt;Apa yang telah dikau capai hingga hari ini adalah hasil kerja kerasmu,&lt;br /&gt;dan juga atas rahmat dari Tuhan. Maka, bersyukurlah atas semua yang&lt;br /&gt;bisa kita nikmati hingga hari ini, dan terus berjuanglah, untuk&lt;br /&gt;memperoleh lebih baik di dalam hidupmu ………."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali dalam hidup ini kita melihat `rumput tetangga'&lt;br /&gt;lebih hijau dari kita ; baik dalam hal material, cara pikir,&lt;br /&gt;kepandaian, sikap, kemampuan personal, kemampuan berkomunikasi, dan&lt;br /&gt;sebagainya. Ini adalah hal yang normal, karena memang kita sebagai&lt;br /&gt;manusia tidak pernah puas dengan segala hal yang kita miliki, dan&lt;br /&gt;selalu ingin lebih dan lebih setiap saat. Yang membedakan adalah, ada&lt;br /&gt;orang tertentu yang mengungkapkan ketidak puasannnya dengan cara yang&lt;br /&gt;kurang tepat, misalnya dengan menggosipkan orang lain yang lebih&lt;br /&gt;berhasil, mencari-cari letak kelemahan orang tersebut, atau juga bisa&lt;br /&gt;hanya pasrah begitu saja. Bahayanya adalah, ketidak puasan dengan&lt;br /&gt;jalan seperti ini tidak akan membawa manfaat apapun, malah hanya akan&lt;br /&gt;menimbulkan rasa dendam, iri hati dan dengki terhadap kesuksesan orang&lt;br /&gt;lain. Dalam jangka panjang, secara tidak langsung proses ini akan&lt;br /&gt;mampu mempengaruhi sikap, cara pikir dan tindakan kita menjadi lebih&lt;br /&gt;negatif dari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau, kita bisa merasa tidak puas, dan mencoba mewujudkannya&lt;br /&gt;dengan cara yang berbeda ; misalnya daripada bermusuhan atau iri hati&lt;br /&gt;dengan orang yang sukses, mengapa tidak mencoba berteman dengannya ?&lt;br /&gt;Bukankah mempunyai teman orang sukses, setidaknya ada satu atau dua&lt;br /&gt;tips yang bisa kita tiru, dan mulai kita coba lakukan di dalam hidup&lt;br /&gt;kita. Dari sisi yang positif, iri hati akan prestasi orang lain bisa&lt;br /&gt;membakar semangat di dalam hati kita agar bisa seperti mereka ; bisa&lt;br /&gt;membantu kita berimajinasi akan sesuatu hal yang lebih baik, yang&lt;br /&gt;mungkin selama ini tidak pernah kita pikirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;`Rumput tetangga' lebih hijau bukan karena lebih bagus, tapi&lt;br /&gt;karena `ditanam' dengan `cara yang tepat'. Karena itu milikilah&lt;br /&gt;prinsip untuk belajar `menanam' dengan baik, dengan kerja keras dan&lt;br /&gt;gairah yang tinggi, agar kita pun suatu saat juga bisa mempunyai&lt;br /&gt;`rumput' yang tidak kalah hijau dengan `rumput' tetangga. Selamat&lt;br /&gt;berjuang ! Sukses untuk anda !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari The Acesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-4381716439427099694?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/4381716439427099694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/4381716439427099694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2007/05/mengapa-rumput-tetangga-kelihatan-lebih.html' title='Mengapa Rumput Tetangga Kelihatan Lebih Hijau'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-3607208460410116541</id><published>2007-05-19T15:29:00.000+07:00</published><updated>2007-05-19T15:31:18.233+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self contemplation'/><title type='text'>Rahasia Si Untung</title><content type='html'>Kita semua pasti kenal tokoh si Untung di komik Donal Bebek. Berlawanan&lt;br /&gt;dengan Donal yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada&lt;br /&gt;saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang di Amerika&lt;br /&gt;bernama asli Gladstone ini. Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak&lt;br /&gt;pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donal. Jika Untung dan Donal&lt;br /&gt;berjalan bersama, yang tiba-tiba menemukan sekeping uang dijalan, pastilah&lt;br /&gt;itu si Untung. Jika Anda juga ingin selalu beruntung seperti si Untung,&lt;br /&gt;dont worry, ternyata beruntung itu ada ilmunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba&lt;br /&gt;meneliti hal-hal yang membedakan orang2 beruntung dengan yang sial. Wiseman&lt;br /&gt;merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok&lt;br /&gt;lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesan nya seperti main-main,&lt;br /&gt;bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang&lt;br /&gt;yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Wiseman&lt;br /&gt;memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang&lt;br /&gt;dibagikan kepada dua kelompok tadi. Orang2 dari kelompok sial memerlukan&lt;br /&gt;waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka&lt;br /&gt;dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, karena sebelumnya pada halaman ke dua Wiseman telah meletakkan tulisan&lt;br /&gt;yang tidak kecil berbunyi "berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di&lt;br /&gt;koran ini". Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung&lt;br /&gt;gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah2 koran, Wiseman menaruh pesan&lt;br /&gt;lain yang bunyinya: "berhenti menghitung sekarang dan bilang ke peneliti&lt;br /&gt;Anda menemukan ini, dan menangkan $250!" Lagi-lagi kelompok sial melewatkan&lt;br /&gt;pesan tadi! Memang benar2 sial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya "scientific" ini, Wiseman&lt;br /&gt;menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sikap terhadap peluang.&lt;br /&gt;Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka&lt;br /&gt;lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan&lt;br /&gt;bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata orang-orang yg beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan&lt;br /&gt;terbuka terhadap pengalaman-pengalam an baru. Mereka lebih terbuka&lt;br /&gt;terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan&lt;br /&gt;jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga&lt;br /&gt;tertutup terhadap kemungkinan- kemungkinan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di&lt;br /&gt;New York hendak menjual toko permatanya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di&lt;br /&gt;depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di&lt;br /&gt;sebelahnya: "Mr. Buffet!" Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan&lt;br /&gt;dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir&lt;br /&gt;lain. Ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet,&lt;br /&gt;salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan&lt;br /&gt;jaringan toko permatanya. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya,&lt;br /&gt;dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan&lt;br /&gt;Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil&lt;br /&gt;menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun&lt;br /&gt;kemudian Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg.&lt;br /&gt;Betul-betul beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan.&lt;br /&gt;Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika.&lt;br /&gt;Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata&lt;br /&gt;sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan "hati nurani" (intuisi) daripada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi&lt;br /&gt;final decision umumnya dari "gut feeling".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi&lt;br /&gt;akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak&lt;br /&gt;berkesudahan. Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk&lt;br /&gt;mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada&lt;br /&gt;kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih&lt;br /&gt;mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin&lt;br /&gt;tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak teman saya yang bertanya, "mendengarkan intuisi" itu bagaimana?Apakah&lt;br /&gt;tiba2 ada suara yang terdengar menyuruh kita melakukan sesuatu?&lt;br /&gt;Wah, kalau pengalaman saya tidak seperti itu. Malah kalau tiba2 mendengar&lt;br /&gt;suara yg tidak ketahuan sumbernya, bisa2 saya jatuh pingsan. Karena ini&lt;br /&gt;subyektif, mungkin saja ada orang yang beneran denger suara. Tapi kalau&lt;br /&gt;pengalaman saya, sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam berbagai&lt;br /&gt;bentuk, misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami. "Gue kok tiba2 deg-deg&lt;br /&gt;an ya, mau dapet rejeki kali", semacam itu. Badan kita sesungguhnya sering&lt;br /&gt;memberi isyarat2 tertentu yang harus Anda maknakan. Misalnya Anda kok&lt;br /&gt;tiba2 meriang kalau mau dapet deal gede, ya diwaspadai saja kalau tiba2&lt;br /&gt;meriang lagi.&lt;br /&gt;- Isyarat dari perasaan. Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang lain&lt;br /&gt;ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini yang pernah saya alami.&lt;br /&gt;Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa tiba-tiba excited&lt;br /&gt;setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu. Beberapa tahun&lt;br /&gt;kemudiansaya ternyata bekerja di kantor tersebut. Ini masih terjadi untuk&lt;br /&gt;beberapa hal lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Selalu berharap kebaikan akan datang.&lt;br /&gt;Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu&lt;br /&gt;berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap&lt;br /&gt;mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka,&lt;br /&gt;dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain. Coba saja Anda&lt;br /&gt;lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal,&lt;br /&gt;bagaimana prospek bisnis kedepan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme&lt;br /&gt;dan harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik.&lt;br /&gt;Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan&lt;br /&gt;merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi&lt;br /&gt;baiknya. Dalam salah satu tes nya Prof Wiseman meminta peserta untuk&lt;br /&gt;membayangkan sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu&lt;br /&gt;kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka.&lt;br /&gt;Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: "wah sial bener ada di&lt;br /&gt;tengah2 perampokan begitu". Sementara reaksi orang beruntung, misalnya&lt;br /&gt;adalah: "untung saya ada disana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk&lt;br /&gt;media dan dapet duit". Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya untung&lt;br /&gt;terus. Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan&lt;br /&gt;merubahnya menjadi keberuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah Keberuntungan.&lt;br /&gt;Bagi mereka yang kurang beruntung, Prof Wiseman bahkan membuka Luck&lt;br /&gt;School .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang2 semacam itu adalah dengan&lt;br /&gt;membuat "Luck Diary", buku harian keberuntungan. Setiap hari, peserta&lt;br /&gt;harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka. Awalnya mungkin sulit,&lt;br /&gt;tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok-besoknya akan&lt;br /&gt;semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yg mereka tuliskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika mereka melihat beberapa hari kebelakang Lucky Diary mereka,&lt;br /&gt;mereka semakin sadar betapa beruntungnya mereka. Dan sesuai prinsip "law&lt;br /&gt;of attraction", semakin mereka memikirkan betapa mereka beruntung, maka&lt;br /&gt;semakin banyak lagi lucky events yang datang pada hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sesederhana itu rahasia si Untung. Ternyata semua orang juga bisa&lt;br /&gt;beruntung. Termasuk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siap mulai menjadi si Untung?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-3607208460410116541?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/3607208460410116541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/3607208460410116541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2007/05/rahasia-si-untung.html' title='Rahasia Si Untung'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-117626837568789609</id><published>2007-04-11T12:12:00.000+07:00</published><updated>2007-04-11T12:12:55.763+07:00</updated><title type='text'>Kiat Mengatasi Konflik Dengan Rekan Sekerja</title><content type='html'>K I A T   M E N G A T A S I   K O N F L I K&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; D E N G A N   R E K A N   S E K E R J A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Anda pasti pernah mengalami situasi dimana Anda tak bertegur&lt;br /&gt; sapa atau bertengkar hebat dengan salah seorang teman kerja Anda di&lt;br /&gt; kantor, bukan ? Tak gampang memang menjadikan perbedaan sebagai&lt;br /&gt; penguat hubungan antar-rekan kerja. Yang ada, perbedaan justru&lt;br /&gt; membawa bibit perselisihan. Nah, jika Anda tak pandai-pandai&lt;br /&gt; mengenali dan mengatasi perbedaan tersebut, bisa-bisa kantor berubah&lt;br /&gt; menjadi ajang pertengkaran. Selalu dan selalu timbul konflik. Nah,&lt;br /&gt; bagaimana cara mengatasi konflik dengan rekan sekerja ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Rumus pertama untuk memenej konflik sebetulnya sederhana.&lt;br /&gt; Jika Anda merasa sangat kesal dan sangat marah, jangan berlama-lama,&lt;br /&gt; segera tinggalkan ruangan. Jika Anda tidak bisa meninggalkan&lt;br /&gt; ruangan, gigit lidah Anda dan tak usah berkata sepatah pun. Jangan&lt;br /&gt; berteriak atau, lebih-lebih, melempar benda-benda. Nah, setelah Anda&lt;br /&gt; bisa lepas dari bara kemarahan, langkah selanjutnya adalah&lt;br /&gt; mengontrol emosi. Caranya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Coba ingat-ingat, apakah Anda pernah merasakan kemarahan&lt;br /&gt; yang sama sebelum-sebelumnya ? Mencoba memahami perasaan lawan&lt;br /&gt; bicara juga bisa membantu Anda menghindarkan tindakan yang tidak&lt;br /&gt; produktif. "Oh, ia mengatakan itu maksudnya adalah begini."&lt;br /&gt; Pengalaman masa lalu juga akan membantu Anda mencari solusi untuk&lt;br /&gt; konflik yang muncul sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Tanyakan pada diri Anda, seberapa penting sebetulnya lawan&lt;br /&gt; bicara yang tengah berkonflik dengan Anda ? Menempatkan arti&lt;br /&gt; hubungan akan membantu Anda menempatkan konflik itu pada jalur yang&lt;br /&gt; benar, bukan sekedar mengumbar emosi. Misalnya, Anda bertengkar&lt;br /&gt; hebat dengan teman kerja yang sudah sekian tahun bersama-sama hanya&lt;br /&gt; untuk urusan kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tanyakan, apa lagi yang tengah Anda alami selain konflik&lt;br /&gt; dengan rekan Anda itu ? Jangan-jangan Anda memang tengah dalam&lt;br /&gt; tekanan masalah di luar masalah pekerjaan. Misalnya, sedang&lt;br /&gt; bermasalah dengan suami. Atau Anda sedang capek sepulang dari tugas&lt;br /&gt; luar kota, atau badan tak enak. Istirahat cukup mungkin bisa&lt;br /&gt; membnatu Anda melihat permasalahan dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Tanyakan, apa yang Anda peroleh dari konflik tersebut ?&lt;br /&gt; Jawaban dari pertanyaan ini akan membantu Anda memahami motif Anda&lt;br /&gt; yang sebenarnya. Jangan-jangan, Anda bertengkar semata-mata hanya&lt;br /&gt; karena tak ingin jatuh gengsi, misalnya. Tanyakan juga, apa yang&lt;br /&gt; hendak Anda pertaruhkan dengan konflik tersebut ? Kalau memang bukan&lt;br /&gt; persoalan yang memang krusial, jangan menghabiskan energi hanya&lt;br /&gt; untuk bertengkar. Mengevaluasi kemungkinan-kemungkinan yang bisa&lt;br /&gt; terjadi akan membantu Anda membuat keputusan yang tepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; Sumber : KCM - Jumat, 21 Oktober 2005&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-117626837568789609?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/117626837568789609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/117626837568789609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2007/04/kiat-mengatasi-konflik-dengan-rekan.html' title='Kiat Mengatasi Konflik Dengan Rekan Sekerja'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-117626830169782164</id><published>2007-04-11T12:10:00.000+07:00</published><updated>2007-04-11T12:11:42.253+07:00</updated><title type='text'>7 Hambatan Untuk Menjadi Kreatif</title><content type='html'>Siapa bilang kreativitas hanya milik para seniman ? Siapa&lt;br /&gt; bilang kreativitias hanya milik orang muda ? Siapa bilang orang&lt;br /&gt; sukses saja yang kreatif ? Menurut Carol K Bowman (Creativity in&lt;br /&gt; Business), setiap orang memiliki kreativitas. Bahkan, mereka yang&lt;br /&gt; sudah di atas 45 tahun sekalipun masih dianugerahi kemampuan untuk&lt;br /&gt; menjadi kreatif. Pendeknya, selama otak masih berfungsi, kreativitas&lt;br /&gt; masih mengalir dalam diri seseorang. Lalu, jika demikian mengapa&lt;br /&gt; banyak orang belum mampu memanfaatkan kreativitas mereka secara&lt;br /&gt; optimal ? Ternyata ada banyak hambatan untuk menjadi kreatif, 7&lt;br /&gt; diantaranya dapat Anda simak disini. Kenali hambatan-hambatan&lt;br /&gt; tersebut, siapa tahu beberapa diantaranya dapat Anda temukan disini?&lt;br /&gt; Lalu ambilah strategi dan tindakan untuk mengasah kembali daya&lt;br /&gt; kreativitas Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; HAMBATAN 1 : RASA TAKUT&lt;br /&gt; -----------------------&lt;br /&gt; "Mengapa kamu tidak mencoba cara baru saja untuk menyelesaikan&lt;br /&gt; pekerjaan ini dengan lebih cepat ?" "Ah, saya takut gagal. Kalau&lt;br /&gt; saya gagal atau salah, saya pasti dimarahi, bos ! Jadi lebih baik&lt;br /&gt; saya kerjakan saja sesuai dengan yang diperintahkan." Yah, rasa&lt;br /&gt; takut gagal, takut salah, takut dimarahi, dan rasa takut lainnya&lt;br /&gt; sering menghambat seseorang untuk berpikir kreatif. Tahukah Anda&lt;br /&gt; bahwa Abraham Lincoln sebelum menjadi presiden, berkali-kali kalah&lt;br /&gt; dalam pemilihan sebagai senator dan juga presiden ? Tahukah Anda&lt;br /&gt; bahwa Spence Silver (3M) yang gagal menciptakan lem kuat, akhirnya&lt;br /&gt; menemukan `post-it' notes ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; HAMBATAN 2 : RASA PUAS&lt;br /&gt; ----------------------&lt;br /&gt; "Mengapa saya harus coba sesuatu yang baru ? Dengan begini saja saya&lt;br /&gt; sudah nyaman." "Saya sudah sukses. Apa lagi yang harus saya&lt;br /&gt; cemaskan ?" Ternyata bukan masalah saja yang bisa menjadi hambatan.&lt;br /&gt; Kesuksesan, kepandaian dan kenyamananpun bisa jadi hambatan. Orang&lt;br /&gt; yang sudah puas akan prestasi yang diraihnya, serta telah merasa&lt;br /&gt; nyaman dengan kondisi yang dijalaninya seringkali terbutakan oleh&lt;br /&gt; rasa bangga dan rasa puas tersebut sehingga orang tersebut tidak&lt;br /&gt; terdorong untuk menjadi kreatif mencoba yang baru, belajar sesuatu&lt;br /&gt; yang baru, ataupun menciptakan sesuatu yang baru. Apple Computer&lt;br /&gt; yang pernah menjadi nomor satu sebagai produsen komputer, pernah&lt;br /&gt; tergilas oleh para pemain baru di industri ini karena Apple telah&lt;br /&gt; terpaku pada keberhasilannya sebagai yang nomor satu, sehingga&lt;br /&gt; menjadi lengah untuk menawarkan sesuatu yang baru pada target pasar&lt;br /&gt; sampai perusahaan ini terhenyak dengan munculnya pesaing yang&lt;br /&gt; berhasil menggeser kedudukan Apple. Namun, belajar dari kesalahan,&lt;br /&gt; Apple berusaha bangkit kembali dengan produk-produk baru andalan&lt;br /&gt; mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; HAMBATAN 3 : RUTINITAS TINGGI&lt;br /&gt; -----------------------------&lt;br /&gt; "Coba-coba yang baru ? Aduh mana sempat ? Pekerjaan rutin saja tidak&lt;br /&gt; ada habis-habisnya." Apakah kalimat ini pernah Anda ucapkan ? Jika&lt;br /&gt; ya, berarti rutinitas pernah menjadi hambatan bagi Anda untuk&lt;br /&gt; memanfaatkan kemampuan Anda untuk berpikir kreatif. Mungkin Anda&lt;br /&gt; perlu menyisihkan waktu khusus untuk mengisi `kehausan' Anda akan&lt;br /&gt; kreativitas, misalnya baca buku tiap minggu (anda bisa menemukan ide&lt;br /&gt; brilian yang bisa Anda adaptasi, atau perbaiki), perluas lingkungan&lt;br /&gt; sosial Anda dengan mengikuti perkumpulan-perkumpulan di luar&lt;br /&gt; pekerjaan Anda (siapa tahu Anda bertemu dengan orang-orang yang bisa&lt;br /&gt; mendukung Anda ke jenjang sukses). Tahukah Anda bahwa Mariah Carey&lt;br /&gt; sengaja menyisihkan waktu dari kegiatan rutinnya sebagai penyanyi&lt;br /&gt; latar untuk memperluas pergaulannya ? Mariah berusaha masuk ke&lt;br /&gt; lingkungan pergaulan para petinggi di dunia musik internasional&lt;br /&gt; sebelum akhirnya bertemu dengan produser musik yang bersedia&lt;br /&gt; mensponsori album pertamanya yang langsung menjadi hit dunia ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; HAMBATAN 4 : KEMALASAN MENTAL&lt;br /&gt; -----------------------------&lt;br /&gt; "Untuk mencoba yang baru berarti saya harus belajar dulu. Aduh,&lt;br /&gt; susah. Terlalu banyak yang harus saya pelajari. Biar yang lain saja&lt;br /&gt; yang belajar." "Memikirkan cara lain ? Wah, sekarang saja sudah&lt;br /&gt; banyak yang harus saya pikirkan. Lagipula memikirkan cara baru bukan&lt;br /&gt; tugas saya, biarlah atasan saya saja yang memikirkannya." Ini&lt;br /&gt; merupakan beberapa contoh kemalasan mental yang menjadi hambatan&lt;br /&gt; untuk berpikir kreatif. Tidak heran jika orang yang malas&lt;br /&gt; menggunakan kemampuan otaknya untuk berpikir kreatif sering&lt;br /&gt; tertinggal dalam karir dan prestasi kerja oleh orang-orang yang&lt;br /&gt; tidak malas untuk mengasah otaknya guna memikirkan sesuatu yang&lt;br /&gt; baru, ataupun mencoba yang baru. Tahukah Anda bahwa Thomas Alva&lt;br /&gt; Edison tidak berhenti berusaha untuk memikirkan cara yang lebih baik&lt;br /&gt; dari eksperimen sebelumnya sampai puluhan kali sebelum akhirnya ia&lt;br /&gt; menemukan lampu pijar ? Bayangkan apa yang akan terjadi jika pada&lt;br /&gt; kegagalan pertama, Edison malas berpikir untuk mengasah&lt;br /&gt; kreativitasnya dan melanjutkan ke eksperimen-eksperimen berikutnya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; HAMBATAN 5 : BIROKRASI&lt;br /&gt; -----------------------&lt;br /&gt; "Saya bosan menyampaikan ide lagi. Ide saya yang enam bulan lalu&lt;br /&gt; saya sampaikan, belum ada kabarnya apakah diterima atau tidak ?"&lt;br /&gt; Seringkali karyawan atau pelanggan mengeluh karena ide atau usulan&lt;br /&gt; mereka tidak ditanggapi. Hal ini bisa saja terjadi karena proses&lt;br /&gt; pengambilan keputusan yang lama, atau karena proses birokrasi yang&lt;br /&gt; terlalu berliku-liku. Kondisi seperti ini sering mematahkan semangat&lt;br /&gt; orang untuk berkreasi ataupun menyampaikan ide dan usulan perbaikan.&lt;br /&gt; Biasanya semakin besar organisasi, semakin panjang proses birokrasi,&lt;br /&gt; sehingga masalah yang terjadi di lapangan tidak bisa langsung&lt;br /&gt; terdeteksi oleh top management karena harus melewati rantai&lt;br /&gt; birokrasi yang panjang. Belajar dari pengalaman dan hasil studi di&lt;br /&gt; bidang manajemen, banyak organisasi dunia yang sekarang memecah diri&lt;br /&gt; menjadi unit-unit bisnis yang lebih kecil untuk memperpendek&lt;br /&gt; birokrasi agar bisa lebih gesit dalam berkreasi menampilkan ide-ide&lt;br /&gt; segar bagi para pelanggan ataupun dalam kecepatan mendapatkan solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; HAMBATAN 6 : TERPAKU PADA MASALAH&lt;br /&gt; ----------------------------------&lt;br /&gt; Masalah seperti kegagalan, kesulitan, kekalahan, kerugian memang&lt;br /&gt; menyakitkan. Tetapi bukan berarti usaha kita untuk memperbaiki&lt;br /&gt; ataupun mengatasi masalah tersebut harus terhenti. Justru dengan&lt;br /&gt; adanya masalah, kita merasa terdorong untuk memacu kreativitas agar&lt;br /&gt; dapat menemukan cara lain yang lebih baik, lebih cepat, lebih&lt;br /&gt; efektif. Tahukah Anda bahwa Colonel Sanders menghadapi kesulitan&lt;br /&gt; dalam menjual resep ayam goreng tepungnya ? Namun, ia tidak terpaku&lt;br /&gt; pada kesulitan tersebut, ia memanfaatkan kreativitasnya sampai&lt;br /&gt; akhirnya ia mendapat ide untuk menggunakan sendiri resep tersebut&lt;br /&gt; dengan mendirikan restoran cepat saji dengan menu utama ayam goreng&lt;br /&gt; tepung. Idenya ini terbukti manjur membukukan suksesnya sebagai&lt;br /&gt; salah satu pebisnis waralaba terbesar di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; HAMBATAN 7 : "STEREOTYPING"&lt;br /&gt; --------------------------&lt;br /&gt; Lingkungan dan budaya sekitar kita yang membentuk opini atau&lt;br /&gt; pendapat umum terhadap sesuatu (stereotyping) bisa juga menjadi&lt;br /&gt; hambatan dalam berpikir kreatif. Misalnya saja pada zaman Kartini,&lt;br /&gt; masyarakat menganggap bahwa sudah sewajarnyalah jika wanita tinggal&lt;br /&gt; di rumah saja, tidak perlu pendidikan tinggi, dan hanya bertugas&lt;br /&gt; untuk melayani keluarga saja, tidak usah berkarir di luar rumah. Apa&lt;br /&gt; jadinya jika wanita-wanita hebat seperti Kartini, Dewi Sartika, Tjut&lt;br /&gt; Njak Dhien menerima saja semua pandangan umum yang berlaku di&lt;br /&gt; masyarakat saat itu ? Mungkin Indonesia tidak akan pernah menikmati&lt;br /&gt; jasa yang diperkaya oleh keterlibatan para wanita profesional,&lt;br /&gt; misalnya: mendapatkan layanan dokter wanita, menikmati kreasi&lt;br /&gt; arsitek dan seniman wanita, mendapatkan hasil didikan guru wanita,&lt;br /&gt; mengirim diplomat wanita sebagai duta Indonesia, atau bahkan&lt;br /&gt; dipimpin oleh seorang presiden direktur, bahkan presiden (pimpinan&lt;br /&gt; negara) wanita. Kreativitas memang masih harus ditunjang dengan&lt;br /&gt; senjata sukses lainnya. Tetapi, orang yang memiliki dan bisa&lt;br /&gt; mengoptimalkan kreativitas mereka bisa menggeser mereka yang tidak&lt;br /&gt; memanfaatkan kreativitas mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Lalu, bagaimana jika Anda mengalami hambatan untuk&lt;br /&gt; mengoptimalkan kreativitas Anda ? Tidak perlu panik. Kenali&lt;br /&gt; hambatannya, atasi, dan ambil tindakan untuk mengasah kembali&lt;br /&gt; kreativitas Anda. Kreativitas itu ibarat sebuah intan, semakin&lt;br /&gt; diasah semakin berkilau. Jadi sudah siapkah Anda untuk membuat&lt;br /&gt; kreativitas Anda agar semakin berkilau ? Selamat mencoba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sumber : WISDOM oleh Roy Sembel&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-117626830169782164?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/117626830169782164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/117626830169782164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2007/04/7-hambatan-untuk-menjadi-kreatif.html' title='7 Hambatan Untuk Menjadi Kreatif'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-116809759652118901</id><published>2007-01-06T22:22:00.000+07:00</published><updated>2007-01-06T22:33:16.716+07:00</updated><title type='text'>Catatan harian seorang pramugari</title><content type='html'>Saya adalah seorang pramugari biasa dari Hawa Airline, karena&lt;br /&gt; bergabung dengan perusahaan penerbangan hanya beberapa tahun dan tidak&lt;br /&gt; mempunyai pengalaman yang mengesankan, setiap hari hanya melayani&lt;br /&gt; penumpang dan melakukan pekerjaan yang monoton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada tanggal 31 Juni yang lalu saya menjumpai suatu pengalaman yang membuat&lt;br /&gt; perubahan pandangan saya terhadap pekerjaan maupun hidup saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hari ini jadwal perjalanan kami adalah dari &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204);" id="lw_1168097252_0"&gt;Mojokerto&lt;/span&gt; menuju Surabaya,&lt;br /&gt; penumpang sangat penuh pada hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Diantara penumpang saya melihat seorang kakek dari desa, merangkul sebuah&lt;br /&gt; karung tua dan terlihat jelas sekali gaya desanya, pada saat itu saya yang&lt;br /&gt; berdiri dipintu pesawat menyambut penumpang kesan&lt;br /&gt; pertama dari pikiran saya ialah zaman sekarang sungguh sudah maju&lt;br /&gt; seorang dari desa sudah mempunyai uang untuk naik pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ketika pesawat sudah terbang, kami mulai menyajikan minuman, ketika&lt;br /&gt; melewati baris ke 2, saya melihat kembali kakek tua tersebut, dia duduk&lt;br /&gt; dengan tegak dan kaku ditempat duduknya dengan memangku karung tua&lt;br /&gt; bagaikan patung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kami menanyakannya mau minum apa, dengan terkejut dia melambaikan&lt;br /&gt; tangan menolak, kami hendak membantunya meletakan karung tua diatas bagasi&lt;br /&gt; tempat duduk juga ditolak olehnya, lalu kami membiarkannya&lt;br /&gt; duduk dengan tenang, menjelang pembagian makanan kami melihat dia&lt;br /&gt; duduk dengan tegang ditempat duduknya, kami menawarkan makanan juga&lt;br /&gt; ditolak olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Akhirnya kepala pramugari dengan akrab bertanya kepadanya apakah dia&lt;br /&gt; sakit, dengan suara kecil dia mejawab bahwa dia hendak ke toilet&lt;br /&gt; tetapi dia takut apakah dipesawat boleh bergerak sembarangan, takut&lt;br /&gt; merusak barang didalam pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kami menjelaskan kepadanya bahwa dia boleh bergerak sesuka hatinya dan&lt;br /&gt; menyuruh seorang pramugara mengantar dia ke toilet, pada saat&lt;br /&gt; menyajikan minuman yang kedua kali, kami melihat dia melirik ke&lt;br /&gt; penumpang disebelahnya dan menelan ludah, dengan tidak menanyakannya kami&lt;br /&gt; meletakan segelas minuman teh dimeja dia, ternyata gerakan kami&lt;br /&gt; mengejutkannya, dengan terkejut dia mengatakan tidak usah, tidak usah,&lt;br /&gt; kami mengatakan engkau sudah haus minumlah, pada saat ini dengan&lt;br /&gt; spontan dari sakunya dikeluarkan segenggam uang logam yang disodorkan&lt;br /&gt; kepada &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204);" id="lw_1168097252_1"&gt;kami, kami&lt;/span&gt; menjelaskan kepadanya minumannya gratis, dia tidak&lt;br /&gt; percaya, katanya saat dia dalam perjalanan menuju bandara, merasa haus dan&lt;br /&gt; meminta air kepada penjual makanan dipinggir jalan dia tidak&lt;br /&gt; diladeni malah diusir. Pada saat itu kami mengetahui demi menghemat biaya&lt;br /&gt; perjalanan dari desa dia berjalan kaki sampai mendekati bandara baru naik&lt;br /&gt; mobil, karena uang yang dibawa sangat sedikit, hanya dapat meminta minunam&lt;br /&gt; kepada penjual makanan dipinggir jalan itupun&lt;br /&gt; kebanyakan ditolak dan dianggap sebagai pengemis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Setelah kami membujuk dia terakhir dia percaya dan duduk dengan tenang&lt;br /&gt; meminum secangkir teh, kami menawarkan makanan tetapi ditolak olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dia menceritakan bahwa dia mempunyai dua orang putra yang sangat baik,&lt;br /&gt; putra sulung sudah bekerja di kota dan yang bungsu sedang kuliah&lt;br /&gt; ditingkat tiga di Surabaya. anak sulung yang bekerja di kota menjemput kedua&lt;br /&gt; orang tuanya untuk tinggal bersama di kota tetapi kedua orang tua tersebut&lt;br /&gt; tidak biasa tinggal dikota akhirnya pindah kembali ke desa, sekali ini&lt;br /&gt; orang tua tersebut hendak menjenguk putra bungsunya di Surabaya, anak&lt;br /&gt; sulungnya tidak tega orang tua tersebut naik mobil begitu jauh, sehingga&lt;br /&gt; membeli tiket pesawat dan menawarkan menemani bapaknya bersama-sama ke&lt;br /&gt; Surabaya, tetapi ditolak olehnya karena&lt;br /&gt; dianggap terlalu boros dan tiket pesawat sangat mahal dia bersikeras dapat&lt;br /&gt; pergi sendiri akhirnya dengan terpaksa disetujui anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dengan merangkul sekarung penuh ubi kering yang disukai anak&lt;br /&gt; bungsunya, ketika melewati pemeriksaan keamanan dibandara, dia disuruh&lt;br /&gt; menitipkan karung tersebut ditempat bagasi tetapi dia bersikeras&lt;br /&gt; membawa sendiri, katanya jika ditaruh ditempat bagasi ubi tersebut akan&lt;br /&gt; hancur dan anaknya tidak suka makan ubi yang sudah hancur,&lt;br /&gt; akhirnya kami membujuknya meletakan karung tersebut di atas bagasi tempat&lt;br /&gt; duduk, akhirnya dia bersedia dengan hati-hati dia meletakan karung&lt;br /&gt; tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saat dalam penerbangan kami terus menambah minuman untuknya, dia&lt;br /&gt; selalu membalas dengan ucapan terima kasih yang tulus, tetapi dia&lt;br /&gt; tetap tidak mau makan, meskipun kami mengetahui sesungguhnya dia sudah&lt;br /&gt; sangat lapar, saat pesawat hendak mendarat dengan suara kecil dia&lt;br /&gt; menanyakan saya apakah ada kantongan kecil? dan meminta saya meletakan&lt;br /&gt; makanannya di kantong tersebut. Dia mengatakan bahwa dia belum pernah&lt;br /&gt; melihat makanan yang begitu enak, dia ingin membawa makanan tersebut untuk&lt;br /&gt; anaknya, kami semua sangat kaget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menurut kami yang setiap hari melihat makanan yang begitu biasa dimata&lt;br /&gt; seorang desa menjadi begitu berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dengan menahan lapar disisihkan makanan tersebut demi anaknya, dengan&lt;br /&gt; terharu kami mengumpulkan makanan yang masih tersisa yang belum kami&lt;br /&gt; bagikan kepada penumpang ditaruh didalam suatu kantongan yang akan kami&lt;br /&gt; berikan kepada kakek tersebut, tetapi diluar dugaan dia menolak pemberian&lt;br /&gt; kami, dia hanya menghendaki bagian dia yang belum dimakan tidak&lt;br /&gt; menghendaki yang bukan miliknya sendiri, perbuatan yang tulus tersebut&lt;br /&gt; benar-benar membuat saya terharu dan menjadi pelajaran&lt;br /&gt; berharga bagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sebenarnya kami menganggap semua hal tersebut sudah berlalu, tetapi siapa&lt;br /&gt; menduga pada saat semua penumpang sudah turun dari pesawat, dia yang&lt;br /&gt; terakhir berada di pesawat. Kami membantunya keluar dari pintu pesawat,&lt;br /&gt; sebelum keluar dia melakukan sesuatu hal yang sangat tidak bisa saya&lt;br /&gt; lupakan seumur hidup saya, yaitu dia berlutut dan menyembah kami,&lt;br /&gt; mengucapkan terima kasih dengan bertubi-tubi, dia mengatakan bahwa kami&lt;br /&gt; semua adalah orang yang paling baik yang dijumpai, kami di desa hanya&lt;br /&gt; makan sehari sekali dan tidak pernah meminum air yang&lt;br /&gt; begitu manis dan makanan yang begitu enak, hari ini kalian tidak&lt;br /&gt; memandang hina terhadap saya dan meladeni saya dengan sangat baik, saya&lt;br /&gt; tidak tahu bagaimana mengucapkan terima kasih kepada kalian.&lt;br /&gt; Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian, dengan menyembah dan menangis dia&lt;br /&gt; mengucapkan perkataannya. Kami semua dengan terharu memapahnya dan&lt;br /&gt; menyuruh seseorang anggota yang bekerja dilapangan membantunya keluar dari&lt;br /&gt; lapangan terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Selama 5 tahun bekerja sebagai pramugari, beragam-ragam penumpang&lt;br /&gt; sudah saya jumpai, yang banyak tingkah, yang cerewet dan lain-lain, tetapi&lt;br /&gt; belum pernah menjumpai orang yang menyembah &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204);" id="lw_1168097252_2"&gt;kami, kami&lt;/span&gt; hanya menjalankan&lt;br /&gt; tugas kami dengan rutin dan tidak ada keistimewaan yang kami berikan,&lt;br /&gt; hanya menyajikan minuman dan makanan, tetapi kakek tua yang berumur 70&lt;br /&gt; tahun tersebut sampai menyembah kami mengucapkan&lt;br /&gt; terima kasih, sambil merangkul karung tua yang berisi ubi kering dan&lt;br /&gt; menahan lapar menyisihkan makanannya untuk anak tercinta, dan tidak&lt;br /&gt; bersedia menerima makanan yang bukan bagiannya, perbuatan tersebut membuat&lt;br /&gt; saya sangat terharu dan menjadi pengalaman yang sangat&lt;br /&gt; berharga buat saya dimasa datang yaitu jangan memandang orang dari&lt;br /&gt; penampilan luar tetapi harus tetap menghargai setiap orang dan&lt;br /&gt; mensyukuri apa yang kita dapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Diambil dari Airputih&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-116809759652118901?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/116809759652118901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/116809759652118901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2007/01/catatan-harian-seorang-pramugari.html' title='Catatan harian seorang pramugari'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-116343260862990704</id><published>2006-11-13T22:35:00.000+07:00</published><updated>2006-11-13T22:43:29.746+07:00</updated><title type='text'>Gelas dan Garam</title><content type='html'>Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah didunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu? " sang Guru bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya, " jawab sang murid muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru terkekeh. "Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu."Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu," kata Sang Guru. "Setelah itu coba kau minum airnya sedikit." Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana rasanya?" tanya Sang Guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Asin, dan perutku jadi mual," jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang kau ikut aku." Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka. "Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau."Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan Sang Guru, begitu pikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang, coba kau minum air danau itu," kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya, "Bagaimana rasanya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Segar, segar sekali," kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak sama sekali," kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;"Nak," kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. "Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Tuhan, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Si murid terdiam, mendengarkan."Tapi Nak, rasa &lt;span style="color:#cc0000;"&gt;`asin&lt;/span&gt;' dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya 'qalbu'(hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu jadi sebesar danau." &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;(From : Suluk - Blogsome)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-116343260862990704?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/116343260862990704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/116343260862990704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2006/11/gelas-dan-garam.html' title='Gelas dan Garam'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-116297816929080834</id><published>2006-11-08T16:25:00.000+07:00</published><updated>2006-11-08T16:29:30.073+07:00</updated><title type='text'>Hidup Bijak</title><content type='html'>Ternyata hidup bijak itu sederhana………….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya. Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak berkata kepada ibunya: "Ibu hari ini sangat cantik." Ibu menjawab: "Mengapa?"Anak menjawab: "Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah. "Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah. Temannya berkata: "Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur." Petani menjawab: "Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku." Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: "Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?" Ada yang menjawab: "Cari mulai dari bagian tengah." Ada pula yang menjawab: "Cari di rerumputan yang cekung ke dalam." Dan ada yang menjawab: "Cari di rumput yang paling tinggi." Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: "Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana." Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: "Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku." Katak di pinggir jalan menjawab: "Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah." Beberapa hari kemudian katak "sawah" menjenguk katak "pinggir jalan" dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat. Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya: "Mengapa engkau begitu santai?" Dia menjawab sambil tertawa: "Karena barang bawaan saya sedikit."&lt;br /&gt;Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-116297816929080834?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/116297816929080834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/116297816929080834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2006/11/hidup-bijak.html' title='Hidup Bijak'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-116057787519291666</id><published>2006-10-11T21:41:00.000+07:00</published><updated>2006-10-11T21:44:35.576+07:00</updated><title type='text'>Nikmati Hidup Anda</title><content type='html'>"The successful person in the world are they who always seek for new opportunities when they've got their previous ones".- Brian Tracy -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang telah kita capai saat ini tentu membutuhkan perjuangan yang keras dari kita untuk meraihnya. Namun setelah mencapai tujuan-tujuan ini, terkadang kita lupa untuk membuat tujuan-tujuan baru di dalam hidup. Kebahagiaan yang kita rasakan saat suatu tujuan telah tercapai tidak akan bertahan lama. Pasti lama kelamaan rasa itu menjadi biasa saja. Sebuah survey yang pernah dilakukan di Amerika Serikat menunjukkan, bahwa rata-rata seseorang akan merasa sangat bahagia setelah mencapai tujuan-tujuan dalam hidupnya, maksimal selama 90 hari. Setelah itu, kondisi emosinya menjadi normal lagi. Kebahagiaan dan kebanggaan dalam meraih hal ini yang tadinya begitu menggebu menjadi biasa-biasa saja. Apa makna dari survey ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, kita boleh saja merayakan kemenangan kita dalam meraih tujuan, tapi setelah itu jangan lupa untuk membuat tujuan baru. Kalau kita menganggap bahwa tujuan yang telah tercapai tersebut adalah tujuan akhir, maka bisa dipastikan bahwa rutinitas dalam hidup kita setelahnya akan menjadi bosan, kosong, dan tak tentu arah. Jelas, rutinitas pasti akan membosankan jika kita tidak tahu, apa sebenarnya TUJUAN yang ingin DICAPAI dari rutinitas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatlah selalu beberapa TUJUAN BARU di dalam hidup anda setelah tujuan-tujuan lama telah tercapai. Tujuan baru berarti tujuan yang spesifik di masing-masing bidang dimana anda berada. Misalnya, untuk posisi anda sebagai seorang manager di kantor, apa tujuan anda selanjutnya ? Tujuan ini adalah sesuatu yang sifatnya sangat personal, dan merupakan tujuan anda pribadi, bukan tujuan kantor. Misalnya, target untuk meningkatkan penjualan tahun ini sebesar 30 %, ini adalah tujuan milik kantor, bukan milik anda. Anda hanya sebagai pelaksana dari tercapainya tujuan tersebut. Mungkin anda bisa membuat tujuan pribadi dari tujuan kantor ini misalnya, dengan bekerja keras mencapai target peningkatan 30 % ini, anda akan mendapatkan bonus tambahan sebesar sekian juta rupiah. Atau mungkin dalam posisi anda sebagai seorang kepala keluarga, apa tujuan anda setelah tujuan sebelumnya mempunyai beberapa orang anak kecil yang lucu telah tercapai ? Bisa saja anda mempunyai tujuan bagaimana agar anak-anak anda bisa bersekolah di tempat yang berkualitas, bagaimana anda bisa mendidik mereka dengan benar, sehingga saat mereka tumbuh, mereka bisa menjadi seorang anak yang mempunyai budi pekerti yang tinggi, cerdas, dan ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana emosi kita saat sedang bekerja mencapai suatu tujuan ? NIKMATILAH PROSES yang kita lakukan dalam mencapai tujuan tersebut. Saat anda melakukan presentasi kepada klien misalnya, nikmati proses anda melakukan hal ini dengan semangat yang tinggi. Bayangkan tujuan akhir anda yang bisa dicapai setelah melakukan semua kerja ini. Atau saat anda bersama keluarga, nikmati proses ketika anda menyiapkan makan kepada mereka. Bayangkan bagaimana anak anda bisa tumbuh dan berkembang dengan makanan ini, dan mereka bisa menjadi anak yang sukses seperti yang anda harapkan. Mungkin tidak semua proses membuat kita senang. Ada saat-saat dimana kita mesti menghadapi proses yang tidak mengenakkan, proses yang membuat kita jengkel. Misalnya saja, anak anda tidak menurut apa yang anda katakan. Justru disitulah yang menarik dari proses ini, bagaimana kita menyikapi situasi yang tidak berjalan sesuai dengan yang kita rencanakan. Kedewasaan kita akan banyak terbentuk pada proses ini, membuat kita lebih matang dan berpengalaman dalam menjalani kehidupan. Saat kita bisa menikmati langkah demi langkah dalam melakukan proses ini, hidup akan terasa lebih bernilai bagi kita. Bahkan John Maxwell juga pernah mengatakan, bahwa sukses bukanlah sebuah tujuan akhir, tapi kenikmatan menikmati proses dalam mencapai tujuan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang ketiga, kehidupan juga bisa dibuat lebih semarak jika kita mencoba melakukan aktivitas rutin dengan CARA YANG BERBEDA. Misalnya, jika selama ini kita berangkat ke kantor selalu melalui jalan yang sama, mungkin mencoba memutar melalui jalan lain akan memberikan view yang berbeda, dan menghilangkan kesan rutinitas yang selama ini kita lakukan. Apabila saat ini untuk masuk ke kantor anda di lantai lima, anda selalu naik lift yang sama, mengapa sekali-kali tidak mencoba datang lebih pagi dan mencoba naik tangga, misalnya ? Setidaknya, jantung anda akan berdetak lebih cepat, membuat adrenalin bekerja, dan membuat kita lebih `panas', lebih siap dalam menghadapi tantangan di kantor sepanjang hari. Selamat mencoba, dan sukses untuk anda !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-116057787519291666?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/116057787519291666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/116057787519291666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2006/10/nikmati-hidup-anda.html' title='Nikmati Hidup Anda'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-115988633751000943</id><published>2006-10-03T21:38:00.000+07:00</published><updated>2006-10-03T21:38:58.400+07:00</updated><title type='text'>WAS IT THE COFFEE YOU WANTED?</title><content type='html'>A group of alumni, highly established in their careers, got together to visit their old university professor. Conversation soon turned into complaints about stress in work and life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Offering his guests coffee, the professor went to the kitchen and returned with a large pot of coffee and an assortment of cups--porcelain, plastic, glass, crystal; some plain looking, some expensive, some exquisite--telling them to help themselves to the coffee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When all the students had a cup of coffee in hand, the professor said: "If you noticed, all the nice looking expensive cups were taken up, leaving behind the plain and cheap ones. While it is but normal for you to want only the best for yourselves, that is the source of your problems and stress."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"What all of you really wanted was coffee, not the cup, but you consciously went for the best cups and were eyeing each other's cups."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Now consider this: Life is the coffee, and the jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain Life, and do not change the quality of Life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee God has provided."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"So, don't let the cups drive you .... Enjoy the coffee instead."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-115988633751000943?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/115988633751000943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/115988633751000943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2006/10/was-it-coffee-you-wanted.html' title='WAS IT THE COFFEE YOU WANTED?'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-115043110924402794</id><published>2006-06-16T11:09:00.000+07:00</published><updated>2006-06-16T11:11:50.240+07:00</updated><title type='text'>Joe Girard Van Detroid</title><content type='html'>Jika Muhammad Ali adalah jago tinju sedunia siapakah jago jual sedunia? Kecuali Anda pernah bekerja di bidang penjualan mobil, saya tidak yakin Anda mengenalnya. Dia adalah Joe Girard, world-class achiever di bidangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya ingin memperkenalkan kepada Anda sang legendaris ini. Nama Joe Girard kini tercatat abadi sebagai World's Greatest Salesman menurut The Guinness Book of World Records. Latar belakangnya yang miskin penuh derita membuat suksesnya lebih bercahaya. Ia adalah pahlawan wiraniaga terbesar yang bisa disejajarkan dengan Rudy Hartono di bulu-tangkis, Karpov di catur, atau Pele di sepakbola. Joe Girard, yang tinggal di Detroit ini, selama 12 tahun berturut-turut berhasil menjual puluhan ribu mobil --sendirian-- dengan rata-rata penjualan 6 kendaraan per hari. Penjualan ini ekivalen dengan kinerja sebuah dealer mobil berukuran top di Indonesia dengan dukungan karyawan 30-an orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Oktober 1992 dia datang ke Indonesia dan memukau ratusan pendengarnya, yang membayar US$ 250.00 per orang, dalam seminar setengah hari di Jakarta Hilton. Di sana ia menceritakan kiat-kiatnya menjadi jago dunia. Berikut adalah analisis saya tentang profil keberhasilan spektakuler Joe Girard yang saya dengar dari ceramah itu, dan dilengkapi oleh informasi dari beberapa buku tulisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekaligus saya ingin mencoba mendeskripsikan profil seorang jago dunia secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jago Dunia Memiliki Tekad Baja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali karakter Joe Girard yang paling menonjol adalah niat dan tekadnya yang sangat kuat untuk berhasil. Anda dapat menerjemahkan niat dan tekad ini sebagai ambisi suci, keinginan mulia, atau kerinduan agung. Apa pun namanya, niat besar ini telah memberinya semacam tenaga batin (inner power) yang luar biasa untuk meretas belenggu-belenggu kegagalan dan keterbatasan, serta meraih sukses dalam karirnya. Untuk berhasil, apalagi sampai tingkat dunia seperti Joe Girard, sejumlah hambatan dan rintangan seperti kemalasan, ketakutan, godaan, keterbatasan pengetahuan, keterbatasan relasi, kurang fa-silitas, kurang modal dan 1001 kekurangan lainnya harus diatasi. Joe Girard sendiri tidak lulus SMP, dibesarkan di daerah kumuh oleh seorang ayah mafia kelas teri, berkali-kali ditangkap polisi karena mencuri dan kriminal lainnya. Latar belakangnya sungguh muram. Tetapi tekadnya untuk berhasil lebih kuat daripada kelemahan yang membelenggu dirinya. Hal itu pula yang memampukannya mengatasi kelaparan, kehausan, kelelahan, tekanan, ejekan, pelecehan, salah pengertian, bahkan tantangan dan ancaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jago Dunia Digerakkan Oleh Visi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joe Girard sangat fasih menuturkan apa yang dikehendakinya, seolah-olah impiannya tersebut sudah ada, sudah terlihat, sudah nyata. Kemampuannya menyentuh ikhwal imajiner ini bahkan sudah sampai ke tahap emosional, artinya emosinya sudah mampu merangsang kehendaknya atas hasil masa depan yang dirindukannya. Inilah yang secara praktis saya sebut dengan visi atau sasaran agung, yakni kemampuan melihat dan merasakan sesuatu pada ruang masa depan. Apa manfaat praktis dari sebuah visi? Manfaat terbesar adalah menyediakan arah, tuntunan, dan gairah hidup bagi sang visioner. Dengan demikian, upaya dan kegiatannya menjadi efektif dan sekaligus juga efisien. Di pihak lain, orang yang tidak punya visi gampang teralihkan dan kemudian terombang-ambingkan. Ia tidak tahu apa yang dikehendakinya. Kadang, meskipun tahu, tetapi tidak sejelas kristal, dengan akibat tidak punya daya, powerless.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jago Dunia Tekun dan Tabah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketekunan dan ketabahan adalah kemampuan menyelesaikan suatu pekerjaan sampai tuntas, selesai dan berhasil, apa pun halangannya. Lawan sifat ini adalah gampang menunda. Orang yang tidak tekun mudah menyerah pada godaan sesaat --menyimpang dari rel visi-- yang umumnya dapat digolongkan pada tiga kategori: nafsu mata, nafsu perut, dan nafsu libido. Meskipun pemenuhan nafsu-nafsu di atas tidak salah, bahkan esensial bagi eksistensi kehidupan kita, tetapi pemenuhan berlebihan (indulgency) tidaklah menyehatkan pada tingkat psikologis. Pada taraf tertentu, nafsu-nafsu itu perlu didisiplinkan dan ditahan. Secara umum inilah tujuan paling praktis dari tradisi ber-puasa, berpantang, bertarak, atau mutih. Bertekun mengerjakan sesuatu memerlukan pengorbanan, dalam bentuknya yang khusus, menolak pemenuhan ketiga nafsu di atas untuk sementara, sampai tugas itu tuntas selesai. Menunda sebuah pekerjaan penting demi acara tinju di TV misalnya, adalah contoh ketidaktekunan. Cita-cita menjadi jago dunia pun tinggal ilusi. Joe Girard memahami arti ketekunan ini. Dia melakoninya hingga tuntas. Kisahnya memelihara ribuan file pelanggan dan mengirimkan kepada masing-masing satu kartu khusus setiap bulan adalah salah satu contoh ketekunannya. Menurut Joe Girard, tidak ada pelanggannya yang berhenti membeli mobil darinya, kecuali mereka pindah dari Amerika atau meninggal dunia. Juga, kisah bagaimana ia menelepon pelanggan sehari penuh sampai malam, memenangkan penjualan yang sangat dibutuhkannya ada-lah contoh ketabahannya. Dan ketekunan dan ketabahannya membuahkan hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jago Dunia Selalu Berpikir Positif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mental positif adalah sikap dasar dalam mendekati segala sesuatu dengan positif. Sikap positif berakar pada sejumlah keyakinan yang juga positif seperti: bekerja itu sehat; kejujuran adalah modal dasar; tanpa komitmen tiada sukses; apa pun yang terjadi selalu ada manfaatnya; kerjasama adalah kunci sukses; tahan menderita adalah sehat; hari esok tak sama dengan hari kemarin; selalu ada cara yang lebih baik dari cara sekarang; melayani berarti memimpin; memaafkan itu menyehatkan jiwa; dan 1001 keyakin-an positif lainnya. Joe Girard digelari sebagai The Positive Thinker No. 1 oleh Norman Vincent Peale, pengarang buku laris sepanjang zaman The Power of Positive Thinking. Dan gelar ini memang betul. Jika kita membaca buku Joe Girard, maka semangat yang paling menonjol adalah pikiran positif. Ia bahkan mampu mentransformasikan residu pengalaman negatifnya dari masa lampau menjadi tenaga pendorong positif bagi hidupnya di masa kini. Misalnya gelar sebagai "anak tidak becus" yang diberikan ayahnya sambil memukuli dirinya ketika ia masih SD --yang membekaskan luka dalam di hatinya-- menjadi pemecut semangatnya untuk membuktikan sebaliknya. Tiap kali ada tendensi ia membelok dari cita-citanya, diingatkannya dirinya bahwa "anak tidak becus" akan menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Jago Dunia Selalu Bersemangat dan Antusias&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa pernah melihat Joe Girard berbicara, maka dia pasti setuju bahwa antusiasme superior adalah ciri khas tokoh kita ini. Ia berlari, melompat, dan berteriak di panggung seminar. Suaranya melengking, bergetar, atau membahana di mana perlu. Lain kali suaranya mengecil dan berbisik sambil menangis. Ia berbicara dengan hati dan emosinya. Baginya panggung seminar adalah panggung teater. Ia bukan tipe seminaris yang membaca makalah dengan kering dan membosankan. Akan tetapi, di luar panggung pun, Joe Girard sungguh-sungguh antusias. Ia menyapa orang-orang dengan hangat dan bersemangat. Bila kita berbicara dengannya daya magnetik pribadinya sungguh-sungguh memikat dan memukau. Kita merasa disemangati, diisi baterainya dan dikuatkan. Tidak heran, calon-calon pembeli mobilnya begitu terpikat dan membeli mobilnya dengan senang. Bahkan dikisahkannya, seorang wartawan yang semula cuma berniat mewawancarainya, akhirnya membeli mobil usai acara karena the power of enthusiasm ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jago Dunia Pandai Dalam Relasi Antar Manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis berarti hubungan dengan banyak orang. Semakin maju bisnis kita, semakin banyak kita harus berhubungan dengan orang lain. Konon BCA dengan tabungan TAHAPAN yang terkenal itu saja harus melayani sekitar 20 juta nasabah. Suatu jumlah yang lebih besar dari penduduk Malaysia. Berarti BCA harus membina hubungan dengan nasabah sebanyak itu. Dapat ditebak bahwa salah satu sukses BCA adalah kemampuan mereka menangani manusia. Sebaliknya dapat dipastikan, problem nomor satu pun adalah people relations juga. Joe Girard menjual secara pribadi sekitar 1.500 mobil per tahun, berarti ia harus menjumpai lebih banyak lagi calon pembeli. Sesudah itu pelanggannya dipelihara melalui surat, telepon atau undangan khusus. Hasilnya 80% penjualannya adalah repeat order, yaitu penjualan berulang. Sulit dibayangkan bagaimana Joe Girard bisa sukses tanpa human relations yang canggih. Dari percakapan dengan Joe Girard, mendengar ceramahnya, dan membaca bukunya, saya simpulkan bahwa prinsip utama human relations yang diterapkannya adalah "menyukai orang lain secara sungguh-sungguh." Dalam bahasa lain dia berkata: to love my customers honestly, genuinely, sincerely. Motto Joe Girard: I Like You dengan logo apel merah, telah menjadi identitas pribadinya. Ia mengucapkannnya, menerapkannya, menghayatinya dan mengkristalkannya dalam bentuk lambang dan suvenir. Tak heran Tom Peters memujinya dalam In Search of Excellence sampai dua halaman. "Joe Girard seems to care genuinely," komentar Tom Peters mengakhiri analisisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Jago Dunia Kreatif Otaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi jago dunia adalah dambaan banyak orang. Kita punya energi, semangat, antusiasme, keterampilan, dan percaya diri. Itu baik dan itu sangat perlu. Tetapi tanpa strategi dan taktik yang tepat semua itu kurang berguna. Fakultas yang membimbing kualitas-kualitas di atas menjadi jago dunia ialah kecerdasan. Perpustakaan saya berisi lebih dari 3 lusin literatur kewiraniagaan, tetapi jarang buku-buku tersebut menawarkan ide dan konsep baru. Buku-buku Joe Girard (3 buah banyaknya) boleh dikatakan mengandung 85% konsep-konsep standar kewiraniagaan dan 15% ide-ide baru. Nah, di sini cerdasnya Joe Girard yang tidak lulus SMP itu. Dua di antara ide-ide baru tersebut yang sangat orisinil adalah Hukum Girard 250 dan Sistem mailing 12 bulan. Hukum Girard 250 berkata bahwa setiap wiraniaga mempunyai pelanggan alamiah sebanyak 250 orang. Menurut Girard, dari temuannya di kantor Dinas Pemakaman, rata-rata orang mati dilayat oleh 250 orang. Girard menafsirkan, terdapat 250 orang yang sangat dekat secara emosional dengan almarhum, sehingga sampai bersedia meluangkan waktu ke rumah duka dan ke pemakaman. Nah, fenomena alamiah ini, membuat Girard berpikir bahwa terdapat 250 orang juga yang karena kedekatan emosionalnya, bersedia "berkorban" untuk seorang wiraniaga, mulai dari diganggu telepon, didatangi, dijelasi brosur, dan akhirnya membeli. Maka Girard menetapkan bahwa sebagai langkah awal, dia harus bisa mengumpulkan 250 orang prospek untuk dilayani, dipelihara, dan dijuali. Dengan modal pelanggan sebanyak 250 orang ini, ekspansi pelanggan selanjutnya menjadi mudah. Sistem mailing 12 bulan adalah sistem pelayanan pelanggan dimana semua pelanggannya --tanpa kecuali-- pasti menerima 12 buah surat dalam setahun dari Joe Girard sendiri. Yang menarik adalah bahwa setiap bulan amplopnya berbeda baik warna maupun ukurannya. Bukan cuma itu, ucapannya pun berbeda. Mulai dari Selamat Tahun Baru (Januari), Selamat Hari Valentine (Februari), sampai Selamat Natal (Desember). Dan salah satunya tentu: Selamat Ulang Tahun dari Joe Girard. Konon surat bulanan Joe Girard selalu ditunggu-tunggu oleh puluhan ribu pelanggannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Jago Dunia Menjunjung Tinggi Kejujuran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joe Girard menyediakan satu pasal penuh dalam bukunya untuk membahas aplikasi kejujuran dalam bisnis di bawah judul Honesty Is the Best Policy. Barangsiapa beranggapan kejujuran tidak berguna dalam bisnis, saya anjurkan membaca pasal ini. Tesis Joe Girard adalah: kejujuran adalah landasan kepercayaan; kepercayaan adalah basis hubungan baik; dan hubungan baik adalah medium hubungan bisnis yang langgeng. "Jadi, jika ingin berbisnis dengan langgeng, jujurlah kepada para pelanggan. Mereka akan respek, percaya dan datang kembali," tegas Joe Girard. Memang terasa absurd berusaha melayani pelanggan agar terjadi customer satisfaction, tetapi kemudian membohongi mereka. Ini ibarat menuang nila semangkok ke dalam belanga susu yang kita jual. Bukan laba yang kita peroleh melainkan mara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Jago Dunia Jago Berkomunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temu muka dengan Joe Girard adalah pertemuan yang penuh semangat. Tidak ada kepasifan. Ia senantiasa aktif: bertanya, menyapa, memuji, mensugesti atau mendengar. Akibatnya kita ikut terbawa aktif. Ia tidak hanya menggunakan mulutnya tetapi juga tubuh, mata, tangan dan senyumnya. Pokoknya ia adalah seorang yang aktif-positif-dinamis dalam berkomunikasi. Dalam proses komunikasi ini, ia menghilangkan jarak dan rasa takut antarmanusia. Sebaliknya tercipta suasana enak, segar dan menyenangkan yang membuat kita menerima dia, menyenangi dia, meyakini apa katanya, dan tentu akhirnya membeli mobilnya. Ia pandai sekali mengkomunikasikan isi hatinya dan isi kepalanya dengan positif, sehingga residu emosi negatif kita hilang digantikan dengan yang positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Jago Dunia Selalu Bersikap Konsisten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang setuju bahwa pelaku bisnis itu harus ramah, baik, melayani, menolong, memberi perhatian, menghormati dan berusaha memuaskan pelanggannya. Namun, kata Tom Peters, "Kebanyakan kita tidak sungguh-sungguh menerapkannya. Hanya mereka yang excellent --jago dunia-- yang menerapkannya secara sungguh-sungguh, tuntas, dan konsisten." Joe Girard menerapkan kiatnya, ilmu dan falsafah bisnisnya dengan konsisten. Hasilnya adalah kemajuan dan pertumbuhan. Jika akhirnya ia terkenal ke seluruh dunia, kaya dan populer, hal itu merupakan buah yang wajar dari konsistensi perilakunya. Konsistensi adalah akar keberhasilan sejati. Merenungkan kisah Joe Girard, kita dapat menarik sebuah kesimpulan: bahwa menjadi world-class achiever tidaklah mudah. Tanpa kemampuan dan keahlian, khususnya tanpa motivasi superior dan stamina ekstra, seseorang tidak mungkin menjadi achiever besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pertanyaan penting adalah, dari manakah sang achiever memperoleh motivasinya sehingga ia dapat bertahan dalam arena kompetitif itu? Pasti tidak dari sekadar uang saja meskipun dunia para achiever berkelimpahan dengan uang. Lagipula sudah diketahui bahwa motivasi uang selalu berbentuk kurva lonceng (bell shaped curve), maksudnya uang memang memotivasi orang, tetapi sesudah uang tersebut diperoleh, tingkat motivasinya akan turun dan melandai; mendaki mencapai puncak kurva lonceng lalu menurun menuju dasar kurva. Studi saya menyimpulkan bahwa motivasi ekstra seorang achiever ternyata selalu berasal dari ruang moral-spiritual. Dari ruang inilah dapat digali pelbagai macam motivasi super, seperti demi negara, demi bangsa, demi kekasih hati, demi keindahan, demi perdamaian, demi demokrasi, demi kemajuan peradaban, demi nama keluarga, demi pengembangan diri menuju puncak kesem-purnaan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, motivasi agung ini berasalah dari sebuah falsafah yang ideal dan keyakinan kuat bahwa pencapaian itu adalah baik, benar, dan mulia. Motivasi super inilah yang mampu mendukung stamina jangka panjang, terbangkitkan oleh energi psiko-emosional, seperti kekuatan kekuatan cinta, kekuatan harapan, dan kekuatan impian. Dalam dunia modern dimana kompetisi antarmanusia, antar-organisasi, dan antarbangsa telah menjadi norma, maka high achievement di segala bidang menjadi tiket masuk ke arena pertandingan. Tanpa itu kita cuma jadi penonton. Dan sebagai penonton, kita harus selalu membayar. Dan hebatnya, tidak ada calo yang menjual catutan. Artinya setiap orang harus mengambil tanggung jawab untuk mengembangkan dirinya. Sejalan dengan itu, setiap perusahaan, setiap partai politik, setiap negara atau organisasi apa pun harus mengambil tanggung jawab serupa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-115043110924402794?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/115043110924402794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/115043110924402794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2006/06/joe-girard-van-detroid.html' title='Joe Girard Van Detroid'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-115042371389284628</id><published>2006-06-16T09:03:00.000+07:00</published><updated>2006-06-16T09:08:34.973+07:00</updated><title type='text'>Apa Yang Kita Sombongkan?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember dan menyikat lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya bercucuran deras. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menyaksikan keganjilan ini orang itu bertanya, "Apa yang sedang Anda lakukan?"Sang Guru menjawab, "Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat. Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mereka pun tampak puas sekali. Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya merasa menjadi orang yang hebat. Kesombongan saya mulai bermunculan. Karena itu, saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang benih-benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat terbawah, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan. Pada tataran yang lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self-esteem) dan kepercayaan diri (self-confidence). Akan tetapi, begitu kedua hal ini berubah menjadi kebanggaan (pride), Anda sudah berada sangat dekat dengan kesombongan. Batas antara bangga dan sombong tidaklah terlalu jelas.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita sebenarnya terdiri dari dua kutub, yaitu ego di satu kutub dan kesadaran sejati di lain kutub. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan waktu, kita mulai memupuk berbagai keinginan, lebih dari sekadar yang kita butuhkan dalam hidup. Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa kita memerlukan lebih banyak lagi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perjalanan hidup cenderung menggiring kita menuju kutub ego. Ilusi ego inilah yang memperkenalkan kita kepada dualisme ketamakan (ekstrem suka) dan kebencian (ekstrem tidak suka). Inilah akar dari segala permasalahan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perjuangan melawan kesombongan merupakan perjuangan menuju kesadaran sejati. Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, ada dua perubahan paradigma yang perlu kita lakukan. Pertama, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah makhluk fisik, tetapi makhluk spiritual. Kesejatian kita adalah spiritualitas, sementara tubuh fisik hanyalah sarana untuk hidup di dunia. Kita lahir dengan tangan kosong, dan (ingat!) kita pun akan mati dengan tangan kosong.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pandangan seperti ini akan membuat kita melihat semua makhluk dalam kesetaraan universal. Kita tidak akan lagi terkelabui oleh penampilan, label, dan segala "tampak luar" lainnya. Yang kini kita lihat adalah "tampak dalam". Pandangan seperti ini akan membantu menjauhkan kita dari berbagai kesombongan atau ilusi ego.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kedua, kita perlu menyadari bahwa apa pun perbuatan baik yang kita lakukan, semuanya itu semata-mata adalah juga demi diri kita sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita memberikan sesuatu kepada orang lain adalah juga demi kita sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam hidup ini berlaku hukum kekekalan energi. Energi yang kita berikan kepada dunia tak akan pernah musnah. Energi itu akan kembali kepada kita dalam bentuk yang lain. Kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada kita dalam bentuk persahabatan, cinta kasih, makna hidup, maupun kepuasan batin yang mendalam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jadi, setiap berbuat baik kepada pihak lain, kita sebenarnya sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri. Kalau begitu, apa yang kita sombongkan?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-115042371389284628?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/115042371389284628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/115042371389284628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2006/06/apa-yang-kita-sombongkan.html' title='Apa Yang Kita Sombongkan?'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-114991336720215707</id><published>2006-06-10T11:16:00.000+07:00</published><updated>2006-06-10T11:22:48.216+07:00</updated><title type='text'>AKU HARUS BAHAGIA</title><content type='html'>Semua sumber ketidak-bahagiaan adalah pengetahuan. Artinya semakin besar dan dalam pengetahuan, semakin kita tidak berbahagia. Saya tentu saja tidak setuju dengan nasihat seperti itu. Karena seolah-olah mengajak untuk cuek, masa bodoh, dan tidak mau belajar. Bagi saya ini nasihat yang ngawur. Sampai dua minggu yang lalu, saya disadarkan petuah itu oleh sebuah peristiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya di Hong Kong, baru saja kehilangan ayahnya. Ketika diberitahu kabar itu, saya langsung mengirim email, dan memberikan ucapan belasungkawa. Teman saya membalas. Isinya cukup mengejutkan. Ia bercerita bahwa ayahnya sudah sangat tua. Sudah 90 tahun lebih. Sering sakit. Jadi kepergiannya justru melegakan. Karena dalam 20 tahun terakhir ini, ayahnya banyak menghabiskan biaya pengobatan, dan sangat menyusahkan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban itu tentu saja membuat saya merenung. Hati saya kacau sekali dibuatnya. Terlebih ketika seorang kawan yang lain juga mengalami hal yang sama. Ia juga baru saja kehilangan ayah. Prosesnya beda. Ketika pagi hari ia ingin membangunkan ayahnya, ia kaget setengah mati. Ayahnya meninggal dalam tidur. Wajahnya tersenyum. Menurut dokter, ayahnya meninggal karena serangan jantung. Ayahnya memang tidak pernah mau periksa ke dokter. Lain dengan teman saya yang di Hong Kong. Ayahnya sangat teliti. Ketika memasuki usia 70 tahun, sebuah pemeriksaan yang teliti menunjukkan sejumlah komplikasi dan kelainan. Ia lalu menjalani hidup serba hati-hati. Ia memang berhasil hidup hingga 90 tahun lebih, tapi dengan membuat anak-anaknya cukup repot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua cerita di atas mungkin sangat ekstrem. Dan bukan contoh yang bijaksana. Tapi kenyataan hidup yang sebenarnya memang begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengelola perusahaan kadang ada saatnya kita juga harus belajar untuk tidak tahu, tidak peduli, cuek, dan masa bodoh. Karena semakin ingin tahu, kadang semakin banyak masalah yang justru kita temukan. Kita akan menjadi semakin kuatir. Hidup akan semakin stres. Akhirnya kita hanya akan dihadang dengan sejumlah kekurangan, kelemahan, dan kesalahan yang menumpuk. Kita menjadi tidak bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama pula dengan kekayaan. Semakin banyak harta, semakin besar rasa kuatir. Takut dirampok. Takut ditipu. Kita jadi repot pasang alarm. Bikin tembok yang semakin tinggi. Menambah jumlah kunci dan gembok. Kalau perlu punya sejumlah pengawal dan satpam. Atau memborong berbagai asuransi. Lain halnya kalau Anda tidak banyak memiliki harta. Maka semua kebutuhan tadi menjadi lenyap. Terdengar ironis, tapi nyatanya begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kita harus belajar cuek, dan masa bodoh. Konon demi kebahagian diri kita.Kemarin, di sebuah taksi, saya berjumpa seorang supir taksi yang berusia lanjut. Rambutnya hampir putih semua. Ia mengeluh ekonomi yang semakin susah. Jumlah taksi yang semakin banyak dan setoran yang sedikit. Anaknya yang kuliah di Universitas Indonesia sudah tidak bisa kuliah, karena menunggak uang kuliah sekian lama. Ia mengaku sudah menghadap rektor, tapi juga tidak mendapat keringanan. Ketika ia menasihati anaknya untuk kerja saja, anaknya malah menangis pilu. Ia jadi susah hati. Saya ikut trenyuh mendengar ceritanya itu. Namun yang membuat saya lega adalah semangat hidupnya yang sangat luar biasa. Ia bertutur, katanya kalau ia membandingkan nasibnya dengan teman yang lain, mungkin ia sudah bunuh diri. Tidak sanggup katanya. Kalau ia putus asa melihat anaknya tidak bisa kuliah, mungkin ia sudah menipu dan merampok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Survival-nya selama ini, adalah berkat sikapnya untuk belajar cuek dan masa bodoh. Apa pun situasinya, ia tetap fokus dan konsentrasi menarik taksi. Ia belajar tidak peduli dengan nasibnya. Lalu di mana letak kebahagiaannya. Menurutnya, hanya ada dua. Ia bahagia bila setiap hari bisa pulang dengan selamat dan bisa meluangkan waktu dengan keluarganya. Syukur-syukur apabila ia pulang membawa uang hasil menarik taksi yang lumayan. Ia juga bahagia setiap kali bangun tidur, diberikan kesehatan oleh Allah, yang mampu membuatnya sujud dan menjalankan salat dengan khusyuk. Lalu berangkat kerja untuk menarik taksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar cerita sang bapak supir taksi, saya menjadi sangat bersyukur, karena limpahan rahmat dan kesejahteraan yang telah diberikan oleh Allah selama ini. Saya berjanji untuk tidak lagi membanding-bandingkan nasib saya dengan orang lain. Karena sesungguhnya kebahagiaan yang telah dilimpahkan kepada saya, jumlahnya sangat banyak dan tak terkira.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-114991336720215707?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/114991336720215707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/114991336720215707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2006/06/aku-harus-bahagia.html' title='AKU HARUS BAHAGIA'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-114822770643257711</id><published>2006-05-21T23:01:00.000+07:00</published><updated>2006-05-21T23:08:29.370+07:00</updated><title type='text'>Perencanaan hidup Caprio</title><content type='html'>Berikut ini kita simak bersama tentang pentingnya 10 perencanaan hidup menurut Caprio yang dapat kita jadikan acuan meraih kesehatan, meningkatkan kebahagiaan, dan kesuksesan hidup di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Rencanakan hidup sehat secara optimal fisik dan mental dengan tidur teratur, makan secukupnya, tidak minum minuman keras, merokok, dan sekaligus memerhatikan kesehatan mental kita juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Rencanakan bergaul dengan sesama, pelajarilah cara mengatasi kritik dari lingkungan pergaulan, hindari argumentasi yang tajam, jadilah teman yang baik agar kita juga dapat teman yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Rencanakan penyesuaian diri yang baik dengan pekerjaan yang kita pilih. Bekerjalah penuh konsentrasi dan kembangkanlah minat terhadap pekerjaan yang kita geluti, jangan pula mencari musuh dalam pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Rencanakan penyesuaian kehidupan seksual, perhatikanlah kesehatan seksual. Jangan mengekang kebutuhan seks dengan ketat dan jangan pula melampiaskan dorongan seks berlebihan. Ikutilah aturan normatif yang berlaku di lingkungan sosial kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Rencanakan kehidupan perkawinan yang sukses, binalah kehidupan seksual yang sehat dalam ikatan perkawinan dengan menjaga romantisme, menghindari rasa cemburu berlebihan, menyenangkan pasangan dengan bersikap baik dan penuh maaf, serta belajar berkorban untuk pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Rencanakanlah untuk selalu memiliki tujuan berprestasi, jangan berhenti belajar, tuntaskan setiap pekerjaan yang sudah dimulai, belajar menyenangi pekerjaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Rencanakan menikmati hidup, kembangkan hidup penuh semangat, jangan pesimis, cari teman yang banyak, kembangkan minat baru, hindari prasangka keagamaan (rasial), jangan menjadi musuh bagi diri sendiri dengan meratapi nasib, dan bersukacitalah dengan kehidupan yang kita miliki saat ini dan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Tanamkanlah falsafah hidup tertentu dengan ketaatan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan menjalankan ajaran agama, kembangkan imunisasi mental terhadap frustrasi, hindari hidup penuh prasangka, iri hati, hentikan mengeksploitasi teman, bergembiralah dengan kehidupan yang kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Rencanakan berbuat yang terbaik bagi dunia dengan membuat hidup kita berguna, penuh rasa sosial, berbagi pengalaman dengan teman, berbagi kesuksesan hidup dengan membantu orang lain, dan hidup penuh tanggung jawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-114822770643257711?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/114822770643257711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/114822770643257711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2006/05/perencanaan-hidup-caprio.html' title='Perencanaan hidup Caprio'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-114632987913384853</id><published>2006-04-29T23:43:00.000+07:00</published><updated>2006-04-29T23:57:59.400+07:00</updated><title type='text'>B E R I K A N   D A N   L U P A K A N</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Suatu malam hujan turun dengan lebat diiringi angin kencang dan petir yang menyambar-nyambar. Malam itu telepon berdering dirumah seorang dokter. ''Istri saya sakit,'' terdengar suara minta pertolongan. ''Dia sangat membutuhkan dokter segera. Si dokter menjawab, ''Dapatkah bapak menjemput saya sekarang ? Mobil saya sedang masuk bengkel.'' Mendengar jawaban itu, lelaki tersebut menjadi berang. ''Apa ?!'' katanya dengan marah. ''Saya harus pergi menjemput dokter pada malam yang berhujan lebat seperti ini?''       &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Coba Anda renungkan cerita inspiratif diatas. Kita senantiasa meminta sesuatu kepada orang lain. Sayangnya, kita seringkali lupa untuk memberi. Kita tak sadar bahwa apapun yang kitaberikan sebenarnya adalah untuk diri kita sendiri, bukan untuk siapa-siapa. Di dunia ini tak ada yang gratis. Segala sesuatu ada harganya. Seperti halnya membeli barang, Anda harus memberi terlebih dahulu sebelum meminta barang tersebut. Kalau Anda seorang penjual,&lt;br /&gt;meminta imbalan jasa Anda. Inilah konsep memberi sebelum meminta yang sayangnya sering kita lupakan dalam kehidupan sehari-hari.  Padahal memberi sebelum meminta adalah sebuah hukum alam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau Anda ingin anak Anda mendengarkan apa yang Anda katakan, Andalah yang harus memulai dengan mendengarkan keluh kesah mereka. Kalau Anda ingin karyawan atau bawahan Anda bekerja dengan giat, Andalah yang harus memulai dengan memberikan perhatian, dan lingkungan kerja yang kondusif. Kalau Anda ingin disenangi dalam pergaulan, Anda harus memulainya dengan memberikan bantuan dan keperdulian kepada orang lain.       &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Orang yang tak mau memberi adalah mereka yang senantiasa dihantui perasaan takut miskin. Inilah orang-orang yang miskin dalam arti yang sesungguhnya. Padahal, di dunia ini berlaku hukum kekekalan energi. Kalau Anda memberikan energi positif kepada dunia,energi itu tak akan hilang. Ia pasti kembali kepada Anda.        &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Persoalannya, banyak orang mengharapkan imbalan perbuatan baiknya langsung dari orang yang ditolongnya. Ini suatu kesalahan. Dengan melakukan hal itu, Anda justru membuat bantuan tersebutmenjadi tak bernilai. Anda mempraktikkan manajemen 'Ada Udang DiBalik Batu.' Anda tak ikhlas dan tak tulus. Ini pasti segera dapat dirasakan oleh orang yang menerima pemberian Anda. Jadi, alih-alih menciptakan kepercayaan pemberian Anda malah akan menghasilkan kecurigaan.        &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Agar dapat efektif, Anda harus berperilaku seperti sang surya yang memberi tanpa mengharapkan imbalannya. Untuk itu tak cukup memberikan harta saja, Anda juga harus memberikan diri Anda, dari hati Anda yang paling dalam. Jangan pernah memikirkan imbalannya.  Anda pun harus memberikan pelayanan dan menciptakan produk sebelum meminta imbalan jasa Anda. Inilah konsep ''memberi sebelum meminta'' yang sayangnya sering kita lupakan dalam kehidupan sehari-hari.       &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Padahal ''memberi sebelum meminta'' adalah sebuah hukum alam. Kalau Anda ingin anak Anda mendengarkan apa yang Anda katakan, Andalah yang harus memulai dengan mendengarkan keluh kesah mereka. Kalau Anda ingin karyawan atau bawahan Anda bekerja dengan giat, Andalah yang harus memulai dengan memberikan perhatian, dan lingkungan kerja yang kondusif. Kalau Anda ingin disenangi dalampergaulan, Anda harus memulainya dengan memberikan bantuan dan keperdulian kepada orang lain.       &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Orang yang tak mau memberi adalah mereka yang senantiasa dihantui perasaan takut miskin. Inilah orang-orang yang ''miskin'' dalam arti yang sesungguhnya. Padahal, di dunia ini berlaku hukum kekekalan energi. Kalau Anda memberikan energi positif kepada dunia, energi itu tak akan hilang. Ia pasti kembali kepada Anda.       &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebetulnya semua orang di dunia ini senantiasa memikirkan kepentingan dirinya sendiri. Namun, kita dapat membedakannya menjadi dua tipe orang. Orang pertama kita sebut sebagai orang yang egois. Merekalah orang yang selalu meminta tetapi tak pernah memberikan apapun untuk orang lain. Orang ini pasti dibenci dimana pun ia berada.       &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jenis orang kedua adalah orang yang juga mementingkan diri sendiri, tetapi dengan cara mementingkan orang lain. Mereka membuat orang lain bahagia agar mereka sendiri menjadi bahagia. Ini sebenarnya juga konsep mementingkan diri sendiri tetapi sudah diperhalus. Kalau Anda selalu memberikan perhatian dan bantuan kepada orang lain, banyak orang yang akan menghormati dan membantuAnda. Kalau demikian, Anda sebenarnya sedang berbuat baik pada diriAnda sendiri.        &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagaimana kalau Anda membaktikan diri Anda untuk menolonganak-anak terlantar dan orang-orang miskin ? Ini pun sebenarnyaadalah tindakan  'mementingkan diri sendiri dengan cara mementingkanorang lain. ' Anda mungkin tak setuju dan mengatakan,  'Bukankah saya tidak mendapatkan apa-apa. Saya kan bekerja dengan sukarela" .Memang benar, Anda tidak mendapatkan apa-apa secara materi, tetapi apakah Anda sama sekali tidak mendapatkan apa-apa? Jangan salah, Anda tetap akan mendapatkan sesuatu yaitu kepuasan batin. Kepuasan batin inilah yang Anda cari. Anda membantu orang lain supaya mendapatkan hal ini.        &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jadi, apapun yang kita lakukan di dunia ini semuanya adalahuntuk kepentingan kita sendiri. Orang-orang yang egois sama sekalitak memahami hal ini. Mereka tak sadar bahwa mereka sedang merusak diri mereka sendiri.       &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sementara orang-orang yang baik budinya sadar bahwa orang lain senang, menang, dan bahagia. Hanya dengan cara itulah kita akan dapat menikmati kemenangan kita dalam jangka panjang. Inilah hukum Menang-Menang (win-win) yang berlaku dimana saja, kapan saja dan untuk siapa saja.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Oleh : Arvan Pradiansyah (dikutip dari The Acesia)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-114632987913384853?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/114632987913384853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/114632987913384853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2006/04/b-e-r-i-k-n-d-n-l-u-p-k-n.html' title='B E R I K A N   D A N   L U P A K A N'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-114623336341674102</id><published>2006-04-28T21:05:00.000+07:00</published><updated>2006-04-28T21:09:24.223+07:00</updated><title type='text'>MENCURI TANPA KETAHUAN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pada zaman dahulu kala, seorang raja ingin menikahkan putrinya dengan seorang pria yang layak. Sang raja lalu mengadakan sayembara bagi para pria yang mampu mencuri sesuatu dari dalam istananya yang dijaga ketat, tanpa ketahuan oleh siapa pun. Pemenangnya berhak untuk menikahi putrinya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam kurun waktu yang ditentukan, banyak pemuda mengikuti sayembara ini dan menunjukkan kebolehannya. Mereka mengerahkan berbagai kelihaian dan kesaktian untuk menerobos penjagaan ketat di istana. Pada hari penentuan, para peserta dikumpulkan. Pemuda pertama dipanggil menghadap raja dan ditanya hasilnya, ia menjawab, "Saya mencuri batu rubi ini dan tak seorang pun di istana yang mengetahuinya." Raja menjawab, "Bukan kamu pemenangnya." Pemuda kedua maju, "Semalam saya mengambil kereta kencana dan membawanya keluar gerbang, para penjaga saya buat terlelap semua, tak ada yang melihat saya." Raja mempersilakan peserta itu duduk kembali. Dengan percaya diri, peserta berikutnya menghadap, "Ampun Paduka, sayalah yang mengambil mahkota Paduka dari kamar Paduka, dan seluruh barisan pertahanan istana tak ada yang menyadarinya." Raja menggeleng.Semua orang jadi bingung, karena masih saja belum ada yang dinyatakan sebagai pemenang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Akhirnya, seorang pemuda menghadap dengan tangan kosong dan berkata, "Saya tidak mendapatkan apa pun." Raja menjawab, "Mengapa?" Pemuda tersebut menjawab, "Sungguh tidak mungkin kita bisa mencuri tanpa ketahuan oleh siapa pun, karena setidaknya selalu ada satu orang yang mengetahuinya, yaitu diri kita sendiri." &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Raja pun tertawa lebar dan menyambut sang menantu barunya.Betapa damai dan membahagiakannya dunia kita ini, jika setiap orang mengindahkan suara hatinya. Pada dasarnya nurani setiap orang adalah bersih adanya. Di dalam hati kita, setidaknya selalu ada rasa "malu" untuk berbuat buruk dan rasa "takut" akan akibat berbuat buruk. Suara hati yang bersih adalah penjaga dunia sejati. Masalahnya, apakah kita memelihara dan mengindahkan suara hati kita atau tidak? &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-114623336341674102?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/114623336341674102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/114623336341674102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2006/04/mencuri-tanpa-ketahuan.html' title='MENCURI TANPA KETAHUAN'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-114277543686393910</id><published>2006-03-19T20:34:00.000+07:00</published><updated>2006-03-19T20:37:17.560+07:00</updated><title type='text'>15 Cara Redakan Stress</title><content type='html'>Dalam kehidupan modern setiap hari sarat dengan segala tuntutan dan permasalahan, ditambah berbagai beban hidup, membuat stress sepertinya jadi sesuatu yang tak terelakkan. Tekanan demi tekanan semacam itu jika dibiarkan akan sangat mengganggu secara psikologis. Namun, ada banyak cara untuk meredakan stress, simak 15 tips yang kami sampaikan berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ambil JedaSaat&lt;br /&gt;Anda menyadari mulai merasakan tekanan, hentikan apapun yang tengah Anda kerjakan dan katakan dalam hati pada diri Anda sendiri 'tenang.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Atur Tarikan Nafas&lt;br /&gt;Tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan dengan perlahan, konsentrasikan pada gerakan diafragma Anda. Lakukan ini dua atau tiga kali hingga Anda mulai merasa terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Redakan Ketegangan&lt;br /&gt;Jika Anda sedang duduk, berdirilah dan lakukan perenggangan yang lembut seleber yang Anda mampu. Gerakan tangan dan lengan Anda bergantian, lalu angkat bahu dan buat tubuh Anda merasa rileks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bergeraklah&lt;br /&gt;Lakukan jalan cepat, meski itu hanya jalan-jalan di seputar ruangan atau kamar mandi, hal ini berguna untuk membantu melancarkan aliran darah. Bergerak secara teratur ini dapat membantu membakar efek negatif dari hormon stress.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Berteriak Dan Menjerit&lt;br /&gt;Pergilah ke sebuah tempat yang pribadi dan menjerit atau berteriak sekeras yang Anda bisa. Ini dapat juga dipakai untuk terapi pereda stress. Beberapa orang menemukan memukul bantal sekeras mungkin dapat membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Terapi Esensial Bunga&lt;br /&gt;Letakan beberapa tetes sari bunga, seperti Bach Rescue Remedy, Jan de Vries Emergency Essence atau Australian Bush Flower Emergency Essence, di lidah Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Berpikirlah Positif&lt;br /&gt;Pilih sesuatu yang layak, sebuah pemikiran pribadi yang positif - seperti misalnya 'Aku merasakan tekanan positif, bukan stress yang negative' - dan ulangi secara teratur pada diri Anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Santap Makanan&lt;br /&gt;SehatJalani diet makanan sehat dan jangan tergoda untuk makan berlebih. Santap makanan kecil yang sehat, seperti buah kering, biscuit gandung untuk membantu memperbaiki kadar gula Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Dengarkan Musik&lt;br /&gt;Mendengarkan irama musik yang lembut dapat membantu Anda lebih tenang. Suara alam seperti rekaman debur ombak, kicau burung, atau suara air yang mengalir sangat idela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Pertegas Diri Anda&lt;br /&gt; Belajarlah untuk bersikap lebih tegas. Berkata 'Tidak' untuk permintaan yang tak masuk akal akan membantu Anda mengurangi tekanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Terorganisir&lt;br /&gt;Mulai atur kehidupandan waktu Anda secara efektif. Buat Prioritas sehingga Anda dapat mengatasi tekanan dalam satu waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Beri Pujian Pada Orang Lain&lt;br /&gt;Buat sebuah poin dengan memberi pujian secara tulus pada orang lain di sekitar Anda. Jika Anda mampu membuat mereka merasa nyaman dengan diri sendiri memberi efek positif pada Anda juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Tertawa&lt;br /&gt;Tonton komedi, tertawalah bersama teman Anda, atau kunjungi website yang khusus menyediakan lelucon - tertawa merupakan penawar luar biasa bagi stress.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Temukan Ketenangan Dari Dalam&lt;br /&gt;Visualisasi atau meditasi dapat membantu Anda menemukan sebuah ketenangan dari dalam pada saat di sekeliling Anda dipenuhi tekanan dan kegaduhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Konsumsi Vitamin dan Suplemen&lt;br /&gt;Anda mungkin butuh grup vitamin B, dan antioksidan semacam vitamin C dan E pada saat-saat penuh tekanan. Suplemen probiotik dapat juga membantu Anda mengatasi stress. (KapanLagi.com )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-114277543686393910?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/114277543686393910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/114277543686393910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2006/03/15-cara-redakan-stress.html' title='15 Cara Redakan Stress'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-114153931806615527</id><published>2006-03-05T13:09:00.000+07:00</published><updated>2006-03-05T13:15:18.080+07:00</updated><title type='text'>Mencintai Orang Spesial</title><content type='html'>Sangatlah menyakitkan mencintai seseorang, tetapi tidak dicintai olehnya.&lt;br /&gt;Tetapi lebih indah untuk mencintai dan tidak pernah menemukan keberanian untuk memberitahu mereka apa yang kamu rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya perlu satu menit untuk menghancurkan seseorang, satu jam untuk menyukai seseorang, satu hari untuk mencintai seseorang tetapi membutuhkan seumur hidup untuk melupakan seseorang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Tuhan menginginkan kita untuk bertemu dengan orang yang tidak tepat sebelum bertemu.&lt;br /&gt;Jadi ketika kita akhirnya bertemu dengan orang yang tepat, kita akan tahu betapa berharganya anugerah tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah ketika kamu membawa perasaan, kesabaran dan romantis dalam suatu hubungan dan menemukan bahwa kamu peduli dengan dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu.&lt;br /&gt;Hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pintu kebahagiaan tertutup, yang lain terbuka.&lt;br /&gt;Tetapi kadang-kadang kita menatap terlalu lama pada pintu yang telah tertutup itu sehingga kita tidak melihat pintu lain yang telah terbuka untuk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman yang terbaik adalah teman dimana kamu dapat duduk bersamanya dan merasa terbuai, dan tidak pernah mengatakan apa-apa dan kemudian berjalan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan seperti itu adalah percakapan termanis yang pernah kamu rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarlah bahwa kita tidak tahu apa yang kita dapatkan sampai kita kehilangan itu ??&lt;br /&gt;Tetapi benar juga bahwa kita tidak tahu apa yang hilang sampai itu ada.&lt;br /&gt;Memberikan seseorang semua cintamu tidak pernah menjamin bahwa mereka akan mencintai kamu juga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan mengharapkan cinta sebagai balasan, tunggulah sampai itu tumbuh didalam hati mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi jika tidak, pastikan dia tumbuh didalam hatimu.&lt;br /&gt;Ada hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang dari mereka kamu ingin dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi jangan sampai kamu menjadi tuli walaupun kamu tidak mendengar itu dari seseorang yang mengatakan itu dari hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah berkata selamat tinggal jika kamu masih ingin mencoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menyerah selama kamu merasa masih dapat maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah berkata kamu tidak mencintai orang itu lagi bila kamu tidak bisa membiarkannya pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walapun mereka telah dikecewakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati.&lt;br /&gt;Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangun kembali kepercayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan melihat dari wajah, itu bisa menipu.&lt;br /&gt;Jangan melihat kekayaan, itu bisa menghilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datanglah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum karena sebuah senyuman dapat membuat hari yang gelap menjadi cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berharaplah kamu dapat menemukan seseorang yang dapat membuatmu tersenyum.&lt;br /&gt;Ada saat di dalam kehidupanmu dimana kamu sangat merindukan seseorang, kamu ingin mengambil mereka dari mimpimu dan benar-benar memeluk dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berharaplah bahwa kamu dapat bermimpi tentang dia, yang berarti mimpilah apa yang ingin kamu mimpikan, pergilah kemana kamu ingin pergi, jadilah sesuai dengan keinginan kamu, karena kamu hanya hidup sekali dan satu kesempatan untuk melakukan apa yang kamu inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kamu mendapat cukup kebahagiaan untuk membuat kamu bahagia, cukup cobaan untuk membuat kamu kuat, cukup penderitaan untuk mmbuat kamu menjadi manusia yang sesungguhnya, dan cukup harapan untuk membuat kamu bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu letakkan dirimu pada posisi orang lain.&lt;br /&gt;Jika kamu merasa bahwa itu menyakitkan kamu, mungkin itu menyakitkan orang itu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata yang ceroboh dapat mengakibatkan perselisihan, kata-kata yang kasar bisa membuat celaka, kata-kata yang tepat waktu dapat mengurangi ketegangan, kata-kata cinta dapat menyembuhkan dan menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permulaan cinta adalah dengan membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak membentuk mereka menjadi sesuai keinginan kita.&lt;br /&gt;Dengan kata lain kita mencintai bayangan kita yang ada pada diri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bahagia tidak perlu memiliki yang terbaik dari segala hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka hanya membuat segala hal yang datang dalam hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan adalah bohong bagi mereka yang menangis, mereka yang terluka, mereka yang mencari, mereka yang mencoba.&lt;br /&gt;Mereka hanya bisa menghargai orang-orang yang penting yang telah menyentuh hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta mulai dengan senyuman, tumbuh dengan ciuman dan berakhir dengan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah dilupakan.&lt;br /&gt;Kamu tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupan kamu sampai kamu melupakan kegagalan kamu dan rasa sakit hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu lahir, kamu menangis dan semua orang di sekeliling kamu tersenyum.&lt;br /&gt;Hiduplah dengan hidupmu, jadi ketika kamu meninggal, kamu satu-satunya yang tersenyum dan semua orang di sekeliling kamu menangis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-114153931806615527?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/114153931806615527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/114153931806615527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2006/03/mencintai-orang-spesial.html' title='Mencintai Orang Spesial'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-114148428893227003</id><published>2006-03-04T21:43:00.000+07:00</published><updated>2006-03-04T21:58:09.000+07:00</updated><title type='text'>Are you THANKFUL?</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt;*I AM THANKFUL:* *&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&gt;   FOR THE WIFE WHO SAYS IT'S dinner TONIGHT,&lt;br /&gt;&gt;   BECAUSE SHE IS HOME WITH ME,&lt;br /&gt;&gt;   AND NOT OUT WITH SOMEONE ELSE.*&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;* FOR THE HUSBAND* *&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;     WHO IS ON THE SOFA&lt;br /&gt;&gt;     BEING A COUCH POTATO,&lt;br /&gt;&gt;     BECAUSE HE IS HOME WITH ME&lt;br /&gt;&gt;     AND NOT OUT AT THE BARS.*&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#996633;"&gt;* FOR THE TEENAGER&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#996633;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&gt;     WHO IS COMPLAINING ABOUT DOING DISHES&lt;br /&gt;&gt;     BECAUSE IT MEANS SHE IS AT HOME,&lt;br /&gt;&gt;     NOT ON THE STREETS.*&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#009900;"&gt;* FOR THE TAXES I PAY**&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;     BECAUSE IT MEANS&lt;br /&gt;&gt;     I AM EMPLOYED**.*&gt;&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#666600;"&gt;*    FOR THE MESS TO CLEAN AFTER A PARTY **&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;     BECAUSE IT MEANS I HAVE&lt;br /&gt;&gt;     BEEN SURROUNDED BY FRIENDS.*&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#990000;"&gt;&lt;strong&gt;* FOR THE CLOTHES THAT FIT A LITTLE TOO SNUG**&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;     BECAUSE IT MEANS&lt;br /&gt;&gt;     I HAVE ENOUGH TO EAT.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#6600cc;"&gt;* FOR MY SHADOW THAT WATCHES ME WORK**&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;     BECAUSE IT MEANS&lt;br /&gt;&gt;     I AM OUT IN THE SUNSHINE*&gt;&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;em&gt;* FOR A LAWN THAT NEEDS MOWING,&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;em&gt;   WINDOWS THAT NEED CLEANING,&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;em&gt;    AND GUTTERS THAT NEED FIXING **&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;     BECAUSE IT MEANS I HAVE A HOME**.*&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#663366;"&gt;* FOR ALL THE COMPLAINING&gt;     I HEAR ABOUT THE GOVERNMENT**&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;     BECAUSE IT MEANS WE HAVE FREEDOM OF SPEECH. .*&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;* FOR THE PARKING SPOT&gt;     I FIND AT THE FAR END OF THE PARKING LOT**&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;     BECAUSE IT MEANS I AM CAPABLE OF WALKING&lt;br /&gt;&gt;     AND I HAVE BEEN BLESSED WITH TRANSPORTATION* *.*&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#330033;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;* FOR MY HUGE HEATING BILL**&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;     BECAUSE IT MEANS&lt;br /&gt;&gt;     I AM WARM.*&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000066;"&gt;* FOR THE LADY BEHIND ME IN CHURCH&gt;     WHO SINGS OFF KEY*&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; BECAUSE IT MEANS&lt;br /&gt;&gt;     I CAN HEAR.*&gt;&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;*  FOR THE PILE OF LAUNDRY AND IRONING**&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;     BECAUSE IT MEANS&lt;br /&gt;&gt;     I HAVE CLOTHES TO WEAR.*&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;* FOR WEARINESS AND ACHING MUSCLES AT THE END **/OF/** THE DAY**&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&gt;     BECAUSE IT MEANS I HAVE BEEN CAPABLE OF WORKING HARD.*&gt;&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#333300;"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;* FOR THE ALARM THAT GOES OFF  IN THE EARLY MORNING HOURS* *&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&gt;     BECAUSE IT MEANS I AM ALIVE.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&gt;&gt;     AND FINALLY, FOR TOO MUCH&gt;     E-MAIL..........&gt;&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;*&gt;     BECAUSE** **IT MEANS I HAVE FRIENDS WHO ARE THINKING OF ME.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;* *&gt;     Live well, Laugh often, &amp;amp; Love with all of your heart! *&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-114148428893227003?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/114148428893227003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/114148428893227003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2006/03/are-you-thankful.html' title='Are you THANKFUL?'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-114066208857198923</id><published>2006-02-23T09:33:00.000+07:00</published><updated>2006-02-23T09:34:48.583+07:00</updated><title type='text'>Kedamaian</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ada dua orang biarawan yang sudah hidup bersama selama empat puluhtahun dan mereka tidak pernah bertengkar. Satu kali pun belum pernah.Suatu hari, seorang dari mereka berkata, "Tidakkan kau berpikir bahwainilah saatnya kita bertengkar, paling tidak sekali saja?"Biarawan yang lainnya menyahut, "Bagus kalau begitu! Mari kita mulai!Apa yang harus kita pertengkarkan?""Bagaimana kalau sepotong roti ini?" kata biarawan pertama."Baiklah, marilah kita bertengkar karena roti ini. Terus bagaimana kitamelakukannya?" tanya biarawan yang kedua.Biarawan pertama lalu berkata, "Roti ini punyaku. Ini milikku semua."Biarawan yang kedua menjawab, "Kalau begitu, ambil saja."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;~~~&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kedamaian tidak perlu dihancurkan oleh sebuah pertengkaran atauperdebatan. Hanya "aku"-lah yang menghancurkan kedamaian. "Ini milikku,dan aku tidak ingin berbagi dengan orang lain." Ketika Anda mempunyaisikap terlekat dan egois seperti itu, hati Anda lambat laun akan semakinmenjadi keras. Inilah musuh utama kedamaian: sebuah hati yang terlekat,keras, dan egois&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-114066208857198923?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/114066208857198923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/114066208857198923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2006/02/kedamaian.html' title='Kedamaian'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-114057638909426259</id><published>2006-02-22T09:45:00.000+07:00</published><updated>2006-02-22T10:28:33.836+07:00</updated><title type='text'>Payung Sanubari</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Saat keluar dari rumah, langit tampaknya tidak seperti akan turun hujan, namun aku tetap membawa sebuah payung. Berjalan di atas trotoar, melihat-lihat pejalan kaki juga kebanyakan tidak membawa payung. Tepat pada saat aku sedikit mengeluh mengenai payung yang tidak begitu enak dibawa, hujan tanpa dikehendaki telah turun mengguyur.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Para pejalan kaki yang membawa payung segera membuka payungnya, sedangkan orang yang tidak membawa payung tentu saja lari terbirit-birit, yang tidak membawa payung segera berlari berteduh di toko pinggir jalan, sedangkan yang mempunyai urusan mendesak mau tidak mau terburu-buru mempercepat langkahnya di tengah hujan yang deras, bahkan para wanita cantik dari kalangan priyayi juga hampir berlari, sama sekali tidak ada sikap anggun seperti biasanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku segera membuka payungku, berjalan perlahan di tengah hujan, "luar payung adalah hujan lebat, sedangkan dalam payung adalah teluk", sungguh nyaman merasakan adanya payung. Hujan, semakin lebat. Jalanan hampir tidak ada orang, kios pedagang yang berada di udara terbuka pinggir jalan dengan kecepatan luar biasa lenyap tak membekas. Pohon, trotoar, rumah dan segenap kota semuanya diselimuti oleh hujan yang membentang luas dan penuh kabut ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menatap sebuah pemandangan yang baru saja terjadi dan datangnya mendadak ini, tiba-tiba timbul persepsi pada diriku, sanubari kita, bukankah setiap saat juga memerlukan sebuah payung? Ya, sanubari kita, setiap saat memerlukan sebuah payung yang hangat, sebab Anda sama sekali tidak tahu kapan hujan angin akan tiba, dengan adanya dia, maka saat datang hujan angin Anda akan tenang, tidak tergesa-gesa, dan santai. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Payung sanubari, bisa membuat Anda berubah menjadi tenang dan merasa bahagia di bawah lindungannya. Di bawah terik matahari, dia akan membuat Anda merasa sejuk, di tengah hujan lebat, dia akan membuat sanubari Anda terhidar dari kebasahan. Di bawah payung, perasaan Anda akan berubah semakin lama semakin baik, Anda akan merasakan dunia ini sepertinya juga berada di bawah payung ini, bagaikan syair, bagaikan lukisan dan seperti Anda.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Payung sanubari, aneka warna-warna nan cemerlang, harum sedap menyegarkan orang, dia tidak membutuhkan Anda berbuat sesuatu untuknya, saat cuaca cerah dan berangin lembut, Anda dapat dengan lembut melipatnya, disimpan dalam lubuk hati yang paling dalam, dengan penuh keyakinan melangkah dalam perjalanan kehidupan. Namun di saat Anda membutuhkannya, dengan sendirinya dia akan dengan nakalnya melompat keluar dari lubuk hati yang dalam, baik secara mendesak ataupun perlahan-lahan membuka sendiri, berjalan bersama dengan Anda.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sungguh indah merasakan adanya payung. Orang dalam perjalanannya, siapa yang tidak mengharapkan bisa memiliki sebuah payung seperti ini? Sejati, baik dan sabar, bukankah adalah payung sanubari ini?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-114057638909426259?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/114057638909426259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/114057638909426259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2006/02/payung-sanubari.html' title='Payung Sanubari'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-114057626772837166</id><published>2006-02-22T09:42:00.002+07:00</published><updated>2006-02-22T10:27:12.526+07:00</updated><title type='text'>Mulut yang Arif</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;Mulut yang Arif -&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Kata-kata yang terucap keluar, air yang terpancar keluar. Lidah tajam melukai orang, melebihi tajamnya mata pisau membuat orang tidak sanggup menahannya. Dongeng maupun petuah orang kuno sudah sering memperingatkan kita, berhati-hati dalam mengucapkan kata, jangan memamerkan kepandaian bicara, terutama memutar balik fakta, merusak nama orang dengan perkataan keji, membuat fitnah mengadu domba, adalah perbuatan yang merusak moral sendiri, perbuatan yang dihindari oleh manusia sejati.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang dikatakan oleh orang dulu sebagai memupuk moral dengan berbuat baik, sungguh suatu akal sehat yang bermakna dalam. Terutama adalah memupuk moral dalam berbicara, suatu perbuatan yang tidak mudah. Luwes dalam berbicara, tidak saja mendatangkan harapan dan keyakinan bagi orang lain, juga mencitrakan moral diri sendiri, siapa yang tidak ingin melakukannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang berbicara tidak mempunyai suatu tujuan, yang mendengar menangkap arti. Suatu perkataan yang awalnya tanpa tujuan, mungkin dapat menghancurkan seseorang, juga mungkin dapat menolong seseorang. Satu patah kata dapat membangkitkan suatu negara, satu patah kata bisa meruntuhkan suatu negara, sudah banyak contohnya sepanjang sejarah. Tetapi dalam masyarakat yang pandir, senantiasa terjadi perbuatan "celaka datang dari mulut", sehingga kesulitan datang bagai ombak yang menerjang, kesalahan diulang seumur hidup, dikarenakan oleh sebuah mulut yang tidak bermoral!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Prinsip-prinsip demikian, bahkan seorang anak kecil pun tahu. Tetapi, banyak orang yang sudah menghabiskan separuh umurnya pun, masih saja berbuat kesalahan dengan sengaja. Lihatlah media massa yang belakangan ini sering mengetengahkan "kata-kata kasar" yang riuh rendah, apakah pernah terbersit dalam pikiran Anda, bahwa Anda pun melakukan kesalahan yang sama?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Source:(Erabaru.or.id)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-114057626772837166?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/114057626772837166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/114057626772837166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2006/02/mulut-yang-arif_22.html' title='Mulut yang Arif'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-114057604847623660</id><published>2006-02-22T09:32:00.000+07:00</published><updated>2006-02-22T09:40:48.493+07:00</updated><title type='text'>Ada orang bertanya, apakah yang paling kuat di dunia ini?</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Ada orang bertanya, apakah yang paling kuat di dunia ini?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besi dan baja paling kuat, namun api membara dapat melarutkannya.&lt;br /&gt;Api membara paling kuat, namun air dapat memadamkannya.&lt;br /&gt;Air bah paling kuat, namun matahari dapat menguapkannya. .&lt;br /&gt;Matahari paling kuat, namun lapisan awan dapat menutupinya.&lt;br /&gt;Awan paling kuat, namun topan dapat mengembusnya.&lt;br /&gt;Badai angin paling kuat, namun gunung tinggi dapat menahannya.&lt;br /&gt;Gunung tinggi paling kuat, namun pendaki gunung dapat menaklukkannya.&lt;br /&gt;Singa dan harimau paling kuat, namun lalat atau semut dapat menggigitnya.&lt;br /&gt;Orang jahat paling kuat, namun ketakutan dapat mengejutkannya.&lt;br /&gt;Kematian paling kuat, namun orang yang memahami kebenaran mampu mengatasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;em&gt;Kalau begitu, apakah yang paling kuat?&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Orang yang mempunyai keyakinan paling kuat.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mempunyai keyakinan, dia bisa tidak takut pada langit dan bumi, tidak merasa gentar terhadap hidup maupun mati, Dia bisa bersandar pada paramita (kesempurnaan) di dalam hatinya, tidak kaget dengan kemuliaan dan kehinaan duniawi, benar-benar memahami akan hakikat dan arti kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Orang yang memiliki pandangan arif dan bijaksana paling kuat.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang memiliki pandangan arif bijaksana, mengetahui mana yang benar atau salah, baik atau jahat, mengetahui karma sebab-akibat, mengetahui manfaat baik atau buruk, mengetahui baik, jahat, kesesatan dan kesadaran, tidak akan tersesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Orang yang memiliki kearifan paling kuat.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang memiliki kearifan mengerti tentang segala sesuatu, memahami kebajikan dan moralitas, mampu membuka pikirannya, rendah hati dan penuh perhatian, memahami segala sesuatu dengan mendalam, mengambil keputusan yang adil, jujur, dan rasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Orang yang mempunyai belas kasih paling kuat.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan belas kasih, memperlakukan dengan baik terhadap segalanya. Kekuatan belas kasih, mengatasi keinginan irasional dan nafsu pribadi. Kekuatan belas kasih, membuat masalah menjadi lancar dan harmonis: kekuatan belas kasih, timbul dari hati yang lapang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Orang yang lemah lembut paling kuat.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelembutan dapat mengatasi kekerasan. Gigi dan lidah, gigi lebih keras dibanding lidah, namun saat manusia mulai tua, gigi mulai tanggal, sedangkan lidah tetap utuh seperti semula. Maka dari itu sebagai manusia harus berdasarkan kelembutan bukan kekerasan, mengandalkan keteguhan dan tidak bermalas-malasan untuk memenangkan kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas dunia ini, pada umumnya orang pasti berharap diri sendiri menjadi seorang yang kuat, namun di antara orang yang kuat pasti masih ada yang lebih kuat, sebagaimana yang disebut bahwa di luar manusia masih ada manusia, di luar langit masih ada langitnya, kuda yang liar di tunggangi oleh orang yang sesuai, obat beracun pasti ada orang yang tahu penawarnya dengan cara racun dilawan dengan racun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, di atas dunia ini tidak ada yang benar-benar paling besar dan kuat, yang ada hanya kebaikan paling besar, dan hanya sebab akibat yang paling kuat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-114057604847623660?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/114057604847623660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/114057604847623660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2006/02/ada-orang-bertanya-apakah-yang-paling.html' title='Ada orang bertanya, apakah yang paling kuat di dunia ini?'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-113712303338604569</id><published>2006-01-13T10:26:00.000+07:00</published><updated>2006-01-13T10:30:33.403+07:00</updated><title type='text'>Mengatasi Penyakit Dalih/Alasan</title><content type='html'>Sembilan puluh sembilan persen kegagalan datang dari orang yang punya kebiasaan suka membuat alasan, begitu kata George Washington Carver. Daripada mencari jalan keluar, mereka memilih untuk membuat 1001 dalih mengenai kegagalan mereka. Alhasil, kesempatan belajar pun terlewatkan begitu saja.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku The Magic of Thinking Big, David J. Schwartz menjelaskan mengenai penyakit pikiran yang mematikan alias penyakit dalih (excuisitis). Orang-orang gagal senantiasa berdalih mengenai kegagalan mereka. Penyakit dalih tersebut biasanya muncul 4 bentuk, yaitu: dalih kesehatan, dalih inteligensi, dalih usia dan dalih nasib.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalih kesehatan biasanya ditandai dengan ucapan, "Kondisi fisik saya tidak sempurna", "Saya tidak enak badan", "Jantung saya lemah", dan sejenisnya. Orang sukses tidak pernah menganggap cacatnya itu sebagai hambatan. Saya punya sahabat dekat yang menderita polio namun dikenal sebagai dokter spesialis ginjal sukses dan murah hati.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah besar tokoh-tokoh dunia bahkan punya cacat fisik. Presiden Amerika ke-32 Franklin Delano Roosevelt menderita polio, Shakespeare lumpuh, Beethoven tuli, Napoleon Nonaparte memiliki postur tubuh yang sangat pendek.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalih inteligensi diitandai dengan ucapan, "Saya kan tidak pintar", "Saya kan bukan rangking teratas", "Dia lebih pandai", dan sejenisnya. Inilah dalih yang paling umum ditemukan. Tanpa bermaksud mengecilkan arti sekolah, saya ingin mengatakan kepa Anda bahwa tidak perlu jadi profesor agar Anda bisa sukses. Selanjutnya, dalih usia yang ditandai dengan ucapan, "Saya terlalu tua", "Saya masih terlalu muda", "Biarkan yang lebih tua yang duluan", dan sejenisnya. Padahal tidak ada batasan usia dalam meraih sukses. Kolonel Sanders memulai usahanya di usia 65 tahun. Berikutnya adalah dalih nasib, misalnya dengan mengatakan , "Aduh, nasib saya memang selalu jelek", "Itu sudah nasibku", "Itu memang takdir" Memang amat mudah untuk selalu menyalahkan nasib. Padahal nasib kita ditentukan oleh kita sendiri. Tuhan telah memberikan hidup dengan sejumlah pilihan.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah betapa banyaknya orang yang memilih berdiam diri daripada melakukan apa yang bisa mereka perbuat. Padahal apapun yang layak diraih layak diupayakan dengan seluruh kemampuan yang kita miliki. Sayangnya, potensi diri ini kerap hanya terkubur karena kebiasan kita membuat dalih jika apa yang kita kerjakan tidak berjalan sesuai harapan kita atau hasilnya tidak segera kelihatan. Gaya hidup modern yang serba instant secara tidak langsung membuat kita sering mengharapkan hasil yang instant pula. Kita kepengen sekali makan durian tanpa mau menanam, menyiram, memupuki dan merawat pohonnya.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri sempat terkejut membaca cerita tentang ilmuwan besar seperti Albert Einstein yang pernah diusir dari sekolah karena dianggap lamban. Ia bahkan mendapat nilai buruk dalam pelajaran bahasa Yunani karena ingatannya yang lemah. "Tak peduli apa pun yang kamu lakukan, kamu takkan dapat melakukan apa-apa," kata gurunya.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga teringat kepada Thomas Alva Edison yang hanya bersekolah beberapa bulan namun tercatat sebagai pencipta terbesar sepanjang jaman dengan lebih dari 1.000 hak paten. "Saya mempunyai banyak ide tapi hanya sedikit waktu," ujarnya. Edison gagal di sekolah. Gurunya merasa Edison tidak punya minat belajar, pemimpi dan mudah sekali terpecah konsentrasinya. Yang sungguh membuat saya terharu adalah sikap Ibu Edison terhadap putranya. Ia terus mengajari Edison di rumah dan setiap kali Edison gagal, ibunya memberi harapan dan mendorongnya untuk terus berusaha.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau orang gagal senantiasa berkata "itu tidak mungkin berhasil" maka orang sukses lebih suka berkata "mengapa tidak mencobanya dulu ?". Daripada membuat alasan, orang sukses memilih untuk mencari cara mewujudkan impian mereka. Daripada berdiam diri dan menunggu datangnya kesempatan, mereka memilih pergi keluar dan menemukan kesempatan itu. Bahkan mereka mampu menciptakan kesempatan dalam kesempitan. E.M. Gray menegaskan, orang-orang sukses mempunyai kebiasaan melakukan hal-hal yang tidak suka dilakukan orang gagal. Jika saat ini Anda masih suka membuat dalih, buatlah komitmen untuk mengubah kebiasaan itu. Jangan biarkan potensi diri Anda dibelenggu oleh dalih-dalih Anda. Ingat selalu nasihat Theodore Roosevelt, "Lakukan apa yang Anda bisa, dengan apa yang Anda miliki, di mana pun Anda berada."      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai akhir, ijinkanlah saya membagikan kepada Anda sebuah syair dari Afrika berjudul Perlombaan Saat Matahari Terbit. Setiap pagi di Afrika, seekor rusa bangun. Ia tahu bahwa ia harus berlari lebih cepat daripada singat tercepat. Jika tidak, ia akan terbunuh. Setiap pagi seekor singa bangun, ia tahu bahwa ia harus berlari lebih cepat daripada rusa terlamban. Jika tidak, ia akan mati kelaparan. Tidak penting apakah Anda adalah sang rusa atau sang singa. Saat matahari terbit, Anda sebaiknya mulai berlari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber: Mengatasi Penyakit Dalih oleh Paulus Winarto.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-113712303338604569?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/113712303338604569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/113712303338604569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2006/01/mengatasi-penyakit-dalihalasan.html' title='Mengatasi Penyakit Dalih/Alasan'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-113169493244973821</id><published>2005-11-11T14:39:00.000+07:00</published><updated>2005-11-11T14:42:12.460+07:00</updated><title type='text'>Siapa Menabur Siapa Menuai</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pada suatu hari seorang pemuda sedang berjalan di tengah hutan,tiba-tiba ia mendengar jeritan minta tolong. Ternyata ia melihat seorang pemuda sebaya dengan dia sedang bergumul dengan lumpur yang mengambang, semakin bergerak malah semakin dalam ia terperosok. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pemuda yang pertama tadi hendak sekuat tenaga memberikan pertolongannya, dengan susah payah pemuda yang terperosok itu dapat di selamatkan. Pemuda yang pertama memapah pemuda yang terperosok ini pulang kerumahnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ternyata rumah si pemuda kedua sangat bagus, besar,megah,dan mewah. Ayah pemuda ini sangat berterima kasih atas pertolongan yang diberikan kepada anaknya, dan hendak memberikan uang, pemuda yang pertama ini menolak pemberian tersebut. Ia berkata bahwa sudah selayaknya sesama manusia menolong orang lain yang dalam kesusahan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sejak kejadian ini mereka menjalin persahabatan. Si pemuda pertama adalah seorang yang miskin, sedangkan si pemuda kedua adalah bangsawan yang kaya raya. Si pemuda yang miskin ini mempunyai cita-cita untuk menjadi dokter, namun ia tidak mempunyai biaya untuk kuliah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tetapi, ada seorang yang murah hati, yaitu ayah dari pemuda bangsawan itu. Ia memberi beasiswa sampai akhirnya meraih gelar dokter. Pemuda miskin yang menjadi dokter ini ini kemudian dikenal dengan nama Dr. Fleming. Penemu obat Penisilin. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cerita masih berlajut. Si pemuda bangsawan masuk dinas militer dan dalam suatu tugas ke medan perang, ia terluka parah sehingga menyebabkan demam yang sangat tinggi karena infeksi. Pada waktu itu belum ada obat untuk infeksi. Para dokter mendengar tentang penisilin penemuan Dr.Fleming dan mereka menyuntik dengan penisilin yang merupakan obat penemuan baru. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berangsur-angsur demam akibat infeksi itu reda dan si pemuda bangsawan akhirnya sembuh. Pemuda bangsawan yang berkarir di militer ini dikenal dunia dengan nama Winston Churchill. Perdana Menteri Inggris yang termasyhur itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Fleming menabur kebaikan dan menuai kebaikan pula. Ia menjadi dokter. Fleming menemukan penisilin yang akhirnya menolong jiwa Churchil.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-113169493244973821?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/113169493244973821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/113169493244973821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2005/11/siapa-menabur-siapa-menuai.html' title='Siapa Menabur Siapa Menuai'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-112868100575586249</id><published>2005-10-07T17:27:00.000+07:00</published><updated>2005-10-07T17:30:05.763+07:00</updated><title type='text'>Perspektif</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Suatu hari seorang ayah yang sangat kaya mengajak anaknya dalam suatu perjalanan ke pedesaan untuk menunjukkan pada anaknya bagaimana miskinnya mereka hidup.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mereka menghabiskan beberapa hari di pedesaan tersebut di rumah keluarga yang sangat miskin. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam perjalanan pulang, ayah tersebut bertanya pada anaknya, &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Bagaimana perjalannya?”“Sangat hebat, Ayah” Jawab si anak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Apakah kau melihat betapa miskinnya hidup mereka?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;” Ayahnya bertanya.“Hmm ya…,” Jawab anaknya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Jadi, katakan padaku, apa yang telah kau pelajari dari perjalanan tersebut?”  Tanya ayahnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anak itu menjawab: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Aku melihat kita mempunyai seekor anjing dan mereka mempunyai empat ekor.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita mempunyai kolam renang yang sangat besar hingga ke tengah halaman dan mereka mempunyai sungai yang tidak berujung.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita mempunyai lampu yang di impor dari luar negeri di taman dan mereka mempunyai bintang-bintang di langit pada waktu malam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Teras rumah kita luas  sampai ke halaman depan dan mereka mempunyai seluruh horizon.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita mempunyai sebidang tanah untuk hidup dan mereka mempunyai lahan yang melebihi batas pandang kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita mempunyai pembantu-pembantu yang melayani kita, tetapai mereka saling melayani.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita membeli makanan kita, tetapi mereka menumbuhkannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita mempunyai tembok untuk melindungi milik  dan diri kita, mereka mempunyai teman-teman untuk melindungi mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;”Ayah anak tersebut terdiam, tidak dapat mengatakan apa-apa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kemudian anaknya menambahkan, “Terima kasih, Yah, untuk menunjukkan betapa miskinnya kita.”Bukankah perspektif suatu hal yang luar biasa? Mengajarkan kita untuk bersyukur atas semua yang kita miliki, daripada menguatirkan apa yang tidak kita miliki.Hargailah semua hal kecil yang kita miliki, terutama teman-teman kita!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;HIDUP INI TERLALU SINGKAT DAN TEMAN TERLALU SEDIKIT&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-112868100575586249?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/112868100575586249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/112868100575586249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2005/10/perspektif.html' title='Perspektif'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-112804498914666539</id><published>2005-09-30T08:46:00.000+07:00</published><updated>2005-09-30T08:49:49.153+07:00</updated><title type='text'>Inspiring Thought</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;*Anger is a condition in which the  tongue works faster than the mind.*           &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;*You can't change the past, but you can ruin the present  by worrying over the future.*            *Love...and you shall be loved.*&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;*All people smile in the same language.*            &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;*Everyone needs to be loved...*            especially when they do not deserve it. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;*The real measure of a man's wealth            is* what he has invested in eternity.            *Laughter is God's sunshine.*            &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;*Everyone has beauty            but* not everyone sees it.            &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;*It's important for parents to live            the* same things they teach.            &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;*Thank God for what you have,            TRUST* GOD for what you need.            &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;*If you fill your heart with regrets of yesterday and the  worries of tomorrow,  you* have no today to be thankful for.            &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;*Man looks at outward appearance  but* the Lord looks within.            &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;*The choice you make today            will* usually affect tomorrow.            &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;*Take time to laugh, for it is            the* music of the soul.            &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;*Patience is the ability to idle your motor            when* you feel like stripping your gears.            *Love is strengthened by working            through* conflicts together.            .            &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;*Harsh words break no bones            but* they do break hearts.            &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;*To get out of a difficulty,            one* usually must go through it.            &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;*We take for granted the things            that* we should be giving thanks for.            &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;*Love is the only thing that can be            divided* without being diminished.            &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;*Happiness is enhanced by others            but* does not depend upon others.            &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;*For every minute you are angry with someone,            you* lose 60 seconds of happiness            that you can never get back.            &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;*Do what you can, for who you can,            with* what you have, and where you are.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-112804498914666539?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/112804498914666539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/112804498914666539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2005/09/inspiring-thought.html' title='Inspiring Thought'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-112773498454018407</id><published>2005-09-26T18:38:00.000+07:00</published><updated>2005-09-26T18:43:04.580+07:00</updated><title type='text'>Kepiting</title><content type='html'>Renungan............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mungkin banyak yang tahu wujud kepiting, tapi tidak banyak yang tahu sifat kepiting. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semoga Anda tidak memiliki sifat kepiting yang dengki.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di Filipina, masyarakat pedesaan gemar sekali menangkap dan memakan kepiting sawah. Kepiting itu ukurannya kecil namun rasanya cukup lezat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kepiting-kepiting itu dengan mudah ditangkap di malam hari, lalu dimasukkan ke dalam baskom/wadah, tanpa diikat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keesokkan harinya, kepiting-kepiting ini akan direbus dan lalu disantap untuk lauk selama beberapa hari. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang paling menarik dari kebiasaan ini,kepiting-kepiting itu akan selalu berusaha untuk keluar dari baskom, sekuat tenaga mereka, dengan menggunakan capit-capitnya yang kuat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Namun seorang penangkap kepiting yang handal selalu tenang meskipun hasil buruannya selalu berusaha meloloskan diri. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Resepnya hanya satu, yaitu si pemburu tahu betul sifat si kepiting.Bila ada seekor kepiting yang hampir meloloskan diri keluar dari baskom, teman-temannya pasti akan menariknya lagi kembali ke dasar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika ada lagi yang naik dengan cepat ke mulut baskom, lagi-lagi temannya akan menariknya turun...dan begitu seterusnya sampai akhirnya tidak ada yang berhasil keluar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keesokan harinya sang pemburu tinggal merebus mereka semua dan matilah sekawanan kepiting yang dengki itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Begitu pula dalam kehidupan ini...tanpa sadar kita juga terkadang menjadi seperti kepiting-kepiting itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang seharusnya bergembira jika teman atau saudara kita mengalami kesuksesan kita malahan mencurigai, jangan-jangan kesuksesan itu diraih dengan jalan yang nggak bener.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apalagi di dalam bisnis atau hal lain yang mengandung unsur kompetisi, sifat iri, dengki, atau munafik akan semakin nyata dan kalau tidak segera kita sadari tanpa sadar kita sudah membunuh diri kita sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kesuksesan akan datang kalau kita bisa menyadari bahwa di dalam bisnis atau persaingan yang penting bukan siapa yang menang, namun terlebih penting dari itu seberapa jauh kita bisa mengembangkan diri kita seutuhnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika kita berkembang, kita mungkin bisa menang atau bisa juga kalah dalam suatu persaingan, namun yang pasti kita menang dalam kehidupan ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pertanda seseorang adalah 'kepiting':&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Selalu mengingat kesalahan pihak luar (bisa orang lain atau situasi) yang sudah lampau dan menjadikannya suatu prinsip/pedoman dalam bertindak&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Banyak mengkritik tapi tidak ada perubahan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Hobi membicarakan kelemahan orang lain tapi tidak mengetahui kelemahan dirinya sendiri sehingga ia hanya sibuk menarik kepiting-kepiting yang akan keluar dari baskom dan melupakan usaha pelolosan dirinya sendiri...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seharusnya kepiting-kepiting itu tolong-menolong keluar dari baskom, namun yah...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;dibutuhkan jiwa yang besar untuk melakukannya...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Coba renungkan berapa waktu yang Anda pakai untuk memikirkan cara-cara menjadi pemenang. Dalam kehidupan sosial, bisnis, sekolah, atau agama. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan gantilah waktu itu untuk memikirkan cara-cara pengembangan diri Anda menjadi pribadi yang sehat dan sukses.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Betapa pun banyaknya kucing berkelahi, selalu saja banyak anak kucing lahir. (Abraham Lincoln)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Dikutip dari AirPutih&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-112773498454018407?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/112773498454018407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/112773498454018407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2005/09/kepiting.html' title='Kepiting'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-112625783305458315</id><published>2005-09-09T16:10:00.000+07:00</published><updated>2005-09-26T18:44:29.663+07:00</updated><title type='text'>Sebuah cerita tentang hidup dari negeri India....</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya pikir, hidup ini kayaknya cuma nambahin kesulitan-kesulitan saya aja! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;'Kerja menyebalkan','hidup tak berguna', dan nggak ada sesuatu yang beres!! banyak masalah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tapi semua itu berubah... sejak kemarin...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pandangan saya tentang hidup ini benar-benar telah berubah! Tepatnya terjadi setelah saya bercakap-cakap dengan teman saya. Ia mengatakan kepada saya bahwa walau ia mempunyai 2 pekerjaan dan berpenghasilan sangat minim setiap bulannya, namun ia tetap merasa bahagia dan senantiasa bersuka cita. Saya pun jadi bingung, bagaimana bisa ia bersukacita selalu dengan gajinya yang minim itu untuk menyokong kedua orang tuanya, mertuanya, istrinya, 2 putrinya, ditambah lagi tagihan-tagihan rumah tangga yang numpuk!!! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kemudian ia menjelaskan bahwa itu semua karena suatu kejadian yang ia alami di India. Hal ini dialaminya beberapa tahun yang lalu saat ia sedang berada dalam situasi yang berat. Setelah banyak kemunduran yang ia alami itu, ia memutuskan untuk menarik nafas sejenak dan mengikuti tur ke India. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ia mengatakan bahwa di India, ia melihat tepat di depan matanya sendiri bagaimana seorang ibu MEMOTONG tangan kanan anaknya sendiri dengan sebuah golok!! Keputus asaan dalam mata sang ibu, jeritan kesakitan dari seorang anak yang tidak berdosa yang saat itu masih berumur 4 tahun!!, terus menghantuinya sampai sekarang. Kamu mungkin sekarang bertanya-tanya, kenapa ibu itu begitu tega melakukan hal itu? Apa anaknya itu 'so naughty' atau tangannya itu terkena suatu penyakit sampai harus dipotong? Ternyata tidak!!! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semua itu dilakukan sang ibu hanya agar anaknya dapat.. MENGEMIS ...!! Ibu itu sengaja menyebabkan anaknya cacat agar dikasihani orang-orang saat mengemis di jalanan !! Saya benar-benar tidak dapat menerima hal ini,tetapi ini adalah KENYATAAN!! Hanya saja ha! l mengerikan seperti ini terjadi di belahan dunia yang lain yang tidak dapat saya lihat sendiri !! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kembali pada pengalaman sahabat saya itu, ia juga mengatakan bahwa setelah itu ketika ia sedang berjalan-jalan sambil memakan sepotong roti, ia tidak sengaja menjatuhkan potongan kecil dari roti yang ia makan itu ke tanah. Kemudian dalam sekejap mata, segerombolan anak kira-kira 6 orang anak sudah mengerubungi potongan kecil dari roti yang sudah kotor itu... mereka berebutan untuk memakannya!! (suatu reaksi yang alami dari kelaparan). Terkejut dengan apa yang baru saja ia alami, kemudian sahabatku itu menyuruh guidenya untuk mengantarkannya ke toko roti terdekat. Ia menemukan 2 toko roti dan kemudian membeli semua roti yang ada di kedua toko itu! Pemilik toko sampai kebingungan, tetapi ia bersedia menjual semua rotinya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kurang dari $100 dihabiskan untuk memperoleh 400 potong roti (jadi tidaksampai $0,25 / potong) dan ia juga menghabiskan kurang lebih $100 lagi untuk membeli barang keperluan sehari-hari. Kemudian ia pun berangkat kembali kejalan yang tadi dengan membawa satu truk yang dipenuhi dengan roti dan barang-barang keperluan sehari-hari kepada anak-anak (yang kebanyakan CACAT) dan beberapa orang-orang dewasa disitu! Ia pun mendapatkan imbalan yang sungguh tak ternilai harganya, yaitu kegembiraan dan rasa hormat dari orang-orang yang kurang beruntung ini!! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasa heran bagaimana seseorang bisa melepaskan kehormatan dirinya hanya untuk sepotong roti yang tidak sampai $0,25!! Ia mulai bertanya-tanya pada dirinya sendiri, betapa beruntungnya ia masih mempunyai tubuh yang sempurna, pekerjaan yang baik, juga keluarga yang hangat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Juga untuk setiap kesempatan dimana ia masih dapat berkomentar mana makanan yang enak, mempunyai kesempatan untuk berpakaian rapi, punya begitu banyak hal dimana orang-orang yang ada di hadapannya ini AMAT KEKURANGAN!! Sekarang aku pun mulai berpikir seperti itu juga! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebenarnya, apakah hidup saya ini sedemikian buruknya? TIDAK, sebenarnya tidak buruk sama sekali!! Nah, bagaimana dengan kamu? Mungkin di waktu lain saat kamu mulai berpikir seperti aku, cobalah ingat kembali tentang seorang anak kecil yang HARUS KEHILANGAN sebelah tangannya hanya untuk mengemis di pinggir jalan..!! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saudara, banyak hal yang sudah kita alami dalam menjalani kehidupan kita selama ini, sudahkah kita BERSYUKUR??? Apakah kita mengeluh saja dan selalu merasa tidak puas dengan apa yang sudah kita miliki? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;PS. kita tidak akan pernah merasa cukup bila kita terus membandingkan diri dengan orang yang "lebih" dari kita. Bersyukurlah atas apa yang sudah Tuhan berikan bagi kita.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-112625783305458315?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/112625783305458315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/112625783305458315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2005/09/sebuah-cerita-tentang-hidup-dari.html' title='Sebuah cerita tentang hidup dari negeri India....'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-112467772853593911</id><published>2005-08-22T09:15:00.000+07:00</published><updated>2005-08-22T09:28:48.550+07:00</updated><title type='text'>"I hate this job. I hate this job ? "</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Nggak tahu deh, udah berapa kali kalimat ini terus menerus aku ulang-ulang dalam hati. Rasanya kekesalan demi kekesalan semakin bertumpuk dalam hati. Dan yang lebih ngeselin lagi. Semakin aku kesal,semakin semua pekerjaan ini terasa berat. Benciiii!!!!! Benciiii!!!! Apalagi yang harus dikatakan supaya bisa lebih lega.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ternyata apapun yang aku katakan bukannya bikin lega, tapi malah bikin sumpek. Gimana nggak ??? Hari pertama masuk kantor, nggak adayang tersenyum, nggak ada yang menyapa apalagi ngajak ngobrol (dan ternyata setelah beberapa hari! kerja, aku baru tahu kalau katanya ada juklak yang mengatur bahwa karyawan dilarang ngobrol waktu jam kerja, ajaib!!), semua berwajah serius. Satu-satunya yangmelegakan hati hanya seorang teman baru yang sama-samabaru diterima di kantor.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oke deh, lupakan hari pertama. Dimana-mana juga biasanya orang kalo hari pertama kerja memang unforgettable. Waktu itu aku cuma berharap semoga esoknya nggak akan seburuk itu. But ? ternyata tidak!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Christy, buat laporan ini ? laporan itu. Semua harus selesai dalam 1 x 24 jam!Ingat ya, setiap tugas dari saya, apapun itu harus selesai dalam 1 x 24 jam !!"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Christy! Kalau telponnya bunyi, jangan sampai kring lebih dari dua kali! Harus sudah kamu angkat!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Fiuhh ? galak amat. Memang sih ngomongnya sambil senyum (hambar), tapi dalem boo?"Wah, saya nggak tahu data itu ada dimana. Tanya aja sama yang lain"."Lho, itu kan yang tahu orang cabang Balikpapan atau Banjarmasin. Kejar aja kesana". Gile benerrr. Untuk minta data aja susahnya minta ampun. Gimana bisa bikin laporan. Aku bener-bener nggak ngerti kenapa suasana kantor bisa seperti ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Orang-orangnya susah diajak kerja sama, self defense tinggi,gampang saling menyalahkan, wah bener-bener lingkungan kerja yang tidak nyaman. Ini yang salah apanya ya ?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; SDM-nya kah?  Management-nya kah? Lingkungannya? Jenis pekerjaannya , bsp; kah ? Atau apanya?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kayaknya semakin hari bukannya semakin baik, tapi malah semakin buruk.Tiap hari ada saja hal-hal 'mengagumkan' yangkutemukan. Pulang jam setengah enam merupakan hal 'aneh' (padahal jam kerja hanya sampai jam 5), katanya ada perhitungan lembur, tapi kalau hanya sampai jam setengah delapan istilahnya itu kan masih sore, masak mau ngurus surat lembur. Sabtu Minggu katanya libur,tapi kebanyakan dipakai untuk lembur. Uang lembur nggak jelas kapan keluarnya, katanya sih sekitar 3-4 bulan kemudian. Satu hal yang paling nggak 'sreg' di hatiku, setiapkali meeting pasti memakan waktu lama. Dan lamanya itu bukan untuk mencari solusi dari permasalahan yang ada, tapi selalu mencari 'siapa yang salah'.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; Pokoknya, pada saat meeting, jangan sampai kita salah menyebut nama orang lain. Siapapun itu pasti langsung dipanggil menghadap saat itu juga. Jadi, sering kali waktu terbuang percuma hanya untuk mendengarkan pembelaan diri dan ucapan-ucapan yang saling menyalahkan, dan ujung-ujungnya ? tidak ada solusi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jadi kebayang, seandainya waktu itu ada yang minta aku untuk buat list 'Ten things you hate about your company' mungkin aku bisa bikin sampai 100. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pokoknya the point is : I hate this job! Wake up girl! You pray for this job, remember!!ya sih. Memang betul. Tapi keadaan ini bener-bener bikin aku tertekan. Aku ingat komitmen-ku pada Tuhan. Apapun itu Tuhan, bagaimanapun kehidupan yang harus kujalani, selama itu membuat aku semakin dekat denganMu, aku akan menjalaninya dengan sukacita. Tapi kalau seperti ini?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setiap pulang, sampai rumah aku sudah 'terlalu capek'untuk berdoa dan membaca firman. Saat teduhku jadi super bolong bolong. Kalau di rumah, bawaannya marah melulu. Kenapa rasanya nggak ada yang ngerti."There's gotta be something more than this".K alimat ini terus terngiang-ngiang di telingaku.Masak sih, aku harus hidup kayak gini terus. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tuhan,kenapa sih Engkau menempatkan aku di tempat sepertiini? Pekerjaan yang tidak sesuai dengan bidang pendidikanku, suasana kerja yang nggak enak, tempat kerja yang jauh, waktu kerja yang nggak jelas. Aduhhh ? kenapa Tuhan ? Rasanya setiap hari yang ada hanya keluhan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di tengah-tengah kejenuhan yang sudah memuncak, satuhari Tuhan menegurku dengan suatu nyanyian yang sudah' terlalu sering' dinyanyikan sehingga kadang-kadangkita lupa 'mendengarkan' dengan sungguh-sungguh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hitung berkat satu per satu &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kau kan kagum oleh kasihNya&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berkat Tuhan mari hitunglah&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kau niscaya kagum oleh kasihNya&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku tersentak. Memang benar, there's gotta be something more than this. Hidup nggak boleh begini terus. Tapi hidup nggak akan berubah kalau aku sendiri nggak merubah cara pandangku. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;So, aku mulai menghitung berkatku. Hari pertama kerja. Seorang satpam menyapa ramah,"Hari ini udah mulai masuk ya mbak". Seorang office boy tersenyum, "Wah, mbak iki ayu rek.."Aku mendapatkan seorang sahabat baru, bisa berbagi suka duka dan saling menguatkan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di antara Operational Director dan Deputy Director yang menjadi atasan langsungku, walaupun yang satu galak dan tidak pernah puas, tapi yang satu ramah dan baik dan selalu memberikan penghargaan untuk setiap pekerjaan yang berhasil aku selesaikan dengan baik. Dan aku terus menghitung, setiap senyuman adalah berkat, setiap pujian adalah sukacita, setiap tugas dan pekerjaan adalah kepercayaan.I have to change.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setiap pagi aku tersenyum pada setiap orang yang kutemui. Kuucapkan selamat pagi dengan senyuman(walaupun sering kali tidak ada balasan), setidaknyaseorang sahabat pasti selalu membalas. Dan, hei ? rasanya banyak yang berubah. Memang benar bahwa hidup ini merupakan suatu chain reaction. Dan di tengah-tengah suasana kerja yang kurang nyaman itu mulai tumbuh bunga-bunga persahabatan. Memang kita tak dapat merubah seluruh dunia hanya dalam sekejap. Tapi setiap perubahan ke arah yang lebih baik adalah berkat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rekan-rekan kerja mulai lebih terbuka dan saling membantu dalam pekerjaan. Syukur atas talenta yang diberikan Tuhan, aku memang punya sedikit kemampuan lebih di bidang komputer sehingga banyak rekan-rekan yang sering bertanya. Dari saling membantu itulah akhirnya suasana kerja yang kaku mulai cair. Dan betapa bahagianya ketika suatu hari kemudian Tuhan menyapaku lembut, "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga"(Matius 5 : 16)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Namun tak bisa dipungkiri, sistem perusahaan yang begitu menekan tetap mendorongku untuk berusaha mencari pekerjaan lain.Hanya dalam waktu 3 bulan, tiba-tiba aku mendapat panggilan dari perusahaan lain, dan hanya dengan satu kali test, mereka memutuskan untuk menerima aku. Sungguh-sungguh suatu berkat yang tak terduga. Apalagi di kantor baru tersebut aku ditempatkan di bagian IT Support &amp; Multimedia, yang memang lebih sesuai dengan bidang pendidikanku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika aku mengajukan pengunduran diri, salah satu bosku yang sudah merasa cocok denganku berusaha mempertahanku. Namun dengan tekad yang sudah bulat aku memutuskan untuk tetap memilih perusahaan baru walaupun perusahaan tersebut jauh lebih kecil daripada perusahaan tempat aku bekerja saat itu. Dan untuk menunjukkan niat baikku, selama dua minggu terakhir, aku berusaha menyelesaikan sebanyak mungkin pekerjaan yang menjadi tanggung jawabku. Lembur tanpa mengurus surat lembur. Aku ingin melakukan yang terbaik. Yang terbaik yang dapat aku berikan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sampai tibalah hari terakhir aku bekerja, aku mendapat informasi bahwa Berita Acara Serah Terima pekerjaanku belum ditandatangani oleh sang Direktur dan beberapa teman menjelaskan bahwa biasanya berkas tersebut baru ditandatangani 2/4 minggu kemudian, dan setelah itu baru aku bisa menerima ijazah dan gajiku. Ada perasaan marah ketika menyadari bahwa ternyata semua kerja kerasku tidak berarti apa-apa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tapi Tuhan memang baik sekali. Dia tidak memperbolehkan kemarahanku merusak pekerjaan terbaik yang telah kupersembahkan. Aku telah melakukan yang terbaik karena Tuhan sendiri yang telah memampukanku, jadi kalaupun ternyata ada beberapa orang yang tak dapat menghargainya, kenapa aku harus berkecil hati? Aku melakukannya karena Tuhan, bersama Tuhan dan untuk Tuhan. Dan untuk itu Ia telah menyediakan hadiah yang jauh lebih indah. Berkat-berkat yang menyirami hati. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di hari terakhir itu; Seorang sahabat memelukku. Seorang rekan kerja memutar lagu kesayanganku sepanjang hari.Seorang lagi membuat sketsa wajahku.Aku menerima banyak ucapan terima kasih dari rekan-rekan kerja bahkan dari departemen lain. Dan seorang office boy menangis menyalamiku sambil berkata,"Mbak, terima kasih ya karena selalu tersenyum kalau ketemu saya ?"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan ketika seorang ibu deputy director dari departemen lain (yang sehari-harinya terkenal judes, but somehow aku yakin hatinya penuh kasih) memeluk dan menciumku sambil mengucapkan doa dan berkat buatku, dalam hatiku aku memperbaharui kembali janjiku pada Tuhan.Bapa, dimanapun aku Kau tempatkan, apapun pekerjaanku, selama itu membuatku lebih dekat denganMu dan menyenangkan hatiMu, aku akan melakukannya dengan segenap hatiku dan dengan segenap kemampuanku, sebagai persembahanku untukMu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Memang kita tidak dapat merubah segalanya. Tapi jika kita menyadari bahwa setiap tanggung jawab yang diletakkan di tangan kita adalah suatu pekerjaan buat Tuhan, maka sudah sepantasnyalah kita melakukan yang terbaik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;So guys, kalau saat! ini kamu merasa Pekerjaanmu tidak terlalu berarti?Lingkungan kerjamu benar-benar tidak nyaman?Perusahaan berlaku tidak adil padamu?Rekan-rekan kerjamu saling menjatuhkan?Kerja kerasmu sia-sia ?Jangan pernah berkecil hati. Selama engkau sungguh-sungguh menyadari bahwa engkau telah memberikan yang terbaik, engkau telah berlaku jujur dan setia dalam pekerjaanmu, ingatlah, Bapamu disurga selalu memperhatikan engkau. Dan Ia tersenyum padamu. Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.I Korintus 15:58.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Karena itu, marilah kita mulai pekerjaan kita hari ini dengan senyuman dan sukacita di hati, sehingga diakhir hari kita dapat menjawab pertanyaan seperti yang tertuang dalam sebuah kidung, &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Sudahkah yang terbaik kuberikan kepada Tuhanku ?"Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kolose 3 : 23&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;GOD BLESS US NOW &amp; FOREVER&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Source : persekutuanAIT&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-112467772853593911?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/112467772853593911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/112467772853593911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2005/08/i-hate-this-job-i-hate-this-job.html' title='&quot;I hate this job. I hate this job ? &quot;'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-112436238176766524</id><published>2005-08-18T17:46:00.000+07:00</published><updated>2005-08-18T17:53:01.773+07:00</updated><title type='text'>Pelajaran Kehidupan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Saat di depanmu terhidang nasi sayur tahu tempe, mengapa mesti sibuk berandai-andai dapat makan ikan, daging atau ayam ala resto? Padahal kalau saja kita nikmati apa yang ada tanpa berkesah, pastilah rasanya tak jauh beda. Karena enak atau tidaknya makanan lebih tergantung kepada rasa lapar dan mau tidaknya kita menerima apa yang ada. Maka nikmatilah, karena jika kita terus mengharap makanan yang lebih enak, makanan yang ada di depanpun akan basi, padahal belum tentu besok kita akan mendapatkan yang lebih baik daripada hari ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saat kita menemui udara pagi ini cerah, langit hari ini biru indah, mengapa sibuk mencemaskan hujan yang tak kunjung datang? Padahal kalau saja kita nikmati adanya tanpa kesah, pastilah kita dapat mengerjakan begitu banyak kegiatan dengan penuh kegembiraan. Maka nikmatilah, jangan malah resah memikirkan hujan yang tak kunjung tumpah. Karena jika kita tak menikmatinya, maka saat tiba masanya hujan menggenangi tanahmu, kita pun kan kembali resah memikirkan kapan hujan berhenti.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Percayalah, semua ini akan berlalu, maka mengapa harus memikirkan sesuatu yang tak ada, namun suatu saat pasti akan hadir jua? Sedang hal itu hanya akan membuat kita kehilangan keindahan hari ini karena mencemaskan sesuatu yang belum pasti.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saat kita memiliki sebuah pekerjaan dan mendapatkan penghasilan, meski tak sesuai dengan yang kita inginkan, mengapa mesti kesal dan membayangkan pekerjaan ideal yang jauh dari jangkauan? Padahal kalau saja kita nikmati apa yang kita miliki, tentu akan lebih mudah menjalani. Maka nikmatilah, karena bisa jadi saat kita dapatkan apa yang kita inginkan, ternyata tak seindah yang kita bayangkan. Maka nikmatilah, karena bisa jadi saat sudah kita lepaskan, kita akan menyesal, ternyata begitu banyak kebaikan yang tidak kita lihat sebelumnya. Ternyata begitu banyak keindahan yang terlewat tak kita nikmati.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maka nikmatilah, dan jangan habiskan waktumu dengan mengeluh dan menginginkan yang tidak ada. Maka nikmatilah, karena suatu saat, semua ini pun akan berlalu. Maka nikmatilah, jangan sampai kita kehilangan nikmatnya dan hanya mendapatkan getirnya saja. Maka nikmatilah dengan bersyukur dan memanfaatkan apa yang kita miliki dengan lebih baik lagi agar besok menjadi sesuatu yang berguna. Maka nikmatilah karena ia akan menjadi milikmu apa adanya dan hanya saat ini saja. Sedang besok bisa jadi semua telah berganti.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika hari ini kita menderita, maka nikmatilah, karena ini pun akan berlalu, jangan biarkan dia pergi, kemudian ketika kita harus lebih menderita suatu saat nanti, kita tidak sanggup menahannya. Maka nikmatilah rasa sedihmu, dengan mengenang kesedihan yang lebih dalam yang pernah kita alami. Dengan membayangkan kesedihan yang lebih memar pada hari akhir nanti jika kita tak dapat melewati kesedihan kali ini.Dengan menemukan penghapus dosa pada musibah yang kita alami kini. Maka nikmatilah rasa galaumu, dengan merenung lebih banyak atas permasalahan yang kita hadapi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan memikirkan kedewasaan yang kan kita gapai atas resah dan galau itu. Dengan kematangan yang akan kita miliki setelah berhasil melewati semua ini. Maka nikmatilah rasa marahmu, dengan kemampuan mengendalikan diri. Dengan memikirkan penggugur dosa yang kan kita dapatkan. Dengan mendapatkan kemenangan atas diri pribadi yang tak semua orang dapat lakukan.Maka nikmatilah, dengan berpikir positif atas apa pun yang kita jalani, atas apapun yang kita hadapai, atas apapun yang kita terima, karena dengan begitu kita akan bahagia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maka nikmatilah, karena ini pun akan berlalu jua. Maka nikmatilah, karena rasa puas dan syukur atas apa yang telah kita raih akan menghadirkan ketenteraman dan kebahagiaan. Sedang ketidak puasan hanya akan melahirkan penderitaan. Maka nikmatilah, karena ini pun akan berlalu. Maka nikmatilah, agar kita tidak kehilangan hikmah dan keindahannya, saat segalanya telah tiada. Maka nikmatilah, agar tak hanya derita yang tersisa saat semua telah berakhir jua. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Source: PK&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-112436238176766524?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/112436238176766524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/112436238176766524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2005/08/pelajaran-kehidupan.html' title='Pelajaran Kehidupan'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-112418827200583807</id><published>2005-08-16T17:29:00.000+07:00</published><updated>2005-08-16T17:31:12.010+07:00</updated><title type='text'>Bisikan Nurani</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Jauh di sebuah dusun nelayan dengan bau laut yang kental. Seorang paman menanyakan kabar keponakannya yang telah lama pergi ke kota. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan bangga, ibunya menjawab, "Syukurlah, sekarang hidup Bejo sudah enak. Dia bekerja sebagai petugas kebersihan di gedung tinggi." &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di sebuah gedung perkantoran di tengah kota yang sibuk. Seorang bos berdasi menanyakan tentang seorang pegawai yang tampak lusuh. Dengan gugup, manajernya menjawab, "Namanya Bejo pak! Pegawai rendahan di bagian kebersihan. Sayang, nasibnya tidak sebaik namanya." &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aha! Betapa relatifnya nilai sebuah pekerjaan. Dari satu sudut pandang, sesuatu yang dibanggakan ternyata tak ubahnya cemoohan. Namun dari sudut lain, sebuah ejekan ternyata sumber harapan panjang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Begitulah bila pikiran mulai menilai-nilai apa yang disebut "kemujuran" hidup, maka pada saat yang sama ia memisah-misahkan orang ke dalam kelas-kelas yang berbeda. Padahal, melalui tatapan hati nurani, tiadalah lebih berharga jabatan tinggi di hadapan jabatan rendah. Ketika anda menghargai dan membebaskan diri dari peringkat-peringkat "keberuntungan", di saat itu anda mampu mendengar bisikan nurani.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Source :AirPutih&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-112418827200583807?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/112418827200583807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/112418827200583807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2005/08/bisikan-nurani.html' title='Bisikan Nurani'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-112409082045016130</id><published>2005-08-15T14:24:00.000+07:00</published><updated>2005-08-15T14:27:00.456+07:00</updated><title type='text'>Luangkan waktu</title><content type='html'>Luangkan waktu untuk iman, Ia jalan ketakwaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luangkan waktu untuk impian, Ia menghidupkan harapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luangkan waktu untuk membaca, Ia adalah asas pengetahuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luangkan waktu untuk tertawa, Ia merupakan bumbu kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luangkan waktu untuk bekerja, Ia adalah hadiah bagi kesuksesan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luangkan waktu untuk saling mencintai, Ia adalah hidup yang suci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luangkan waktu untuk bermain, Ia merupakan rahasia dari awet muda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luangkan waktu untuk membantu teman, Ia adalah sumber kegembiraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luangkan waktu untuk berdoa, Ia mendekatkan dirimu dengan Tuhan dan membersihkan debu bumi dari matamu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-112409082045016130?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/112409082045016130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/112409082045016130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2005/08/luangkan-waktu.html' title='Luangkan waktu'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-112245289017202262</id><published>2005-07-27T15:24:00.000+07:00</published><updated>2005-07-27T15:28:10.176+07:00</updated><title type='text'>H A S R A T   U N T U K   B E R U B A H</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;                      &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Terukir di sebuah makam&lt;br /&gt;               di Westminster Abbey, Inggris, 1100 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal&lt;br /&gt;Aku bermimpi ingin merubah dunia&lt;br /&gt;Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku&lt;br /&gt;Kudapati bahwa dunia tidak kunjung berubah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka cita-cita itu pun agak kupersempit&lt;br /&gt;Lalu kuputuskan untuk hanya mengubah negeriku&lt;br /&gt;Namun tampaknya&lt;br /&gt;Hasrat itu pun tiada hasilnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika usiaku semakin senja&lt;br /&gt;Dengan semangatku yang masih tersisa&lt;br /&gt;Kuputuskan untuk mengubah keluargaku&lt;br /&gt;Orang-orang yang paling dekat denganku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi celakanya&lt;br /&gt;Mereka pun tidak mau diubah !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini&lt;br /&gt;Sementara aku berbaring saat ajal menjelang&lt;br /&gt;Tiba-tiba kusadari ......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikan yang pertama-tama kuubah adalah diriku&lt;br /&gt;Maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan&lt;br /&gt;Mungkin aku bisa mengubah keluargaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka&lt;br /&gt;Bisa jadi aku pun mampu memperbaiki negeriku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian siapa tahu&lt;br /&gt;Aku bahkan bisa mengubah dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah ….&lt;br /&gt;Penyesalan menjelang ajal tiada guna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi penyesalanku ini&lt;br /&gt;Bisa menjadi pelajaran berharga bagimu&lt;br /&gt;Yang membaca&lt;br /&gt;Dan menerapkannya dalam kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ubahlah dirimu sendiri dulu teman ….&lt;br /&gt;Dan dunia akan berubah …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-112245289017202262?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/112245289017202262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/112245289017202262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2005/07/h-s-r-t-u-n-t-u-k-b-e-r-u-b-h.html' title='H A S R A T   U N T U K   B E R U B A H'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-112105064904539553</id><published>2005-07-11T09:48:00.000+07:00</published><updated>2005-07-11T14:36:03.053+07:00</updated><title type='text'>10 Kualitas Pribadi Yang Di Sukai</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;1. Ketulusan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya "Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak". &lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;em&gt;Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt; Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;2. Kerendahan Hati&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendah hatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;3. Kesetiaan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kesetiaan sudah menjadi barang langka &amp;amp; sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;4. Positive Thinking&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan sebagainya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;5. Keceriaan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;6. Bertanggung jawab&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;7. Percaya Diri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;8. Kebesaran Jiwa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa- masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;9. Easy Going&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;10. Empati&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-112105064904539553?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/112105064904539553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/112105064904539553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2005/07/10-kualitas-pribadi-yang-di-sukai.html' title='10 Kualitas Pribadi Yang Di Sukai'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-112003279960253784</id><published>2005-06-29T14:59:00.000+07:00</published><updated>2005-06-29T15:13:19.610+07:00</updated><title type='text'>ABHINHAPACCAVEKKHANA</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;ABHINHAPACCAVEKKHANA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Hal-hal yang kerap kali direnungkan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku akan menderita usia tua.&lt;br /&gt;Aku belum mengatasi usia tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku akan menderita penyakit.&lt;br /&gt;Aku belum mengatasi penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku akan menderita kematian.&lt;br /&gt;Aku belum mengatasi kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala milikku, yang kucintai dan menyenangkanku, akan berubah dan terpisah dariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah pemilik karmaku sendiri.&lt;br /&gt;Pewaris karmaku sendiri.&lt;br /&gt;Lahir dari karmaku sendiri.&lt;br /&gt;Berhubungan dengan karmaku sendiri.&lt;br /&gt;Terlindung oleh karmaku sendiri.&lt;br /&gt;Apapun karma yang kuperbuat.&lt;br /&gt;Baik atau buruk.&lt;br /&gt;Itulah yang akan kuwarisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah ini selalu kita renungkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-112003279960253784?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/112003279960253784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/112003279960253784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2005/06/abhinhapaccavekkhana.html' title='ABHINHAPACCAVEKKHANA'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-111943530767065616</id><published>2005-06-22T17:14:00.000+07:00</published><updated>2005-06-22T17:15:07.676+07:00</updated><title type='text'>Tommorow can be too late</title><content type='html'>If you're mad with someone , and nobody's there&lt;br /&gt;to fix the situation... You fix it .&lt;br /&gt;Maybe today, that person still wants to be your&lt;br /&gt;friend . And if u don't, tomorrow can be too late .&lt;br /&gt;If you're in love with somebody , but that person&lt;br /&gt;doesn't know... tell her/him.&lt;br /&gt;Maybe today, that person is also in love with you .&lt;br /&gt;And if you don't say it, tomorrow can be too late .&lt;br /&gt;If you really want to kiss somebody... kiss&lt;br /&gt;her/him.&lt;br /&gt;Maybe that person wants a kiss from you, too .&lt;br /&gt;And if you don't kiss her/him today, tomorrow can&lt;br /&gt;be too late .&lt;br /&gt;If you still love a person that you think has&lt;br /&gt;forgetten&lt;br /&gt;you... tell her/him.&lt;br /&gt;Maybe that person have always loved you. And if&lt;br /&gt;you don't tell her/him today , tomorrow can be too&lt;br /&gt;late.&lt;br /&gt;If you need a hug of a friend... ask her/him for it.&lt;br /&gt;Maybe they need it more than you do. And if you&lt;br /&gt;don't ask for it today, tomorrow can be too late.&lt;br /&gt;If you really have friends who you appreciate... tell&lt;br /&gt;them.&lt;br /&gt;Maybe they appreciate you as well. That if you&lt;br /&gt;don't and they leave or go far away today ,&lt;br /&gt;tomorrow can be too late.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you love your parents, and never had the chance&lt;br /&gt;to show them... do it .&lt;br /&gt;Maybe you have them there to show them how you&lt;br /&gt;feel. That if you don't and they leave today , then&lt;br /&gt;tomorrow can be too late.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-111943530767065616?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/111943530767065616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/111943530767065616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2005/06/tommorow-can-be-too-late.html' title='Tommorow can be too late'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-111943458482154802</id><published>2005-06-22T17:02:00.000+07:00</published><updated>2005-06-22T17:03:04.826+07:00</updated><title type='text'>HATI HATI BERKATA "NEGATIF"</title><content type='html'>---------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu hari, berapa kalikah anda berkata negatif ? Kata-kata yang&lt;br /&gt;terlalu sering diucapkan akan dianggap sebagai suatu kebenaran oleh&lt;br /&gt;alam bawah sadar anda. Kalimat-2 seperti "Saya tidak kaya, saya&lt;br /&gt;tidak pandai, saya tidak mau", dll akan menjadi suatu pembenaran di&lt;br /&gt;dalam mental anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah paling sederhana untuk mencegahnya, adalah dengan berusaha&lt;br /&gt;dengan tidak mengatakannya. Tapi apabila memang terpaksa harus&lt;br /&gt;mengatakannya, cobalah untuk mengubahnya dari kata NEGATIF menjadi&lt;br /&gt;kata POSITIF. "Saya belum kaya, saya belum pandai, saya belum&lt;br /&gt;mau" akan mempunyai efek positif terhadap mental anda. Kata&lt;br /&gt;"belum" berarti saat ini belum terjadi, tapi di masa depan bisa&lt;br /&gt;terjadi. "Saya belum kaya saat ini, tapi saya akan kaya di masa&lt;br /&gt;depan" akan lebih punya arti positif dalam hidup anda,&lt;br /&gt;dibandingkan dengan "Saya tidak kaya", yang berarti sepanjang hidup&lt;br /&gt;anda tidak akan pernah kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, berikut ini ada daftar kata-kata negatif yang mungkin sering&lt;br /&gt;anda ucapkan. Coba ganti kata tersebut dengan kata yang positif dalam&lt;br /&gt;percakapan anda sehari-hari. Artinya sama, namun mempunyai pengaruh&lt;br /&gt;yang berbeda terhadap mental anda. Anda bisa pula menambahkan kata-2&lt;br /&gt;anda sendiri dalam daftar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negatif Positif&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Tidak - Belum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miskin - Belum Kaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda - Belum Sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakit - Belum Sehat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlambat - Belum Hadir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodoh - Belum Pandai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takut - Belum Berani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalah - Belum Menang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilang - Belum Ketemu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagal - Belum Berhasil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah - Tantangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasa saja - Luar Biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marah - Kurang Sabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya - Investasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin - Pasti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-111943458482154802?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/111943458482154802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/111943458482154802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2005/06/hati-hati-berkata-negatif.html' title='HATI HATI BERKATA &quot;NEGATIF&quot;'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-111943169255223562</id><published>2005-06-22T16:14:00.000+07:00</published><updated>2005-06-22T16:14:52.556+07:00</updated><title type='text'>When I Whine</title><content type='html'>*~~~~~~~&lt;br /&gt;Today, upon a bus, I saw a girl with golden hair&lt;br /&gt;I looked at her and sighed and wished I was as fair&lt;br /&gt;When suddenly she rose to leave,&lt;br /&gt;I saw her hobble down the aisle.&lt;br /&gt;She had one leg and used a crutch&lt;br /&gt;But as she passed, she passed a smile.&lt;br /&gt;Oh, God, forgive me when I whine&lt;br /&gt;I have 2 legs, the world is mine.&lt;br /&gt;~~~&lt;br /&gt;I stopped to buy some candy&lt;br /&gt;The lad who sold it had such charm&lt;br /&gt;I talked with him a while, he seemed so very glad&lt;br /&gt;If I were late, it'd do no harm.&lt;br /&gt;And as I left, he said to me,&lt;br /&gt;"I thank you, you've been so kind.&lt;br /&gt;It's nice to talk with folks like you.&lt;br /&gt;You see," he said, "I'm blind."&lt;br /&gt;Oh, God, forgive me when I whine.&lt;br /&gt;I have 2 eyes, the world is mine.&lt;br /&gt;~~~&lt;br /&gt;Later while walking down the street,&lt;br /&gt;I saw a child with eyes of blue&lt;br /&gt;He stood and watched the others play&lt;br /&gt;He did not know what to do.&lt;br /&gt;I stopped a moment and then I said,&lt;br /&gt;"Why don't you join the others, dear?"&lt;br /&gt;He looked ahead without a word.&lt;br /&gt;And then I knew, he couldn't hear.&lt;br /&gt;Oh, God, forgive me when I whine.&lt;br /&gt;I have 2 ears, the world is mine.&lt;br /&gt;~~~&lt;br /&gt;With feet to take me where I'd go.&lt;br /&gt;With eyes to see the sunset's glow.&lt;br /&gt;With ears to hear what I would know.&lt;br /&gt;Oh, God, forgive me when I whine.&lt;br /&gt;I've been blessed indeed, The world is mine.&lt;br /&gt;~~~~~~~~~~~~~~~~~~&lt;br /&gt;If this poem makes you feel like I felt,&lt;br /&gt;just forward it to all your friends,&lt;br /&gt;after all, it's just a simple reminder....&lt;br /&gt;We have soooooo much to be thankful for!!!&lt;br /&gt;~~~~~~&lt;br /&gt;Sorrow looks back,&lt;br /&gt;Worry looks around,&lt;br /&gt;Faith looks up.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-111943169255223562?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/111943169255223562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/111943169255223562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2005/06/when-i-whine.html' title='When I Whine'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-111777928913725547</id><published>2005-06-03T13:10:00.000+07:00</published><updated>2005-06-03T13:14:49.146+07:00</updated><title type='text'>Enam Jam Kehidupan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sepasang suami istri hidup bahagia. Sejak 10 tahun yang lalu, sang istri terlibat aktif dalam  kegiatan  untuk menentang aborsi, karena menurut pandangannya,  aborsi berarti membunuh seorang bayi. Setelah bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang istri  hamil, sehingga pasangan tersebut sangat bahagia. Mereka menyebarkan kabar baik ini kepada famili, teman2 dan sahabat2, dan lingkungan sekitarnya. Semua  orang ikut bersukacita dengan mereka.                                                                                     &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tetapi setelah beberapa bulan, sesuatu yang buruk terjadi. Dokter menemukan bayi kembar dalam perutnya, seorang bayi laki2 dan perempuan. Tetapi bayi perempuan mengalami kelainan, dan ia mungkin tidak bisa hidup sampai masa kelahiran tiba. Dan kondisinya juga dapat mempengaruhi kondisi bayi laki2. Jadi dokter menyarankan untuk dilakukan aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi laki2 nya.                                                                                                              &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik. Baik sang suami maupun sang istri mengalami depressi. Pasangan  ini bersikeras untuk tidak menggugurkan bayi  perempuannya (membunuh bayi tsb), tetapi juga kuatir terhadap kesehatan bayi laki2nya. "Saya bisa merasakan keberadaannya, dia sedang tidur nyenyak", kata sang  ibu di sela tangisannya.                                                                                                                         &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lingkungan sekitarnya memberikan dukungan moral kepada  pasangan tersebut, dengan mengatakan bahwa ini adalah  kehendak Tuhan. Ketika sang istri semakin mendekatkan  diri dengan Tuhan, tiba-tiba dia tersadar bahwa Tuhan pasti memiliki rencanaNya dibalik semua ini.         Pasangan ini berusaha keras untuk menerima fakta ini. Mereka mencari informasi di internet, pergi ke perpustakaan, bertemu dengan banyak dokter, untuk mempelajari lebih banyak tentang masalah bayi mereka. Satu hal yang mereka temukan adalah bahwa mereka tidak sendirian. Banyak pasangan lainnya yang juga  mengalami situasi yang sama, dimana bayi mereka tidak dapat hidup lama. Mereka juga menemukan bahwa beberapa bayi akan mampu bertahan hidup, bila mereka mampu memperoleh donor organ dari bayi lainnya. Sebuah peluang yang sangat langka. Siapa yang mau mendonorkan organ bayinya ke orang lain ?                                                             &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jauh sebelum bayi mereka lahir, pasangan ini  menamakan bayinya, Jeffrey dan Anne. Mereka terus bersujud kepada Tuhan. Pada mulanya, mereka memohon keajaiban supaya bayinya sembuh. Kemudian mereka tahu, bahwa mereka seharusnya memohon agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi, karena mereka yakin Tuhan punya rencanaNya sendiri.                                                                                                             &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa Anne  cukup sehat untuk dilahirkan, tetapi ia tidak akan bertahan hidup lebih dari 2 jam. Sang istri kemudian berdiskusi dengan suaminya, bahwa jika sesuatu yang buruk terjadi  pada Anne, mereka akan mendonorkan organnya. Ada dua bayi yang sedang berjuang hidup dan sekarat, yang sedang menunggu donor organ bayi. Sekali lagi, pasangan ini berlinangan air mata. Mereka menangis dalam posisi sebagai orang tua, dimana mereka bahkan tidak mampu menyelamatkan Anne. Pasangan ini bertekad untuk tabah menghadapi kenyataan yg akan terjadi.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hari kelahiran tiba. Sang istri berhasil melahirkan kedua bayinya dengan selamat. Pada momen yang sangat berharga tersebut, sang suami menggendong Anne dengan sangat hati-hati, Anne menatap ayahnya, dan tersenyum dengan manis. Senyuman Anne yang imut tak akan pernah terlupakan dalam hidupnya.                                                                 &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tidak ada kata2 di dunia ini yang mampu menggambarkan perasaan pasangan tersebut pada saat itu. Mereka sangat bangga bahwa mereka sudah melakukan pilihan yang tepat (dengan tidak mengaborsi Anne), mereka sangat bahagia melihat Anne yang begitu mungil tersenyum pada mereka, mereka sangat sedih karena kebahagiaan ini akan berakhir dalam beberapa jam saja. Sungguh tidak ada kata2 yang dapat mewakili perasaan pasangan tersebut. Mungkin hanya dengan air mata yang terus jatuh mengalir, air mata yang berasal dari jiwa mereka yang terluka..                                                                                                                            &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Baik sang kakek, nenek, maupun kerabat famili memiliki kesempatan untuk melihat Anne. Keajaiban terjadi lagi, Anne tetap bertahan hidup setelah lewat 2 jam. Memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi Keluarga tersebut untuk saling berbagi kebahagiaan. Tetapi Anne tidak mampu bertahan setelah enam jam.....                                                                                                       &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Para dokter bekerja cepat untuk melakukan prosedur pendonoran organ. Setelah beberapa minggu, dokter menghubungi pasangan tsb bahwa donor tsb berhasil. Pasangan tersebut sekarang sadar akan kehendak Tuhan. Walaupun Anne hanya hidup selama 6 jam, tetapi dia berhasil menyelamatkan nyawa saudaranya.  Bagi pasangan tersebut, Anne adalah pahlawan mereka, dan sang Anne yang mungil akan hidup dalam hati mereka  selamanya... &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber : Gifts From The Heart for Women – Karen Kingsbury&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;*********************************************************************&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;REFLECTION&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1.      SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama kita hidup, satu hari ataupun bahkan seratus tahun. Hal yang benar2 penting adalah APA YANG KITA TELAH KITA LAKUKAN SELAMA HIDUP KITA, YANG BERMANFAAT BAGI  ORANG LAIN. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2.      SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama perusahaan kita telah berdiri, satu tahun ataupun bahkan dua ratus tahun. Hal yang benar2 penting adalah APA YANG DILAKUKAN PERUSAHAAN KITA SELAMA INI, YANG  BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN           &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3.      Ibu Anne mengatakan "Hal terpenting bagi orang tua bukanlah mengenai bagaimana karier anaknya di masa mendatang, dimana mereka tinggal, maupun berapa banyak uang yang mampu mereka hasilkan. TETAPI HAL TERPENTING BAGI KITA SEBAGAI ORANG TUA ADALAH UNTUK MEMASTIKAN BAHWA ANAK-ANAK  KITA MELAKUKAN HAL2 TERPUJI SELAMA HIDUPNYA, sehingga ketika kematian menjemput mereka, mereka akan menuju surga".                                                                                                                 &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Source : Acesia      &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-111777928913725547?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/111777928913725547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/111777928913725547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2005/06/enam-jam-kehidupan.html' title='Enam Jam Kehidupan'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-110956410583944274</id><published>2005-02-28T11:11:00.000+07:00</published><updated>2005-02-28T11:15:05.843+07:00</updated><title type='text'>Waktu kamu .......</title><content type='html'>renungkanlah teman2...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu ... sebagaibalasannya ... kau menangis sepanjang malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan ..sebagai balasannya ... kamu kabur waktu dia memanggilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 3 tahun, dia memasak semua makananmu dengan kasihsayang ... sebagai balasannya ... kamu buang piring berisi makananmu kelantai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 4 tahun, dia memberimu pensil warna ... sebagaibalasannya ... kamu corat coret tembok rumah dan meja makan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 5 tahun, dia membelikanmu baju-baju mahal dan indah..sebagai balasannya ... kamu memakainya bermain di kubangan lumpur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah ... sebagaibalasannya ... kamu berteriak "NGGAK MAU ...!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola ... sebagai balasannya ..kamu melemparkan bola ke jendela tetangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berumur 8 tahun, dia memberimu es krim ... sebagai balasannya ..kamu tumpahkan dan mengotori seluruh bajumu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu ..sebagai balasannya ... kamu sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 10 tahun, dia mengantarmu kemana saja, dari kolamrenang sampai pesta ulang tahun ... sebagai balasannya ... kamu melompatkeluar mobil tanpa memberi salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 11 tahun, dia mengantar kamu dan temen-temen kamu kebioskop ... sebagai balasannya ... kamu minta dia duduk di barisan lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 12 tahun, dia melarangmu melihat acara tv khusus untukorang dewasa ... sebagai balasannya ... kamu tunggu sampai dia keluar rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambutkarena sudah waktunya ... sebagai balasannya ... kamu bilang dia tidak tahumode&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kemahmu selamaliburan ... sebagai balasannya ... kamu nggak pernah menelponnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 15 tahun, pulang kerja dia ingin memelukmu ...sebagai balasannya ... kamu kunci pintu kamarmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 16 tahun, dia mengajari kamu mengemudi mobil ...sebagai balasannya ... kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpamempedulikan kepentingannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telpon yang penting ..sebagai balasannya ... kamu pakai telpon nonstop semalaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA..sebagai balasannya ... kamu berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 19 tahun, dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmuke kampus pada hari pertana ... sebagai balasannya ... kamu mintaditurunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama temen-temen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 20 tahun, dia bertanya "Darimana saja seharian ini?"..sebagai balasannya ... kamu menjawab "Ah, cerewet amat sih, pengen tahuurusan orang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 21 tahun, dia menyarankanmu satu pekerjaan bagus untukkarier masa depanmu ... sebagai balasannya ... kamu bilang "Aku nggak mauseperti kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 22 tahun, dia memelukmu dan haru waktu kamu lulusperguruan tinggi ... sebagai balasanmu ... kamu nanya kapan kamu bisa mainke luar negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumahbarumu ... sebagai balasannya ... kamu ceritain ke temanmu betapa jeleknyafurniture itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanyatentang rencana di masa depan ... sebagai balasannya ... kamu mengeluh"Aduh gimana sih kok bertanya seperti itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu ..sebagai balasannya ... kamu pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500km&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 30 tahun, dia memberimu nasehat bagaimana merawatbayimu ... sebagai balasannya ... kamu katakan "Sekarang jamannya sudahbeda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 40 tahun, dia menelponmu untuk memberitahu pesta salahsatu saudara dekatmu ... sebagai balasannya kamu jawab "Aku sibuk sekali,nggak ada waktu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukanperawatanmu ... sebagai balasannya ... kamu baca tentang pengaruh negatiforang tua yang numpang tinggal di rumah anaknyadan hingga SUATU HARI, dia meninggal dengan tenang ... dan tiba-tiba kamuteringat semua yang belum pernah kamu lakukan, ... dan itu menghantam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HATIMU bagaikan pukulan godamMAKA ..JIKA ORANGTUAMU MASIH ADA .. BERIKANLAH KASIH SAYANG DAN PERHATIANLEBIH DARI YANG PERNAH KAMU BERIKAN SELAMA INIJIKA ORANG TUAMU SUDAH TIADA ... INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANGTELAH DIBERIKANNYA DENGAN TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-110956410583944274?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/110956410583944274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/110956410583944274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2005/02/waktu-kamu.html' title='Waktu kamu .......'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-110896740325650621</id><published>2005-02-21T13:29:00.000+07:00</published><updated>2005-02-21T13:30:03.260+07:00</updated><title type='text'>CARA MENERIMA KENYATAAN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Segala peristiwa yang terjadi di dunia ini, adalah fakta-fakta yang tak dapat diubah lagi oleh apa dan siapapun juga. Peristiwa yang terjadi adalah suatu hal yang sudah nyata, wajar, dan tidak baik maupun buruk. Yang terjadi pun terjadilah! Kitalah yang menempelkan sebutan baik atau buruk pada peristiwa yang terjadi, sesuai dengan penilaian kita yang didasari oleh kepentingan diri pribadi. Dan sekali kita menilai, sekali kita memberi sebutan baik atau buruk, maka muncullah sebutan baik buruk, kita senang kalau peristiwa itu baik (menguntungkan) dan kita kecewa kalau peristiwa itu buruk (merugikan). Kecewa, marah, duka dan sebagainya itu berada di dalam CARA MENERIMA KENYATAAN yang berupa peristiwa itu, bukan terletak pada kenyataan itu sendiri. Dan oleh karena penilaian kita didasari kepentingan diri, maka apa yang kita anggap baik hari ini, belum tentu kita anggap baik pada keesokan harinya, dan sebaliknya. Apa yang kita tangisi hari ini, mungkin besok akan kita tertawakan, dan apa yang mendatangkan tawa hari ini kepada kita, mungkin akan mendatangkan tangis pada keesokan harinya. Semua itu tergantung dari keadaan hati kita ketika menghadapi kenyataan itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita mau menghadapi segala macam peristiwa dalam hidup ini sebagai suatu kenyataan, suatu fakta yang wajar, maka kita akan menerimanya dengan hati lapang, dengan penuh kewaspadaan tanpa menilai baik buruknya. Dengan demikian, batin kita akan tetap tenang dan jernih, dan tindakan kita sebagai tanggapan terhadap peristiwa itu bukan lagi dikuasai oleh emosi, oleh nafsu, melainkan didasari kecerdasan dan akal budi yang sehat. Dan kewaspadaanlah yang akan membuka mata kita bahwa sesungguhnya, segala peristiwa yang terjadi hanyalah suatu akibat dari suatu sebab. Sebab-sebab itu dapat berantai panjang, namun pusatnya atau sebab utama dan pertamanya, akan selalu kita dapatkan di dalam diri sendiri! Kalau sudah begini, tidak mungkin akan ada lagi keluhan, apa pun yang terjadi menimpa diri. Jangankan hanya urusan yang tidak langsung mengenai diri, bahkan datangnya penyakit dan kematian sekalipun merupakan suatu kewajaran yang tidak dinilai sebagai baik ataupun buruk. Dan kalau sudah begini, apakah masih ada masalah dalam kehidupan? Kalau batin sudah bebas dari ikatan apapun juga, kematian pun hanya merupakan suatu kewajaran yang tidak mendatangkan perasaan was-was atau takut sama sekali. * ** &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-110896740325650621?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/110896740325650621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/110896740325650621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2005/02/cara-menerima-kenyataan.html' title='CARA MENERIMA KENYATAAN'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-110896529535126211</id><published>2005-02-21T12:53:00.000+07:00</published><updated>2005-02-21T12:54:55.353+07:00</updated><title type='text'>Kepekaan Batin</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Keindahan terdapat di mana-mana, akan tetapi hanya dapat dinikmati hanya dapat dilihat oleh batin yang tidak disibukkan dan dipenuhi kebisingan pikiran yang resah. Di dalam batin yang bebas dari kesibukan pikiran, pintu-pintu hati terbuka sehingga dapat menampung sinar cinta kasih, seperti kamar yang dibuka daun pintu dan jendelanya, dapat menampung cahaya matahari sehingga menjadi terang. Hanya batin yang bebas saja yang disinari cahaya cinta kasih dan dapat menikmati keindahan yang nampak di manapun juga! Keindahan nampak jelas, terdapat di setiap ujung daun dan bunga, keindahan terletak pada kewajaran, di mana hati tidak dicampuri dengan segala kecondongan dan seleranya, keindahan terdapat pada sehelai daun kering yang melayang turun dari pohonnya, yang menari-nari lepas dengan lenggang-lenggok bebas, terdapat dalam kicau burung yang mengeluarkan bunyi yang tak terikat oleh nada dan irama tertentu, bunyi yang bebas dan wajar, tidak dibuat-buat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sayang sekali bahwa keindahan jarang nampak oleh kita. Kepekaan batin kita sudah menjadi tumpul karena setiap saat dibebani masalah-masalah kehidupan yang diciptakan oleh pikiran kita sendiri. Sumber keindahan terdapat pada keadaan batin kita. Batin yang bebas dan penuh cinta kasih, akan melihat keindahan. keindahan itu yang berada di manapun juga. Sebaliknya batin yang penuh ikatan, batin yang penuh dengan segala masalah, penuh dengan emosi, kebencian, kekecewaan, batin seperti itu membuat mata, telinga, hidung dan semua panca indra, buta dan tumpul akan segala keindahan, bahkan yang nampak hanyalah yang kita anggap tidak menyenangkan saja. Segala sesuatu akan nampak buruk dan tidak menyenangkan bagi batin seperti ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada cara yang tertentu untuk membebaskan batin. Latihan-latihan hanya akan menciptakan ikatan-ikatan baru saja, dan menjadi beban baru bagi batin. Akan tetapi kita dapat mengurangi beban batin dengan menghabiskan segala sesuatu yang menimpa diri kita pada saat itu juga! Menyelesaikan persoalan yang timbul pada saat itu juga, tanpa menampungnya ke dalam batin. Hal ini mengurangi beban batin, walaupun tak dapat dikata bahwa dengan demikian batin sudah menjadi bebas. Menghadapi segala sesuatu yang terjadi pada kita sebagaimana adanya, sebagai sesuatu kewajaran, tanpa keluhan, dengan penuh perhatian dan penuh pengamatan, lalu menghabiskannya pada waktu itu juga, tanpa menyimpan. Mungkinkah kita melakukan ini setiap saat, selama hidup kita? &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-110896529535126211?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/110896529535126211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/110896529535126211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2005/02/kepekaan-batin.html' title='Kepekaan Batin'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-110836452841179728</id><published>2005-02-14T13:57:00.000+07:00</published><updated>2005-02-14T14:02:52.823+07:00</updated><title type='text'>Kebahagiaan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sesungguhnya, kalau kita mau melihat kenyataan, timbul sebuah pertanyaan. Dapatkah kebahagiaan dikejar dan dicari? Sebelum menjawab ini, sebaiknya diselidiki lebih dahulu apakah sesungguhnya yang dimaksudkan dengan BAHAGIA itu? Apakah kebabagiaan itu kepuasan hati karena tercapainya sesuatu yang diinginkan? Kalau begini, bahagia itu terbatas sekali dan hanya berumur beberapa lama saja karena kepuasan inipun hanya sementara, dan segera berobah dengan kebosan-an. Apakah bahagia itu kesenangan? Juga tidak, karena kesenangan hanyalah pemuasan nafsu belaka, rasa nyaman dan enak bagi badan kita dan pikiran, dan kese-nangan inipun hanya sementara saja, a-mat pendek umurnya, dan kesenangan biasanya diseling kebosanan dan bahkan mempunyai saudara kembar, yaitu kesu-sahan, seperti tawa dan tangis yang da-tang silih berganti seperti datangnya mu-sim. Kalau semua itu bukan, lalu apakah yang dimaksudkan dengan kebahagiaan? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita dapat menggambarkan kebahagiaan kalau kita sendiri selalu berada dalam permainan susah dan senang, kalau kita selalu diombang-ambingkan gelombang nafsu? Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang mati, bukan sesuatu yang sudah pasti sehingga mudah dicari dan dicapai. Kalau kita menghentikan segala kesibukan pikiran kita yang mengejar-ngejar kesenangan, mengejar-ngejar kebaha-giaan itu sendiri, kalau kita sudah tidak terseret lagi ke dalam tarikan-tarikan susah dan senang yang bertentangan, ka-lau sudah tidak ada lagi konflik atau pertentangan dalam batin antara kenyataan yang ada dan gambaran yang kita ingin-kan, kalau KITA SUDAH TIDAK MENGE-JAR APA-APA, tidak menginginkan apa-apa yang berada di luar jangkauan kita, nah, mungkin sekali kita akan dapat me-rasakan dan mengerti apa artinya baha-gia itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah bahwa yang dapat dikejar dan dicari hanyalah kesenangan dan kepuasan sementara dari dorongan keinginan kita untuk mendapatkan kesenangan itu. De-ngan demikian, kebahagiaan itu tidak mungkin dapat dicari, tidak mungkin bisa didapatkan melalui pengejaran.&lt;br /&gt;Kita selalu condong untuk mengejar. Karena mengira bahwa kebahagiaan ber-ada di luar diri, kita mengejar keluar, kita merobah-robah yang berada di luar. Maka terjadilah pergolakan-pergolakan, terjadilah revolusi-revolusi, terjadilah pe-rang. Kita selalu condong untuk membuat keindahan di luar diri. Kita lupa bahwa sesungguhnya, yang indah itu berada di dalam, yang indah itu timbul dari dalam, dan bahagia itu adalah urusan batin, urusan di dalam diri kita sendiri. Tinggal di dalam sebuah gedung memang senang a-kan tetapi belum tentu bahagia, sebalik-nya tinggal di dalam gubuk mungkin saja merasakan kebahagiaan. Kebahagiaan ti-dak berada di dalam gedung indah, tidak berada dalam makanan lezat, tidak ber-ada dalam kedudukan tinggi atau di an-tara tumpukan emas.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau batin sudah tidak mengejar-ngejar, tidak mencari-cari apa yang berada di luar jangkauan kita, maka batin itu a-kan menjadi tenteram dan kita dapat menerima segala sesuatu sebagai hal yang wajar, tanpa mengeluh sedikitpun juga, bahkan dengan senyum tulus ikhlas kare-na kewaspadaan membuat kita mengerti bahwa segala itu merupakan suatu kenya-taan dan kenyataan itu mengandung ke-indahan. Segala sesuatu di dunia ini me-ngandung keindahan bagi batin yang tidak mencari apa-apa. Baik hujan, maupun pa-nas, dihadapi dengan senyum dan dipandang sebagai suatu keindahan, tanpa keluhan karena tidak ada yang perlu dikeluhkan, karena tidak ada penyesalan dalam batin, karena tidak ada hal-hal yang bertentangan dengan yang dicari, karena memang tidak ada yang dicari-cari! Dalam keadaan inilah kita mungkin sekali akan merasakan dan mengerti apa sesungguhnya hakekat kebahagiaan itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak mencari kesenangan ini sama sekali bukan berarti bahwa kita menolak kesenangan! Orang-orang yang menolak kesenangan, mengasingkan diri di puncak bukit, mengharamkan segala hal yang mendatangkan rasa enak dan nikmat, sesungguhnya adalah orang-orang yang MENCARI KESENANGAN, dalam bentuk lain! Memang, dalam mencari kesenangan, orang seringkali lupa diri, dan bahkan mau bersusah payah menyiksa diri, dalam mengejar kesenangan yang dinamakan cita-cita. Dan andaikata yang dikejar dengan cara menyiksa diri itu tercapai, maka yang didapatkannya itupun hanyalah suatu bentuk kepuasan, suatu bentuk kesenangan perasaan belaka yang ekornya dapat berupa kekecewaan dan kebosanan pula. Perasaan enak, nyaman, nikmat yang dinamakan kesenangan adalah suatu anugerah hidup. Tubuh dan perasaan kita dibekali alat-alat penangkap rasa senang ini, dan kita berhak menikmati kesenangan dalam hidup ini. Kesenangan adalah berkah dan sama sekali tidak berbahaya. Yang berbahaya adalah PENGEJARAN itulah, PENCARIAN itulah, karena dalam mengejar inilah timbulnya segala macam perbuatan yang merugikan orang lain, yang pada umumnya disebut jahat. Pengejaran kesenangan yang berbentuk kedudukan dan kemuliaan, menimbulkan perang dan permusuhan, bunuh-bunuhan antara manusia. Pengejaran kesenangan dalam bentuk harta benda menimbulkan perbuatan-perbuatan curang, korupsi, penipuan, perampokan, pencurian dan sebagainya. Pengejaran terhadap kesenangan dalam bentuk nafsu berahi menimbulkan perkosaan, pclacuran, dan sebagainya dan segala macam perbuatan yang pada umumnya merugikan dan dianggap jahat, kalau ditelusur, sudah pasti dasarnya adalah pengejaran kesenangan itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, orang yang tidak menge-jar kesenangan, menganggap segala hal yang terjadi merupakan suatu kewajaran dan di dalam kewajaran ini, di mana ti-dak terdapat keluhan, tidak terdapat kekecewaan karena tidak ada pengejaran, terkandunglah kesenangan yang lain lagi! Kenikmatan karena memang cita rasa menganggapnya enak, bukan kenikmatan karena tercapainya suatu pengejaran. Bagi orang yang tidak mengejar, memper-oleh minuman apapun akan terasa nikmat, baik itu berupa air jernih belaka maupun minuman yang mahal harganya. Kenik-matan terdapat pula di dalam nasi sam-bal maupun dalam nasi beserta masakan yang mahal bagi mereka yang tidak me-ngejar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bukan berarti pula bahwa orang yang tidak mengejar kesenangan lalu menjadi lumpuh semangat dan duduk menganggur! Sama sekali tidak demikian! Akan tetapi, orang bahagia seperti ini, kalau bekerja, bukan bermaksud mengejar uang, melainkan melakukan suatu pekerjaan yang ber-manfaat dan yang sesuai dengan minat-nya sehingga di dalam pekerjaan itu sen-diri dia sudah mengecap kenikmatan! U-ang sebagai upah atau hasil pekerjaannya hanya merupakan akibat saja dalam du-nia yang kesemuanya sudah diukur de-ngan uang ini. Akan tetapi uang bukan menjadi tujuan utama untuk dikejar me-lalui pekerjaan. Kalau pekerjaan itu dila-kukan sebagai cara untuk mencari uang, maka akan timbul hal-hal yang buruk dan curang, pekerjaan itu mungkin menjadi kotor, pegawai berkorupsi, pedagang me-nipu dan memalsu, manipulasi, penyelun-dupan, dan sebagainya lagi keburukan yang terdapat dalam pekerjaan dan perdagang-an.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sejak ribuan tahun yang lalu, para cerdik pandai, para cendekiawan, para budiman sudah berusaha mati-matian un-tuk mencari cara yang baik agar manusia dapat hidup benar dan besar. Berbagai macam cara hidup telah diciptakan ma-nusia dengan berbagai paham (isme), ber-bagai garis hidup telah dipaksakan kepada manusia. Akan tetapi, kalau kita sekarang menengok keadaan di seluruh dunia, semua cara itu ternyata tidak menolong, tidak dapat membebaskan manusia daripada kesengsaraan, daripada kemurkaan, ketamakan, ketakutan, kebencian dan permusuhan. Ternyata segala macam kedudukan tinggi, kehidupan mewah, ilmu pengetahuan yang tinggi-tinggi, tidak mampu memperbaiki kehidupan batin manusia, tidak mampu mengusir kesengsaraan manusia, tidak mampu mendatangkan KEBAHAGIAAN dalam batin manusia. Tidak ada paham (isme) apapun, tidak ada cara apapun, yang akan dapat merobah batin manusia kecuali dirinya sendiri. Dan perubahan itu baru bisa terjadi kalau kita mau mengenal diri sendiri, mengamati diri sendiri dan lika-liku kehidupan kita setiap hari dengan penuh perhatian, penuh kewaspadaan. Pengamatan yang mendalam setiap saat akan membuka mata kita bahwa kita sendirilah sumber segala derita, kita sendirilah pencipta kesengsaraan, kita sendiri yang menjauhkan diri dari kebahagiaan, menjauhkan diri dari Tuhan! Tuhan dengan segala berkahNya berlimpahan tidak pernah sedetikpun menjauhi kita. Adalah kita yang setiap saat, demi pengejaran kesenangan, menjauhi Tuhan dan setelah akibat pengejaran itu menjerumuskan kita ke dalam lembah kesengsaraan, kita berteriak-teriak mengeluh kenapa Tuhan meninggalkan kita!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Orang bahagia akan selalu menerima segala hal yang terjadi sebagai suatu kenyataan hidup tanpa menilai hal itu sebagai baik atau buruk. Tidak mengeluh, tidak menyalahkan siapapun, melainkan membuka mata dengan waspada akan gerak-gerik “monyet putih” yang bercokol di dalam pikiran kita. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-110836452841179728?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/110836452841179728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/110836452841179728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2005/02/kebahagiaan.html' title='Kebahagiaan'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-110835137784555186</id><published>2005-02-14T10:19:00.000+07:00</published><updated>2005-02-14T10:22:57.853+07:00</updated><title type='text'>Sakit Hati</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Jangan bertanya bagaimana rasanya sakit hati. Jangan pula bertanya siapa yang membuat hati terasa pedih, perih, dan nyeri. Sulit diungkapkan, tapi sangat jelas menyayat dada bagian dalam. Sakit hati adalah sakit dari segala sakit. Mungkin Anda pernah mengalaminya. Sakit hati tidak selalu disebabkan oleh putus cinta, tetapi bisa juga disebabkan oleh perbedaan pendapat atau pertentangan dengan teman atau anggota keluarga. Namun, sakit hati hampir sama rasanya dengan putus cinta, demikian juga dampaknya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Siapa pun Anda, pasti ingin dicintai, mencintai, dipercayai, dan mempercayai orang lain. Tetapi, ketika sakit hati tiba, sulit bagi Anda untuk kembali memaafkan dan mempercayai orang yang melakukannya. Bahkan Anda mungkin merasa sulit untuk membuka hati dan perasaan kepada orang lain yang tidak tahu apa-apa. Ini adalah dilema yang harus dihadapi. Terserah Anda, memilih untuk berjalan sendiri atau melanjutkan hubungan setelah apa yang terjadi. Satu hal yang pasti, hidup akan terus berjalan dengan atau tanpa sakit hati.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berdasarkan pengalaman beberapa sumber dapat disimpulkan bahwa belajar untuk membuka kembali hati, perasaan cinta dan rasa percaya kepada orang-orang yang pernah menyakiti anda, merupakan hal yang penting. Kenapa ? Karena cepat atau lambat, setiap orang akan menyakiti dan disakiti hatinya. Oleh sebab itu, akan lebih baik apabila Anda menyadari bahwa tidak ada satu orang pun di dunia ini yang luput dari sakit hati, termasuk Anda.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tanpa bermaksud mengurangi rasa percaya kepada orang-orang yang Anda cintai, ada baiknya Anda menyadari bahwa siapa pun dia, teman biasa, sahabat, pacar atau keluarga dan sebaik apa pun dia, suatu saat nanti akan menjadi orang yang menyakiti Anda - walaupun mungkin tidak disengaja. Oleh sebab itu, ada baiknya apabila Anda menganggap bahwa mereka tidak serius dengan ucapannya. Anda bisa menganggapnya angin lalu atau bisa mengatakan kepada diri bahwa perbuatan mereka sebenarnya tidak ditujukan kepada Anda. Cuek saja, jangan dimasukkan ke hati.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Belajar untuk bertanggung jawab dan menghargai orang lain juga sangat penting. Coba bertanya pada diri, apa yang tidak dinginkan dalam hubungan Anda, apa yang bisa membuat Anda sakit hati, dan apa yang Anda ingin orang lain lakukan. Buatlah daftarnya dan coba utarakan hal itu kepada orang-orang di sekitar Anda.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apabila Anda sakit hati lagi, ada baiknya mengingat cara mengatasi sakit hati terdahulu. Tetapi mencoba keluar dari masalah dan melupakannya dengan cepat, akan sangat membantu. Apabila perlu, hang-out bersama teman-teman dan alihkan perhatian kepada pekerjaan atau olah raga.Anda juga perlu mengetahui bahwa kata kunci untuk menyelamatkan diri dari sakit hati adalah bukan percaya kepada orang lain tetapi percaya kepada diri sendiri dan perasaan Anda. Ingatlah bahwa tidak ada jaminan orang  lain tidak akan menyakiti perasaan Anda.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berusahalah menjadi orang baik, sopan, bijak, peduli kepada orang lain dan dapat dipercaya. Untuk menjadi itu semua, tentu saja Anda harus dapat mempercayai diri sendiri agar Anda merasa bebas berbuat dan menentukan hubungan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berkomunikasi secara efektif dan lugas sangat penting. Ungkapkan perasaan Anda, apa yang disukai dan apa yang dibenci. Hal itu sangat membantu orang lain mengerti Anda dan berusaha untuk tidak melakukan tindakan yang mungkin bisa menyakiti hati Anda.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Belajar mempercayai opini sendiri mengenai diri, tindakan dan perbuatan Anda adalah lebih penting dari mempercayai opini orang lain. Bisa jadi Anda justru bertambah sakit hati dengan opini mereka. Belajarlah untuk percaya dan hargai diri Anda sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hal paling utama yang harus Anda lakukan adalah belajar memaafkan kesalahan orang lain karena memaafkan adalah hal paling baik dalam sebuah hubungan. Dan teruslah selalu berpikir positif terhadap suatu kritik / tindakan orang lain yang mungkin bisa menyebabkan anda sakit hati, karena pikiran positif akan membuat sakit hati menjadi normal kembali&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-110835137784555186?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/110835137784555186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/110835137784555186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2005/02/sakit-hati.html' title='Sakit Hati'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-110490060618893526</id><published>2005-01-05T11:45:00.000+07:00</published><updated>2005-01-05T11:50:06.190+07:00</updated><title type='text'>Nasib ???</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kitapun sudah terbiasa sejak kecil untuk meng-gantungkan diri pada nasib! Dan setiap ada peristiwa merugikan menimpa diri kita, kita lalu menyalahkan kepada nasib. Nasib buruk, sial, bintang gelap, dan se-bagainya kita lontarkan sebagai ungkapan kekecewaan hati. Mari kita sama mem-buka mata dan mengamati kenyataan ini. Tidak demikianlah kebiasaan kita sehari-hari? Kita selalu mencari kambing hitam keluar, menimpakan semua kesalahan ke-luar diri kita dan mencari-cari alasan dari luar, lalu kalau tidak menemukan lain orang atau barang sebagai penyebab datangnya kegagalan atau kerugian, kita masih melontarkan sebabnya kepada nasib!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seorang yang gagal dalam ujian akan mencari-cari alasan keluar, menyalahkan gurunya yang dikatakan tidak adil, me-nyalahkan sistim pelajarannya, menyalah-kan teman-teman dan kalau tiada alasan menimpakan kesalahan kepada orang lain lalu melontarkannya kepada nasib. Nasib buruk katanya! Seorang yang gagal dan kalah dalam pertandingan olah raga dan lain-lain akan mencari-cari alasan di luar dirinya, menyalahkan lapangannya yang dikatakan buruk, licin dan sebagainya, me-nyalahkan alat permainan yang dikatakannya tidak memenuhi syarat dan sebagai-nya, atau ada pula yang menyalahkan keadaan kesehatannya atau juga melontarkannya kepada nasib! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seorang yang da-gangannya tidak laku dan gagal dalam u-sahanya akan selalu mencari kesalahan pada tempatnya, para pembelinya, atau juga kepada nasib. Seorang pengarang yang hasil karangannya tidak mendapat sambutan, tidak dibaca orang akan menyalahkan para pembaca yang dikatakan-nya tolol dan bodoh tidak mengenal ka-rangan yang bermutu dan yang baik, atau juga melontarkannya kepada nasib.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bukankah semua ini merupakan suatu sikap yang amat buruk, suatu kelucuan yang konyol dan tidak lucu? Bukankah si-kap seperti itu merupakan suatu kebodohan dan menjadi penghalang besar daripa-da kemajuan diri pribadi? Kalau saja mereka itu mau menyelidiki dan mencari alasan-alasan kegagalan itu dalam diri sendiri, pasti akan mereka temukan sebab-sebab kegagalan semua itu. Sebabnya terletak dalam diri sendiri! Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini berputar pada suatu sumber yang berada di dalam diri sendiri. Dan sikap mencari segala se-bab pada diri sendiri merupakan suatu kebijaksanaan yang amat besar dan amat berguna bagi kehidupan manusia, karena dengan cara demikian, kita masing-masing akan dapat melihat dan menemukan kesalahan-kesalahan dan kekurangan-kekurangan pada diri sendiri dan hanya kalau kita sudah menemukan kesalahan-kesalahan kepada diri sendiri inilah maka akan dapat terjadi perbaikan-perbaikan dan pembetulan-pembetulan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Nasib berada di dalam telapak tangan kita sendiri karena segala sebab dan semua akibat berada di telapak tangan kita sendiri.&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bukan hanya kegagalan, bahkan segala peristiwa, seyogianya ditelusur dari dalam diri sendiri. Kalau ada orang membenci kita, biasanya kita menjadi marah, kita membiarkan pikiran berceloteh, mengagungkan diri sendiri sedemikian tingginya. “Mengapa dia benci kepadaku? Kurang bagaimanakah aku? Aku selalu baik, selalu ramah, selalu memberi, akan tetapi mengapa dia benci kepadaku? Dasar dia orang dengki, iri, jahat...!” Demikianlah celoteh pikiran yang selalu mengangkat dan mengagung-agungkan diri sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan cara membiarkan pikiran berceloteh macam itu, kita akan mandeg, bahkan mundur, dan kita tidak akan mampu melihat kenyataan, melihat kesalahan sendiri dan kita hanya akan menambah kebencian di antara manusia. Akan tetapi, kalau kita selalu waspada terhadap diri sendiri, mengamati diri sendiri tanpa menilai, tanpa mencela atau memuji, akan nampaklah segalanya itu, akan jelaslah bagi kita mengapa ada orang membenci kita dan sebagainya. Dan kewaspadaan ini, pengamatan ini sekaligus menimbulkan kesadaran yang melahirkan tindakan nyata pula, mendatangkan keberanian untuk merubah kesalahan sendiri&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-110490060618893526?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/110490060618893526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/110490060618893526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2005/01/nasib.html' title='Nasib ???'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-110490015372112991</id><published>2005-01-05T11:38:00.000+07:00</published><updated>2005-01-05T11:42:33.720+07:00</updated><title type='text'>SEBERAPA TAHANKAH ANDA TERHADAP KRITIK ?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kalau disuruh mencela dan mengkritik orang lain, jujur saja, kita pasti 'senang' melakukannya kan ? tapi bagaimana kalau kita di posisi mereka ? Dikritik, dicela, dianggap selalu salah...hmm... seberapa sih anda bisa tahan ? "Bagaimana kita bisa bekerja dengan baik, kalau kamu selalu saja datang terlambat ?" "Mestinya anda bisa meningkatkan kinerja. Masa' dari dulu kualitas pekerjaan anda begini-begini saja?" "Bagaimana kami mau bekerja dengan baik kalau anda sebagai manager tidak mampu memberikan fasilitas yang memadai ?" "Sepertinya anda selalu saja meminta fasilitas lebih. Sekali-sekali, tunjukkan dong kualitas kerja yang seimbang !" Suatu hari, anda mungkin akan mengeluarkan kritikan semacam itu kepada rekan kerja anda, termasuk bos anda. Tapi bukan tak mungkin, di hari lain, andalah yang akan menerima kritikan itu. Kalau itu terjadi pada anda, bagaimana rasanya ? dikecam, disindir atau dicerca di depan banyak orang, dalam rapat atau dalam perbincangan santai di kantor, bagaimanapun, bukan hal yang menyenangkan. Kesal, dongkol ...bahkan marah ? sangat mungkin terjadi. Tetapi, seberapa dewasa anda untuk bisa mengakui bahwa kritik itu justru menjadi cambuk buat anda ? Pernahkah anda sedikit berpikir positif di tengah-tengah kemarahan anda ketika sedang dikritik, bahwa sebenarnya kritik mencerminkan perhatian orang lain terhadap diri anda ? Kalau pikiran-pikiran baik itu hampir tak pernah terlintas di benak anda, maka mungkin beberapa tips berikut ini berguna supaya anda 'tahan' kritik. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;JANGAN TERBURU MARAH&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Siapa sih yang tidak kesal atau marah kalau mendapat kritikan yang menohok ? Tapi jujur saja, tiap orang berhak untuk melontarkan pendapat tentang anda, begitu pula sebaliknya. Dan kenyataannya, objektivitas selalu lebih besar bisa kita dapat dari kaca mata orang lain. Sebab itu, tahanlah amarah anda ketika seseorang mengkritik anda. Dengarkan saja, bahkan kalau perlu catat dan lalu renungkanlah di rumah dengan pikiran yang dingin. Dengan marah, tak ada yang bisa anda lakukan dan tak sedikitpun anda maju ke tingkat yang lebih baik. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;TERBUKALAH UNTUK MENGAKUI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pernahkah anda lihat seseorang yang bebal ---sudah dikritik berulang kali, tetapi tetap saja melakukan kesalahan yang sama?. Memang, ada banyak alasan mengapa orang tak mengacuhkan kritik orang lain terhadapnya. Tetapi, salah satu yang kerap menjadi sebab mengapa anda atau kita tak hirau dengan kritik, adalah karena kita menutup diri untuk secara terbuka mengakui bahwa kita salah. Atau minimal mengakui bahwa "Oh ya, dia benar. Itulah sebenarnya saya. Mestinya saya merubah sesuatu dalam diri saya,". Miranti marah ketika dikritik sering telat ke kantor sesudah jam makan siang. Padahal kenyataannya, ia kerap menghabiskan waktu istirahatnya bukan untuk makan siang, tapi untuk jalan-jalan ke mal. Ketika bos memerlukannya mengerjakan sesuatu, ia beberapa kali terlihat tidak ada di mejanya. Dengan menyikapi kritik secara terbuka, anda akan terlihat lebih simpatik. Pahami ketidak cocokan orang lain terhadap perilaku atau sikap anda, sebagaimana kalau anda merasa tidak senang terhadap tindakan orang lain. Dengan kata lain, bersikaplah empatif. Dengan demikian, anda akan cenderung bisa bersikap lebih tepat menghadapi kritik itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;MINTALAH DIKRITIK SECARA SPESIFIK&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Belajarlah mengakui bahwa kemungkinan kritik yang dilontarkan orang lain terhadap diri anda itu benar. Dengan demikian, anda punya keinginan untuk belajar bagaimana orang lain ingin anda bersikap. Tapi, ada baiknya anda meminta orang lain mengkritik anda lebih spesifik, agar anda benar-benar mengerti dimana sebenarnya masalah orang lain terhadap diri anda. Sehingga, antara anda dan rekan yang mengkritik itu bisa saling memahami dengan jelas kondisi yang sebenarnya. Dengan begitu, akan lebih mudah jalan untuk memperbaiki apa yang tidak menyenangkan terhadap diri anda, di mata orang lain. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;JANGAN BALAS MENGKRITIK&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mensikapi kritik tidak berarti dengan balas mengkritik. Ketika kita dikritik, bersikaplah sungguh-sungguh akomodatif. Membalas kritik dengan kritik lagi, sama saja menyulut perdebatan yang tidak perlu. Jangan biasakan diri anda menyukai debat kusir, mendramatisir kata-kata atau kondisi yang hanya akan memberi sinyal terhadap rekan kerja lain bahwa anda defensif. Ibaratnya, kritik adalah api. Memadamkannya adalah dengan air, bukan dengan api lagi. Menghadapi rekan kerja, berusahalah selalu akomodatif dan hindari perdebatan yang tidak substantif. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;MINTALAH SARAN KONSTRUKTIF&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kadang, kita ingin merubah diri tapi tak tahu bagaimana caranya. Mungkin rekan anda punya jalan keluarnya. Jadi mengapa tak bertanya padanya ? Satu hal, sering kita malu kalau orang lain tahu betapa kita bodoh dan tak tahu harus berbuat apa. Tapi dengan mengakuinya dengan jujur dan jiwa besar, orang lain pasti akan dengan senang hati membantu anda. Memperlihatkan bahwa anda membutuhkan orang lain untuk perbaikan diri anda secara positif, justru akan menimbulkan reaksi yang simpatik dari lingkungan sekeliling anda. Kalau anda tak bisa membantu diri anda, berikanlah kesempatan orang lain melakukannya untuk anda. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-110490015372112991?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/110490015372112991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/110490015372112991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2005/01/seberapa-tahankah-anda-terhadap-kritik.html' title='SEBERAPA TAHANKAH ANDA TERHADAP KRITIK ?'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-110232934137069479</id><published>2004-12-06T17:31:00.000+07:00</published><updated>2004-12-06T17:35:41.370+07:00</updated><title type='text'>BEFORE YOU  COMPLAIN</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#cc0000;"&gt;BEFORE YOU  COMPLAIN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Today before you think of saying an unkind word&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Think of someone who can't speak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Before you complain about the taste of your food&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Think of someone who has nothing to eat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Before you complain of not having enough&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Think of someone who's begging on the street&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Before you complaint of being ugly&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Think of someone who's actually in the worst of states of life&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Before you complain about your husband or wife&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Think of someone who's crying out to God for a companion&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Today before you complain about life&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Think of someone who went too early to heaven&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Before you complain about your children&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Think of someone who desires children but they're barren&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Before you argue about your dirty house someone didn't clean or sweep&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Think of the people who are living in the streets&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Before whining about the distance you drive&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Think of someone who walks the same distance with their feet&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;And when you are tired and complain about your job&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Think of the unemployed, the disabled and those who wished they had your job&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;But before you think of pointing the finger or condemning another&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Remember that not one of us are without sin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;We all answer to one maker&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;And when depressing thoughts seem to get you down&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Put a smile on your face and thank God you're alive and still around&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Life is a gift&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Live it...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Enjoy it...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Celebrate it...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;And fulfill it.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;And while you are at it give love to someone today&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Love someone with what you do and the words you say&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Love is not meant to be kept locked inside of us and hidden&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;So give it away&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Give Love to someone today !!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;You don't love someone because they're beautiful.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;They're beautiful because you love them.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;It's true you don't know what you've got until its gone, but its also true&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;You don't know what you've been missing until it arrives!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;To send a letter is a good way to go somewhere without moving anything, but your heart.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-110232934137069479?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/110232934137069479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/110232934137069479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/12/before-you-complain.html' title='BEFORE YOU  COMPLAIN'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-109602939617073293</id><published>2004-09-24T19:35:00.000+07:00</published><updated>2004-09-24T19:36:36.170+07:00</updated><title type='text'>Kekecewaan dan Kedukaan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kemurungan pasti sekali waktu hinggap di dalam perasaan hati kita. Agaknya di dunia ini, semenjak jaman dahulu sampai sekarang tidak ada manusia yang dapat bebas daripada kemurungan atau kedukaan atau kekecewaan hati. Selalu saja ada persoalan yang mendatangkan kedukaan, kekecewaan dan kesengsaraan, dan kalau sudah datang perasaan duka ini, kita merasa sengsara, kita merasa prihatin, kita menderita batin, seolah-olah hati kita berdarah. Dan tidak jarang kita lalu melarikan diri dari semua derita ini, menghibur diri dengan bermacam kesenangan, atau melarikan diri sama sekali dengan membunuh diri. Atau membunuh diri secara batiniah, yaitu dengan jalan bertapa dan meninggalkan semua keramaian dunia yang sama saja artinya dengan hidup akan tetapi sudah mati. Semua ini hanyalah bentuk-bentuk pelarian belaka. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Kekecewaan, kemurungan atau kedukaan timbul karena batin menginginkan yang lain daripada kenyataan, batin selalu ingin senang sehingga kalau kesenangan yang diinginkan itu tidak terjadi, hati menjadi kecewa dan berduka. Kita tidak tahu bahwa justeru KEINGINAN UNTUK SENANG inilah pencipta kekecewaan dan kedukaan. Kita menginginkan agar hidup ini manis selalu baginya. Kita membutakan mata terhadap kenyataan bahwa sekali ada manis, sudah pasti ada pahit, getir, masam, asin dan sebagainya lagi. Itulah romantika hidup. Manis, pahit, getir, masam dan lain-lain, itu merupakan suatu kumpulan yang tak terpisahkan dan yang membentuk apa yang kita namakan kehidupan ini. Karena kita selalu menginginkan yang manis, maka yang pahit dan getir terasa tidak enak, mengecewakan dan menyiksa. Padahal, belum tentu yang manis itu selalu bermanfaat, dan belum tentu kalau yang pahit itu tidak berguna! Di dalam setiap kenyataan, baik itu diterima sebagai manis atau pahit, tersembunyi sesuatu, suatu rahasia yang maha ajaib, dan yang hanya akan nampak oleh dia yang tidak terpengaruh oleh rasanya, baik manis maupun pahit, yang melihat kenyataan sebagai apa adanya, tanpa menilainya sebagai baik atau buruk, manis atau pahit. Bukankah yang manis-manis itu sering kali malah mengganggu kesehatan dan yang pahit-pahit itu biasanya malah baik bagi kesehatan? Namun, bagaimana juga, kita selalu mengejar-ngejar yang manis-manis! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-109602939617073293?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/109602939617073293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/109602939617073293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/09/kekecewaan-dan-kedukaan.html' title='Kekecewaan dan Kedukaan'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-109593524995666085</id><published>2004-09-23T17:24:00.000+07:00</published><updated>2004-09-23T17:27:29.956+07:00</updated><title type='text'>RIGHT NOW IS THE BEST TIME</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;We convince ourselves that life will be better after we get married, have a baby, and then another. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Then we are frustrated that  the kids aren't old enough and we believe that we'll be more content when they are.  After that, we're frustrated that we have teenagers to deal  with.  We will certainly be happy when they are out of that stage. We tell ourselves that our life will be complete when our spouse gets his or her act together, when we get a nicer car, when we're able to go on a nice vacation, or when we retire.  The truth is there's no better time to be happy than...                       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;RIGHT NOW !!!  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;If not now, when? Your life will always be filled with  challenges. It's best to admit this to yourself and decide to be happy anyway. Happiness is the way.  So, treasure every moment that you have, and treasure it more because you shared it with someone special, (special enough to spend your time with), and remember that time waits for no one.     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;So, stop waiting...    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;** until your car or home is paid off.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;** until you get a new car or home. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;** until your kids leave the house.    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;** until you go back to school.    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;** until you finish school.    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;** until you lose 10 lbs.    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;* until you gain 10 lbs.    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;** until you get married.    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;** until you get a divorce.    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;** until you have kids.    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;** until you retire.    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;** until summer.    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;** until spring.    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;** until winter.    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;** until fall.    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;** until you die.      &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;There is no better time than RIGHT NOW to be happy.      Happiness is a journey, not a destination.   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;So,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Work like you don't need money.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Love like you've never been hurt,      &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;And dance like no one's watching.    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber : Positive Club&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-109593524995666085?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/109593524995666085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/109593524995666085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/09/right-now-is-best-time.html' title='RIGHT NOW IS THE BEST TIME'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-109325641521180931</id><published>2004-08-23T17:18:00.000+07:00</published><updated>2004-08-23T17:20:15.210+07:00</updated><title type='text'>ABC ABOUT FRIEND</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;ABC ABOUT FRIEND&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;A Friend... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(A)ccepts you as you are&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(B)elieves in "you" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(C)alls you just to say "Hi" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(D)oesn't give up on you &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(E)nvisions the whole of you &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(F)orgives your mistakes &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(G)ives unconditionally &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(H)elps you &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(I)nvites you over &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(J)ust "be" with you &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(K)eeps you close at heart &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(L)oves you for who you are &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(M)akes a difference in your life &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(N)ever Judges &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(O)ffers support &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(P)icks you up &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Q)uiets your fears &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(R)aises your spirits &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(S)ays nice things about you &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(T)ells you the truth when you need hear it &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(U)nderstands you &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(V)alues you &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(W)alks beside you &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(X)- plain things you don't understand &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Y)ells when you won't listen &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Z)aps you back to reality&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Dikutip dari Friendster&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-109325641521180931?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/109325641521180931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/109325641521180931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/08/abc-about-friend.html' title='ABC ABOUT FRIEND'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-109325582884919985</id><published>2004-08-23T17:03:00.000+07:00</published><updated>2004-08-23T17:10:28.850+07:00</updated><title type='text'>Bagaimana mengisi waktu selama dikantor secara maksimal</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Bagaimana mengisi waktu selama dikantor secara maksimal, masalahnya dikantorku baru ada restrukturisasi pimpinan, jadi saat ini beban kerjaku sedikit sekali, paling2 3-4 jam sehari jadi sisa 5 jam aku praktis ga ada kegiatan. Mohon saran untuk mengisi sisa waktu 5 jam/hari itu ( tentunya yang produktif ) supaya aku ga bosen ?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wow, luar biasa sekali pertanyaan anda ini. Jarang saya temui ada seorang karyawan seperti anda yang mau `bersusah payah'mengisi jam kosong di kantornya dengan mencari kesibukan.tersendiri. Biasanya karyawan malah lebih suka jam kosong lho. Saya yakin, sikap anda ini akan menjadi pendorong yang sangat kuat untuk pertumbuhan karir anda di kemudian hari.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Coba sejenak bayangkan, apabila perusahaan tempat anda bekerja ini adalah milik anda . bagaimanakah sikap anda dalam bekerja ? &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Sikap ini dalam dunia manajemen modern disebut intrapreneurship&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Salah satu sikap intrapreneurship yang bisa anda lakukan adalah memberikan lebih ke perusahaan daripada yang anda terima. Contohnya begini. Misalkan gaji anda adalah satu juta rupiah. Dengan asumsi bahwa anda bekerja 20 hari kerja setiap bulan, maka satu hari kerja anda nilainya 50 ribu rupiah. Setiap kali satu hari kerja berakhir, cobalah nilai hasil kerja anda hari itu. Apakah hasil kerja anda hari itu pantas dihargai 50 ribu ... atau bahkan anda bekerja lebih banyak daripada nilai 50 ribu tsb ?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Orang negatif akan berkata kalau anda rugi jika bekerja lebih besar daripada nilai 50 ribu tersebut. Tapi orang positif akan melihat, bahwa setiap satu rupiah yang lebih besar daripada nilai 50 ribu tersebut adalah merupakan INVESTASI bagi promosi anda di masa depan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Yang kedua, coba gunakan waktu kerja anda secara bijaksana&lt;/strong&gt;.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; Waktu yang bijaksana ini masih erat hubungannya dengan sikap intrapreneurship diatas. Sikap memiliki ini tidak terbatas`hanya' pada departemen anda saja, tapi seluruh isi perusahaan. Misalkan anda bekerja di bagian marketing. Apabila ada waktu luang, usahakan anda juga mempelajari departemen-departemen lain. Cobalah bertanya dan membantu rekan anda yang accounting misalnya, bagaimana cara mencatat penjualan, bagaimana sistem pembayaran supplier, system konsiyasi, neraca keuangan, dll. Kemudian cobalah beralih ke bagian SDM, bantulah &amp; belajarlah kepada rekan anda disana, bagaimana system penerimaan karyawan, pembayaran gaji, promosi, dll. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anda akan menemukan suatu `dunia lain' yang mungkin belum pernah anda jumpai sebelumnya. Dengan mengisi waktu luang / kosong anda di kantor dengan kegiatan tambahan semacam ini, akan meningkatkan keahlian anda secara bertahap, dan waktu luang anda tidak terbuang percuma. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Yang ketiga, bersikaplah proaktif.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Seorang karyawan di Indonesia, umumnya akan datang menemui bossnya kalau dipanggil atau melaporkan kesulitan. Bagaimana bila mulai besok anda datang ke boss anda, untuk menunjukkan suatu solusi tertentu ? Mungkin anda mengusulkan suatu perbaikan system promosi, peningkatan efektivitas kerja, atau mungkin hanya sekedar usul kecil untuk mengubah tata letak ruang kantor. Yang dilihat oleh pimpinan anda bukan hanya bagus tidaknya usulan anda, tapi juga sikap proaktif anda terhadap suatu masalah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apalagi, dengan adanya restrukturisasi pimpinan di kantor anda, berarti pimpinan baru anda mungkin masih asing dengan situasi kerja di divisi anda. Dengan adanya usaha anda ini untuk proaktif, value anda akan meningkat di mata boss anda. Ingat, salah satu tujuan anda bekerja sebagai profesional adalah promosi ke tingkat yang lebih tinggi. Bila suatu saat ada posisi kosong diatas anda, siapakah yang akan dipilih oleh direktur anda ? Seorang karyawan yang biasa-2 saja, ataukah seorang profesional yang tahu cukup banyak tentang departement-2 lain selain bagiannya, bersikap proaktif, dan mampu menciptakan solusi bagi suatu permasalahan ? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang terakhir perlu saya ingatkan, apabila anda melakukan kesemua hal diatas, selalu ada godaan negatif yang datang dari rekan-2 sekerja anda. Mereka mungkin akan bilang anda kurang kerjaan, cari muka, menjilat, dsb. Jangan takut, dan jangan hiraukan mereka. &lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;strong&gt;Mereka tidak menentukan masa depan anda, karena hanya anda sendiri yang menentukan arah hidup anda.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sukses untuk anda !&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Dikutip dari The Acesia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-109325582884919985?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/109325582884919985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/109325582884919985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/08/bagaimana-mengisi-waktu-selama.html' title='Bagaimana mengisi waktu selama dikantor secara maksimal'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-109282656941864869</id><published>2004-08-18T17:53:00.000+07:00</published><updated>2004-08-18T17:56:09.416+07:00</updated><title type='text'>WINNERS VS LOSERS</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;The Winner says,"It may be difficult but it is possible"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;The Loser says ,"It may be possible but it is too difficult"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;When a Winner make a mistake, he says ,"I was wrong"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;When a Loser make a mistake, he says ,"It wasn't my fault"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;The Winner is always part of the answer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;The Loser is always part of the problem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Winner chooses what they say&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Loser say what they chooses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;The Winner sees an answer for every problem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;The Loser sees a problem for every answer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Winner sees the gain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Loser sees the pain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;The Winner says ,"Let me do it for you"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;The Loser says ,"That's not my job"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Winners believe in win win&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Loser believe win for them and someone has to lose&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;A winner makes commitments&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;A Loser makes promises&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Winner sees the potential&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Loser sees the past&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Winner makes it happen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Loser wait it happen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;A winner creates vision&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;A Loser creates imagination&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;A winner says "I am doing it"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;A Loser says "I'll do it"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Which are you ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber : 1000 Quotes about Life&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-109282656941864869?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/109282656941864869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/109282656941864869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/08/winners-vs-losers.html' title='WINNERS VS LOSERS'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-109266100130951091</id><published>2004-08-16T19:54:00.000+07:00</published><updated>2004-08-16T19:56:41.310+07:00</updated><title type='text'>Kepuasan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hampir semua manusia di dunia ini selalu haus akan kepuasan, selalu mengejar-ngejar sesuatu yang dibayangkannya sebagai hal yang menyenangkan. Pengejaran akan sesuatu yang menyenangkan ini, kalau berhasil, memang dapat mendatangkan kepuasan. Akan tetapi, apakah artinya kepuasan? Dapat kita rasakan sendiri bahwa kepuasan hanya terasa selewat saja. Pengejaran akan sesuatu, baik “sesuatu” itu merupakan benda ataupun gagasan, sudah pasti disebabkan karena si pengejar, yaitu si aku atau pikiran yang membayangkan, membayangkan adanya kesenangan yang didapat pada sesuatu yang dikejar-kejar itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kepuasan adalah terpenuhinya keinginan itu, lalu dilanjutkan dengan kenikmatan kesenangan yang didapat itu. Namun, seperti juga kepuasan yang hanya dapat dinikmati sejenak saja, demikianpun kesenangan ini tidaklah bertahan lama. Segera tempatnya diduduki oleh kebosanan akan sesuatu yang tadinya dikejar-kejar itu, dan pikiran yang tak pernah mengenal puas akan membayangkan kesenangan dalam pengejaran sesuatu yang lain lagi, yang dianggap lebih berharga, lebih nikmat, lebih berbobot dan sebagainya. Sesuatu yang pertama tadi, yang dikejar-kejarnya setengah mati, kalau perlu berebutan dengan orang lain, akan menjadi sesuatu yang sama sekali tidak menarik. Bukan karena sesuatu yang pertama itu telah merosot atau berubah mutu dan nilainya, melainkan si aku yang tidak memberinya nilai lagi, karena si aku telah tertarik oleh sesuatu yang ke dua. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan kitapun terseret dan hanyut oleh keinginan yang tiada akan habisnya selama kita masih hidup. Mata ini tidak pernah memandang apa yang ada di dalam jangkauan kita, melainkan selalu memandang jauh ke depan. Yang berada di tangan takkan pernah dapat dinikmatinya dan yang dianggap indah, menyenangkan dan nikmat selalu adalah yang berada jauh di depan, yang belum terjangkau. Dan semua ini disebut dengan kata-kata indah, yaitu cita-cita! Ada pula yang menamakan kemajuan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Padahal, keindahan itu terdapat dalam keadaan sekarang ini, yang berada di depan kita, yang kita rasakan setiap saat. Karena tidak pernah mengamati yang “ini”, selalu mencari-cari dan memandang kepada yang “itu”, maka hanya yang begitu sajalah yang indah, sedangkan yang begini sama sekali tidak nampak lagi. Kita sudah demikian mabuk oleh cita-cita, oleh angan-angan kosong, oleh gambaran-gambaran yang kita buat sendiri, sehingga kehidupan kita tidak pernah bersentuhan dengan kenyataan. Kita keenakan bermimpi membayangkan yang indah-indah, yaitu yang belum ada dan dengan demikian kita seolah-olah buta akan keindahan yang terkandung di dalam apa yang sudah ada. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Inilah sebabnya mengapa kita selalu menganggap bahwa buah mangga di kebun orang lain nampak lebih nikmat daripada buah mangga di kebun sendiri, bunga mawar di kebun orang lain nampak lebih indah dan harum daripada bunga mawar di kebun sendiri. Dapatkah kita hidup tanpa membanding-bandingkan, tanpa membentuk gambaran gagasan khayal, sehingga tidak timbul iri hati dan tidak mengejar-ngejar bayangan yang kita namakan cita-cita dan ambisi? Dapatkah kita menikmati kehidupan sekarang ini, yang sudah ada ini, dalam keadaan bagaimanapun juga? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Susah dan sengsara itu BARU MUNCUL kalau kita membandingkan keadaan kita dengan orang lain. Sebutan kaya miskin, pintar bodoh, makmur sengsara, dan perbandingan ini jelas menimbulkan iba diri dan penyesalan, di samping menimbulkan pula kebanggaan dan ketinggian hati. Dapatkah kita hidup saat demi saat, mencurahkan seluruh perhatian kita terhadap sekarang ini, apa yang ada ini?&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-109266100130951091?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/109266100130951091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/109266100130951091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/08/kepuasan.html' title='Kepuasan'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-109213557638928984</id><published>2004-08-10T17:56:00.000+07:00</published><updated>2004-08-10T17:59:36.390+07:00</updated><title type='text'>Gerakan bola mata </title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#ff0000;"&gt;Dikutip dari The Acesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ada hal  menarik yang bisa dipelajari, dimana dijelaskan tentang  gerakan bola mata seseorang. Ada 6 macam gerakan bola mata yang biasa  dilakukan seseorang ketika sedang berbicara. Secara ringkas dapat  dikatakan, bahwa bola mata yang bergerak ke kiri berarti orang  tersebut sedang berpikir tentang masa lalu, dan bila bergerak ke  kanan berarti sedang memikirkan masa depan. Dari gerakan itu kita  bisa tahu, hal apa yang sedang dipikirkan oleh lawan bicara kita,  apakah dia berkata jujur atau berbohong.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Nah, saya mendapat kesempatan mempraktekkan hal ini, ketika akhir bulan Juli lalu saya diundang menjadi dosen tamu di Prasetiya Mulya Business School - Jakarta. Saya mengisi sesi utama"Professional  Business Interview", dimana salah satuacaranya adalah saya berperan sebagai seorang interviewer, dan berhadapan one on one dengan beberapa mahasiswa. Menarik sekali. Ketika saya menanyakan sesuatu yang terjadi di masa lalu kepadanya, misalnya "Tell me about yourself", makasambil bicara  bola matanya bergerak ke arah kiri atas dan kiri bawah. Artinya, mahasiswa tersebut mencoba mencari informasi secara VR (Visual Remembered), yaitu seperti apa dirinya di masa lalu, dan secara AD (Auditory Digital), yaitu mencoba berdialog dengan dirinya sendiri, bagaimana harus mencoba menyampaikan tentang dirinya tersebut secara  tepat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lalu saya mencoba pula menanyakan sesuatu yang akan terjadi di masa depan, misalnya "Tell me about your business strategy if you workfor this company". Otomatis matanya bergerak ke kanan atas.Artinya,  mahasiswa tersebut mencoba berpikir secara VC (Visual Constructed),  yaitu mencoba membentuk kerangka `jawaban'yang sebelumnya tidak pernah ada dalam pikirannya. Ketika pertanyaan saya sampai di masalah gaji, mata mereka bergerak ke arah kanan bawah, yaitu K (Kinestetic). Karena masalah gaji merupakan hal yang langsung menyentuh emosi mereka.Ada hal yang unik disini. Ada satu pertanyaan tentang masa lalu mereka yang saya tanyakan, namun mata mereka melirik ke arah kanan. Ditanya tentang masa lalu, tapi jawabannya kok dicari di `masa depan'. Ini menandakan mereka mencoba untuk berbohong. Sebaliknya, ketika saya mencoba menanyakan satu pertanyaan tentang masa depan, mata mereka melirik ke arah kiri. Ini berarti mereka mencoba berpikir, adakah hal masa lalu di otaknya, yang bisa digunakan untuk menjawab pertanyaaan di masa depan tersebut.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ini tidak salah, namun menunjukkan kalau mereka kurang kreatif dalam menciptakan hal-hal baru. Dalam sesi berikutnya, kesemua mahasiswa tersebut dikumpulkan dalam suatu class session untuk final briefing. Banyak dari mereka yang kaget, karena saya bisa menebak `inti' dari jawaban mereka.Saya katakan bahwa saya bukan tukang sulap, saya hanya menebak dari gerakan bola mata mereka. Saya sarankan pula bahwa selanjutnya mereka harus mulai melatih bola mata mereka agar tetap fokus ke depan ketika berbicara dengan seseorang, bukan hanya dalam proses interview, namun dalam semua situasi perbincangan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ada tiga hal yang perlu diperhatikan disini. Yang pertama adalah masalah etika, dimana orang akan lebih suka diperhatikan ketika mereka bercakap-cakap dengan anda. Yang kedua, bila anda jarang menatap matanya, secara tidak langsung anda akan mengatakan `anda takut' kepada lawan bicara anda, anda merasa inferior. Dan yang ketiga, orang akan lebih mudah `membaca' anda jika mata andabergerak- gerak, terutama jika lawan bicara anda juga belajar tentang hal ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bagaimana dengan anda, sudahkah anda mempelajari teknik tersebut ? Akan banyak berguna ketika anda berbicara dengan orang lain. Dengan mengetahui arah gerakan mata mereka saja, anda akan mengetahui`isi hati mereka' secara tidak langsung. Bagi anda sendiri,dengan  pandangan yang fokus ke depan, anda tidak akan`mudah' dibacaorang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selamat Mencoba !!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-109213557638928984?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/109213557638928984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/109213557638928984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/08/gerakan-bola-mata.html' title='Gerakan bola mata '/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-109101309878775772</id><published>2004-07-28T18:07:00.000+07:00</published><updated>2004-07-28T18:11:38.786+07:00</updated><title type='text'>Setiap Langkah adalah Anugerah</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Seorang profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer pada tanggal 1 Desember. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di sana iaberjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakan nya, bernama Ralph.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ralph yang dikirim untuk menjemput sang profesor dibandara. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju ke tempat pengambilan kopor. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ketika berjalan keluar, Ralph sering menghilang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Banyak hal yang dilakukannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ia membantu seorang wanita tua yangkopornya jatuh dan terbuka. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kemudian mengangkat dua &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;anak kecil agar mereka dapat melihat sinterklas. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Iajuga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setiap kali, ia kembali ke sisi profesor itu dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Dari mana Anda belajar melakukan hal-hal seperti itu?" tanya sang profesor. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Melakukan apa ?" kata Ralph.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Dari mana Anda belajar untuk hidup seperti itu?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;""Oh," kata Ralph, " selama perang, saya kira.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya diVietnam. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Juga tentang tugasnya saat membersihkan ladang ranjau,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&amp;nbsp;dan bagaimana ia harus menyaksikan satu persatu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Saya belajar untuk hidup di antara pijakan setiap langkah,"katanya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Saya tak pernah tahu apakah langkah berikutnya merupakan pijakan yang terakhir,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setiap langkah yang saya ayunkan meru pakan sebuah dunia baru, dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&amp;nbsp;tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang berkualitas&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-109101309878775772?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/109101309878775772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/109101309878775772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/07/setiap-langkah-adalah-anugerah.html' title='Setiap Langkah adalah Anugerah'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-109093869200463731</id><published>2004-07-27T21:29:00.000+07:00</published><updated>2004-07-27T21:31:32.003+07:00</updated><title type='text'>Inspire Success tips for the week</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Here is your Inspire Success tips for the week.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;*Have a Plan*&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Even if it is flimsy to begin with, you should construct a plan to include goal, milestones, deliverables such as contracts, business plans, etc., and accomplishments.&amp;nbsp; This will provide you with a visual as to what you are working for, what milestones you have successfully met, and where you need to do better.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#cc0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;*Accept Responsibility*&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;You need to accept responsibility if you make a bad decision or fall behind in your plan.&amp;nbsp; Let us say that you have set some firm milestones that need to be accomplished in order for you to move to the next step.&amp;nbsp; However, you got tired of working hard and took some time to play, which is fine as long as it does not affect your goals.&amp;nbsp; Now months have passed and you are way behind schedule.&amp;nbsp; This delay has closed several doors of opportunities.&amp;nbsp; Who is to blame?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#cc0000;"&gt;*Be Happy*&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;A positive mind and happy, upbeat attitude will help you succeed.&amp;nbsp; It has been proven in many studies that a person living in a happy state generally gets much further in just about everything they do.&amp;nbsp; This relates to attitude.&amp;nbsp; Just as bad attitude can pull you down, good attitude and a happy, healthy mind will help you meet your objectives.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-109093869200463731?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/109093869200463731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/109093869200463731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/07/inspire-success-tips-for-week.html' title='Inspire Success tips for the week'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-109067642877098807</id><published>2004-07-24T20:37:00.000+07:00</published><updated>2004-07-24T20:40:28.770+07:00</updated><title type='text'>How do I know that I have no self-motivation?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;If you face the problem like these examples, then you need self motivation:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Your boss want you to do some work, but actually you don't like the work. Your parent or teacher wants you to study something that you really hate to study it. If you looking for a self motivation because you feel very bored about something or you need a self motivation to remove your procrastination habit, then you need to go to the appropriate chapters.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Actually the need itself is one of the motivations. When you are required to do something, even you like it or not, then you have a need to do it. You may require to do it because it is your duty. However, feeling that you are responsible to do your duty and willing to do it, will not remove your bad feeling about doing it. You want to remove that bad feeling to do something that you really hate to do it but you need to do. Since you are a responsible person, you may do it as fast as possible and when it is finished, you will feel free and do not even want to remember that you have done it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The problem comes when those things you hate to do are something that you cannot do it as fast as possible. They need a lot of time to do it, or it may become a routine work that you need to do. In this case, you are in trouble if you do not have a self motivation. Your responsibility toward your duty alone cannot help you to do those things you hate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here are the phenomena that you have lack of self motivation:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• you feel lazy to do it&lt;br /&gt;• you feel bored&lt;br /&gt;• you feel stress, no freedom to do what do you like to do&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;you feel the environment (your boss, your parent, your teacher) force you to do this and that but you don't like to do it&lt;br /&gt;• you work hard but you still cannot catch the target&lt;br /&gt;• you feel desperate and lazy&lt;br /&gt;• you feel want to go away from that work or study&lt;br /&gt;• you feel incapable and do not know many things about this work or study&lt;br /&gt;• you feel tired of working (even if you just work for a few minutes)&lt;br /&gt;• you don't like what you are doing&lt;br /&gt;• you spend time to do other unnecessary things but keep delaying to do this main work or study &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sometimes, your motivation reduced because you are too exhausted. You may take a rest and enough sleep before doing it again. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-109067642877098807?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/109067642877098807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/109067642877098807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/07/how-do-i-know-that-i-have-no-self.html' title='How do I know that I have no self-motivation?'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-109067607890614740</id><published>2004-07-24T20:27:00.000+07:00</published><updated>2004-07-24T20:34:38.906+07:00</updated><title type='text'>Self Motivation Principle</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Motivations to work or to study exist if you are aware what is your purpose to do it and you are interested to do it. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;You will be aware of your purpose and interested in your work or study if it is&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1. &lt;span style="font-size:100%;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Challenging:&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; You want to know (curiosity) more because it is new.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2.&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Useful&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; You know and you have hope that you will use this knowledge or experience for your future.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;It is not only for this time you will do it. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3.&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Important&lt;/span&gt;:&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; You feel that what you are doing is important for many people and yourself. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Something is new for you if you still do not know. It is &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;challenging&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; if you curios about it. You will be curious if you direct your mind saying that you want to know or experience that more. You want to continue to do the work or study it until you have enough knowledge or experience. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;You have enough knowledge and experience if you can use that knowledge and experience for your future work. It is interesting because you have hope that you can use them in the future. It is &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;useful &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;because you are going to develop this work/study more and you are going to use them in your future work. It is not only for now, which is a temporary work. Thus your effort to work or study hard is not useless. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You are free to do that.&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt; &lt;span style="font-size:100%;color:#ff0000;"&gt;You are the one who determines your own interest and work&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;It is true that other person or the environment force you to do this work/study, but it is you who decide that you want to do it. Everything depends on you yourself. It is not you parent or teacher or your boss decision. It is you who decide whether you want to use the knowledge or the experience for your future work. If you are not sure that you will use it, at least you know there is a probability that you will use it in your future because you never know your own future. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You will use that knowledge or experience if you have enough knowledge and experience to use that. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;You can have enough knowledge and experience only if you do the work and you want to know more&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. It is your decision that you want to know and experience it or not. It is depend on your willingness to do it. &lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;You determine your own future.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The more you know, the more you want to know. The more experience you have, you know how important it is for you and for many people surround you.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-109067607890614740?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/109067607890614740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/109067607890614740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/07/self-motivation-principle.html' title='Self Motivation Principle'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-109067515535679367</id><published>2004-07-24T20:15:00.000+07:00</published><updated>2004-07-24T20:19:15.356+07:00</updated><title type='text'>Meditation for Self Motivation</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;To gain back your self motivation, you may need to do the meditation. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;You need to take rest and meditate on the following questions:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000099;"&gt;what kind of things you still do not know about this work or study and you want to know further? &lt;br /&gt;what kind of things are interesting and challenging in this work or study? &lt;br /&gt;what kind of things you can develop from this work or study, that you may produce other things that give you more rewards? &lt;br /&gt;what kind of things from this work or study that may give benefit to many other person? In this case your work or study may lead to a great contribution &lt;br /&gt;what kinds of things that can change your environment, your situation or even the world into a better one if you do this work or study? &lt;br /&gt;what kind of things from this work or study that is important for your future? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;After you finish your meditation, you should write the answers to those questions so that anytime you have a lack of motivation to do that specific work or study, you may refer back to the result of the writing rather than doing a meditation again. The answer to those questions will give you direction and motivation to do a long term projects. It will change your perceptions toward those work or study. Before you used to hate it, not it is very challenging and interesting.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-109067515535679367?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/109067515535679367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/109067515535679367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/07/meditation-for-self-motivation.html' title='Meditation for Self Motivation'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-109065200171173530</id><published>2004-07-24T13:35:00.000+07:00</published><updated>2004-07-24T13:53:21.710+07:00</updated><title type='text'>Kisah Alergi Hidup</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya : "Guru, saya sudah bosan hidup. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Benar-benar jenuh. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Apapun yangsaya lakukan selalu gagal. Saya ingin mati".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sang Guru tersenyum : "Oh, kamu sakit". "Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hanya jenuh dengan kehidupan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Itu sebabnya saya ingin mati".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Guru meneruskan : "Kamu sakit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penyakitmu itu bernama"Alergi Hidup".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ya, kamu alergi terhadap kehidupan. Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hidup ini berjalan terus. &amp;nbsp;Sungai kehidupan inimengalir terus, tetapi kita menginginkan keadaan status-quo. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Usaha pasti ada pasang-surutnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam berumah-tangga, pertengkaran kecil itu memangwajar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Persahabatan pun tidak selalu langgeng. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Apa sihyang abadi dalam hidup ini ? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kita tidak menyadari sifat kehidupan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita". &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu benar-benar bertekad ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku", kata sang Guru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tidak, saya tidak ingin hidup lebih lama lagi", pria itu menolak tawaran sang Guru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati ?", tanya Guru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Ya, memang saya sudah bosan hidup", jawab pria itulagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Baiklah. Kalau begitu besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&amp;nbsp;Malam nanti, minumlah separuhisi botol ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&amp;nbsp;Sedangkan separuh sisanya kau minum besok sore jam enam. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Maka esok jam delapan malam kauakan mati dengan tenang".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kini, giliran pria itu menjadi bingung. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sebelumnya, semua Guru yang ia datangi selalu berupaya untuk memberikan semangat hidup. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Namun, Guru yang satu ini aneh. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Alih-alih memberi semangat hidup, malah menawarkan racun. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setibanya di rumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut "obat" oleh sang Guru tadi. Lalu, ia merasakan ketenangan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Begitu rileks, begitu santai ! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tinggal satu malam dan satu hari ia akan mati. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ini adalah malam terakhirnya. Ia ingin meninggalkan kenangan manis. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya amat harmonis. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sebelum tidur, ia mencium istrinya dan berbisik, "Sayang, aku mencintaimu". &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sekali lagi,karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Esoknya, sehabis bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tiupan angin pagimenyegarkan tubuhnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dan ia tergoda untuk melakukanjalan pagi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setengah jam kemudian ia kembali ke rumah, ia menemukan istrinya masih tertidur. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat dua cangkir kopi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Satu untuk dirinya, satu lagi untukistrinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sang istripun merasa aneh sekali dan berkata : "Sayang, apa yangterjadi hari ini ? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku sayang".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Stafnya pun bingung, "Hari ini, Bos kita kok aneh ya ?" Dan sikap mereka pun langsung berubah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan menghargai terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pulang ke rumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya sambil berkata : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan : "Ayah, maafkankami semua. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selama ini, ayah selalu tertekan karena perilaku kami".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tiba-tiba,&amp;nbsp; sungai kehidupannya mengalir kembali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ia mendatangi sang Guru lagi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Melihat wajah pria itu,rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telahterjadi dan berkata : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Apabila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Konon, ia masih mengalirterus. &amp;nbsp;Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang,selalu HIDUP !&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-109065200171173530?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/109065200171173530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/109065200171173530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/07/kisah-alergi-hidup.html' title='Kisah Alergi Hidup'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-109058904697280229</id><published>2004-07-23T20:21:00.000+07:00</published><updated>2004-07-23T20:26:27.696+07:00</updated><title type='text'>Perenungan Cinta Kasih</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Inilah yang harus dikerjakan oleh mereka yang tangkas dalam kebaikan &lt;br /&gt;Untuk mencapai ketenangan &lt;br /&gt;Ia harus mampu, jujur, sungguh jujur &lt;br /&gt;Rendah hati, lemah lembut, tiada sombong &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Merasa puas, mudah dilayani &lt;br /&gt;Tiada sibuk, sederhana hidupnya &lt;br /&gt;Tenang inderanya, berhati-hati &lt;br /&gt;Tahu malu, tidak melekat pada keluarga &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Tak berbuat kesalahan walaupun kecil &lt;br /&gt;Yang dapat dicela oleh para bijaksana &lt;br /&gt;Hendaklah ia berpikir "semoga semua makhluk berbahagia dan tenteram" &lt;br /&gt;Semoga semua makhluk berbahagia &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Makhluk hidup apa pun juga &lt;br /&gt;Yang lemah dan kuat tanpa kecuali &lt;br /&gt;Yang panjang atau besar &lt;br /&gt;Yang sedang, pendek, kecil atau gemuk &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Yang tampak atau tak tampak &lt;br /&gt;Yang jauh atau pun yang dekat &lt;br /&gt;Yang terlahir atau yang akan terlahir &lt;br /&gt;Semoga semua makhluk berbahagia &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Jangan menipu orang lain &lt;br /&gt;Atau menghina siapa saja &lt;br /&gt;Jangan karena marah atu benci &lt;br /&gt;Mengharap orang lain celaka &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Bagaikan seorang ibu mempertaruhkan jiwanya &lt;br /&gt;Melindungi anaknya yang tunggal &lt;br /&gt;Demikianlah terhadap semua makhluk &lt;br /&gt;Dipancarkannya pikiran kasih sayang tanpa batas &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Kasih sayangnya dipancarkan ke segenap alam semesta &lt;br /&gt;Dipancarkannya pikirannya itu tanpa batas &lt;br /&gt;Keatas, kebawah dan ke sekeliling &lt;br /&gt;Tanpa rintangan, tanpa benci, dendam dan permusuhan &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Selagi berdiri, berjalan atau duduk &lt;br /&gt;Atau berbaring, selagi tiada lelap &lt;br /&gt;Ia tekun mengembangkan kesadaran ini&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Semoga hal ini kerap kali direnungkan&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-109058904697280229?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/109058904697280229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/109058904697280229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/07/perenungan-cinta-kasih.html' title='Perenungan Cinta Kasih'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-109058757036089870</id><published>2004-07-23T19:54:00.000+07:00</published><updated>2004-07-23T20:01:32.426+07:00</updated><title type='text'>10 Bait Berkah Utama</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tak bergaul dengan orang yang tak bijaksana &lt;br /&gt;Bergaul dengan mereka yang bijaksana &lt;br /&gt;Menghormat mereka yang patut dihormat &lt;br /&gt;Itulah Berkah Utama &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Hidup ditempat yang sesuai &lt;br /&gt;Berkat jasa-jasa dalam hidup yang lampau &lt;br /&gt;Menuntun diri kearah yang benar &lt;br /&gt;Itulah Berkah Utama &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Memiliki pengetahuan dan keterampilan &lt;br /&gt;Terlatih baik dalam tata susila &lt;br /&gt;Ramah tamah dalam ucapan &lt;br /&gt;Itulah Berkah Utama &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Membantu ayah dan ibu &lt;br /&gt;Menyokong anak dan isteri &lt;br /&gt;Bekerja bebas dari pertentangan &lt;br /&gt;Itulah Berkah Utama &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Berdana dan hidup sesuai dengan&amp;nbsp;ajaran ke-Tuhanan&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Menolong sanak keluarga &lt;br /&gt;Bekerja tanpa cela &lt;br /&gt;Itulah Berkah Utama &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Menjauhi dan tak melakukan kejahatan &lt;br /&gt;Menghindari minuman keras &lt;br /&gt;Tekun melaksanakan&amp;nbsp;ajaran ke-Tuhanan&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Itulah Berkah Utama &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Selalu hormat dan rendah hati &lt;br /&gt;Merasa puas dan berterima kasih &lt;br /&gt;Mendengarkan ajaran ke-Tuhanan&amp;nbsp; pada saat yang sesuai &lt;br /&gt;Itulah Berkah Utama &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Sabar, rendah hati bila diperingatkan &lt;br /&gt;Rajin mengunjungi para&amp;nbsp;guru spiritual&amp;nbsp;atau tempat peribadatan &lt;br /&gt;Membahas ajaran ke-Tuhanan&amp;nbsp; pada saat yang sesuai &lt;br /&gt;Itulah Berkah Utama&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tergoda oleh hal-hal duniawi &lt;br /&gt;Namun batin tak tergoyahkan &lt;br /&gt;Tiada susah, tanpa noda, penuh damai &lt;br /&gt;Itulah Berkah Utama &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Karena dengan mengusahakan hal-hal itu &lt;br /&gt;Manusia tak terkalahkan dimana pun juga &lt;br /&gt;Serta berjalan aman kemana juga &lt;br /&gt;Itulah Berkah Utama&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-109058757036089870?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/109058757036089870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/109058757036089870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/07/10-bait-berkah-utama.html' title='10 Bait Berkah Utama'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-109058467948042562</id><published>2004-07-23T19:06:00.000+07:00</published><updated>2004-07-23T19:11:19.480+07:00</updated><title type='text'>Kebencian</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Merupakan pendapat umum atau kebanyakan dari kita, yaitu yang berpendapat bahwa tindakan kekejaman terhadap orang-orang yang bersalah atau yang melakukan kejahatan adalah tindakan yang benar. Biasanya, tindakan itu kita namakan keadilan! Akan tetapi benarkah demikian? Benarkah itu kalau kita menyiksa seorang yang kita namakan penjahat, bahkan kalau kita membunuhnya, maka penyiksaan atau pembunuhan itu dapat dinamakan keadilan? Sebaiknya kalau kita menyelidiki dulu persoalan ini sebelum kita memberinya suatu nama seperti keadilan! Kita selidiki apa perbedaan antara perbuatan kejam dan dianggap adil! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apakah dasar yang mendorong ke arah tindakan yang kejam, menakuti orang, menyiksa orang? Atau bahkan membunuh orang? Semua perbuatan kejam itu tentu mempunyai dasar yang sama, yaitu kebencian. Kebencianlah yang membuat seorang melakukan tindakan kejam, baik itu dinamakan kejahatan maupun keadilan. Kebencian di dalam hati ini tentu saja meniadakan cinta kasih. Siapapun yang melakukan tindakan kejam pada dasarnya sama saja, yaitu melampiaskan kebencian. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ini bukanlah berarti bahwa kejahatan atau kekejaman yang dilakukan oleh orang-orang yang kita namakan jahat itu harus didiamkan saja! Sama sekali tidak demikian. Akan tetapi, alangkah jauh bedanya antara hukuman yang sifatnya mendidik dan hukuman yang sifatnya membalas dendam! Balas dendam adalah akibat kebencian yang melahirkan perbuatan-perbuatan kejam seperti menyiksa dan membunuh. Sebaliknya, hukuman yang sifatnya mendidik tidak dapat dinamakan kekejaman karena tidak dilakukan dengan hati yang membenci. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jeweran pada telinga anak dari seorang ayah dapat merupakan hukuman mendidik, dapat pula merupakan pelampiasan kebencian. Kalau si ayah itu marah, jengkel di waktu menjewer, maka perbuatannya itu adalah perbuatan yang didorong oleh kebencian. Sebaliknya, kalau jeweran itu dilakukan tanpa kebencian, maka itu adalah perbuatan yang mengandung maksud mendidik, dan antara dua jeweran yang sama ini terdapat perbedaan bumi langit. Biasanya, kata keadilan hanya dipergunakan oleh mereka yang dipenuhi kebencian untuk menuntut balas. Jelaslah bahwa segala macam perbuatan yang didasari oleh kebencian, maka perbuatan semacam itu sudah pasti kejam dan jahat. &amp;nbsp;Sebaliknya, perbuatan apapun yang dilakukan dengan dasar cinta kasih, maka perbuatan itu pasti benar dan baik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-109058467948042562?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/109058467948042562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/109058467948042562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/07/kebencian.html' title='Kebencian'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-109032315047431516</id><published>2004-07-20T18:29:00.000+07:00</published><updated>2004-07-20T18:32:30.473+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Are your feeling inspired today? To add to your motivation level, here is the Inspire Success tips&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;*Stop the Complaining*&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;You might think there is no correlation between complaining and success when in fact there is a connection.&amp;nbsp; When you are spending time complaining about the obstacles you are facing, you are wasting so much time being negative that you are actually loosing chances to move forward.&amp;nbsp; Instead of thinking of challenges as problems, think of them as opportunities&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;*Focus on Something you Like*&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;To increase your chance of succeeding, you should concentrate your efforts on something you enjoy.&amp;nbsp; When you start out, make a list of everything you find interesting.&amp;nbsp; Then in a second column, write down the skills you have in relation to each of those items.&amp;nbsp; This will help you narrow choices down based on interest and skill, which gets you started in the right direction for success. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;*Change your Circumstances*&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;You have a choice in life to accept your position or change it.&amp;nbsp; If you choose to plug along in life hoping that something will change for the better, you will not get very far.&amp;nbsp; Always remember that when it comes to changing your circumstances, you can – you have that power.&amp;nbsp; As an example, women who are in abusive situations often feel controlled and powerless to get out of the situation.&amp;nbsp; They have the same choice of changing their circumstances as you do.&amp;nbsp; If your circumstances lower the chances of success, you need to change them.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-109032315047431516?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/109032315047431516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/109032315047431516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/07/are-your-feeling-inspired-today-to-add.html' title=''/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-108979879858795873</id><published>2004-07-14T16:52:00.000+07:00</published><updated>2004-07-14T16:53:18.586+07:00</updated><title type='text'>All About Recommendation Letters</title><content type='html'>Nearly every graduate program requires applicants to submit letters of&lt;br /&gt;recommendation. Don't underestimate the importance of these letters. While&lt;br /&gt;your transcript, standardized test scores, and personal statement/admissions&lt;br /&gt;essay are vital components to your graduate school application, an excellent&lt;br /&gt;letter of recommendation can make up for weaknesses in any of these areas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A well written letter of recommendation provides admissions committees with&lt;br /&gt;information that isn't found elsewhere in the application. A letter of&lt;br /&gt;recommendation is a detailed discussion, from a faculty member, of the&lt;br /&gt;personal qualities, accomplishments, and experiences that make you unique&lt;br /&gt;and perfect for the programs to which you've applied.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Who To Ask?&lt;br /&gt;Most graduate programs require two or more letters of recommendation.&lt;br /&gt;Choosing your letter-writers often is difficult.&lt;br /&gt;Consider faculty members, administrators, internship/co-operative education&lt;br /&gt;supervisors, and employers. The persons you ask to write your letters should&lt;br /&gt;· know you well&lt;br /&gt;· know you long enough to write with authority&lt;br /&gt;· know your work&lt;br /&gt;· describe your work positively&lt;br /&gt;· have a high opinion of you&lt;br /&gt;· know where you are applying&lt;br /&gt;· know your educational and career goals&lt;br /&gt;· be able to favorably compare you with your peers&lt;br /&gt;· be well known&lt;br /&gt;· be able to write a good letter&lt;br /&gt;Keep in mind that no one person will satisfy all of these criteria. Aim for&lt;br /&gt;a set of letters that cover the range of your skills. Ideally, letters&lt;br /&gt;should cover your academic and scholastic skills, research abilities and&lt;br /&gt;experiences, and applied experiences (e.g., co-operative education,&lt;br /&gt;internships, related work experience).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Approaching Referees&lt;br /&gt;When you approach potential referees, ask if they know you well enough to&lt;br /&gt;write a meaningful letter. Pay attention to their demeanor. If you sense&lt;br /&gt;reluctance, thank them and ask someone else. Remember that it is best to ask&lt;br /&gt;early in the semester. As the end of the semester approaches, faculty may&lt;br /&gt;hesitate because of time restraints.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Provide Information&lt;br /&gt;The best thing that you can do to ensure that your letters cover all the&lt;br /&gt;bases is to provide your referees with all the necessary information. Don't&lt;br /&gt;assume that they will remember anything about you. (I know, you're quite&lt;br /&gt;memorable, but think about what it must be like to have 150 or more students&lt;br /&gt;each semester!)&lt;br /&gt;Make an appointment to speak with your letter writers. Give your letter&lt;br /&gt;writers plenty of time (three to four weeks at minimum). Provide a file with&lt;br /&gt;all of your background information:&lt;br /&gt;· transcript&lt;br /&gt;· resume or vita&lt;br /&gt;· admissions essays&lt;br /&gt;· courses you've taken with them&lt;br /&gt;· research experiences&lt;br /&gt;· internship and other applied experiences&lt;br /&gt;· honor societies to which you belong&lt;br /&gt;· awards you've won&lt;br /&gt;· work experience&lt;br /&gt;· professional goals&lt;br /&gt;· due date for the application&lt;br /&gt;· copy of the application recommendation forms&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Confidentiality&lt;br /&gt;The recommendation forms supplied by graduate programs require you to decide&lt;br /&gt;whether to waive or retain your rights to see recommendation. As you decide&lt;br /&gt;whether to retain your rights, remember that confidential letters tend to&lt;br /&gt;carry more weight with admissions committees. In addition, many faculty will&lt;br /&gt;not write a recommendation letter unless it is confidential. Other faculty&lt;br /&gt;may provide you with a copy of each letter, even if it is confidential. If&lt;br /&gt;you are unsure of what to decide, discuss it with your referee.&lt;br /&gt;As the application deadline approaches, check back with your referees to&lt;br /&gt;ensure that the letters were sent on time (but don't nag!). Contacting the&lt;br /&gt;graduate programs to inquire whether your materials were received is also&lt;br /&gt;appropriate.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-108979879858795873?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108979879858795873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108979879858795873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/07/all-about-recommendation-letters.html' title='All About Recommendation Letters'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-108979870398552471</id><published>2004-07-14T16:50:00.000+07:00</published><updated>2004-07-14T16:51:43.986+07:00</updated><title type='text'>What Do Graduate Schools Want?</title><content type='html'>What do graduate admissions committees look for in graduate applicants?&lt;br /&gt;Understanding what graduate schools want in applicants is the first step in&lt;br /&gt;tailoring your experiences and application to make yourself irresistable to&lt;br /&gt;the graduate programs of your dreams.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So just what do admissions committees look for? Their goal is to identify&lt;br /&gt;applicants who will become important researchers and leaders in their field.&lt;br /&gt;In other words, admissions committees try to select the most promising&lt;br /&gt;students. What's a promising student? One who promises to be an excellent&lt;br /&gt;graduate student.&lt;br /&gt;The ideal graduate student is gifted, eager to learn, and highly motivated.&lt;br /&gt;He or she can work independently and take direction, supervision, and&lt;br /&gt;constructive criticism without becoming upset or overly sensitive.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faculty look for students who are hard workers, want to work closely with&lt;br /&gt;faculty, are responsible and easy to work with, and who are a good fit to&lt;br /&gt;the program. The best graduate students complete the program on time, with&lt;br /&gt;distinction - and excel in the professional world to make graduate faculty&lt;br /&gt;proud. Of course, these are ideals. Most graduate students have some of&lt;br /&gt;these characteristics, but nearly no one will have all, so don't fear.&lt;br /&gt;Now that you know the ideal to which graduate faculty strive in selecting&lt;br /&gt;new graduate students, let's look at how faculty weigh the various criteria&lt;br /&gt;for admission. Unfortunately there is no simple answer; each graduate&lt;br /&gt;admissions committee is a bit different, but generally speaking, the&lt;br /&gt;following criteria are important to most admissions committees:&lt;br /&gt;· Undergraduate GPA (especially the last two years of college)&lt;br /&gt;· Graduate Record Exam (GRE) scores&lt;br /&gt;· Recommendation letters&lt;br /&gt;· Personal statement&lt;br /&gt;Sure, you knew these things were important, but let's talk more about why&lt;br /&gt;and the part they play in admissions decisions.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Or you might begin by talking about an experience that was important to you.&lt;br /&gt;How did you become interested in your discipline? How did you know that you&lt;br /&gt;wanted to go to graduate school? Write about some of your activities: why&lt;br /&gt;did you start them and what motivates you about them?&lt;br /&gt;Don't feel wedded to what you write, but consider writing as a process in&lt;br /&gt;which you can discover what you'd like to include in your essay. Write&lt;br /&gt;multiple drafts and you'll find improvement with each draft.&lt;br /&gt;Get feedback on your writing from as many people as you can. Also consider&lt;br /&gt;getting feedback before your essay is finished so that you can correct and&lt;br /&gt;revise it before you've spent too much time on it. Your reader might see&lt;br /&gt;potential in an idea that you were about to trash -- and might help you to&lt;br /&gt;stay on track. When you think you're done, give yourself time away from your&lt;br /&gt;essay and you'll come back to it with a fresh eye, able to evaluate it more&lt;br /&gt;objectively.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When your essay is complete, you should be inspired and proud. Reread your&lt;br /&gt;personal statement to be sure that it discusses your strengths. It's&lt;br /&gt;sometimes hard for us to talk about ourselves as we're often taught that&lt;br /&gt;modesty is a virtue -- but it isn't when you're applying to graduate school.&lt;br /&gt;It's ok to feel like you're being boastful or even cheesy, as long as what&lt;br /&gt;you've written is true. Your goal in writing your personal statement should&lt;br /&gt;be to excite and inspire your reader -- and get a ticket to graduate school.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Or you might begin by talking about an experience that was important to you.&lt;br /&gt;How did you become interested in your discipline? How did you know that you&lt;br /&gt;wanted to go to graduate school? Write about some of your activities: why&lt;br /&gt;did you start them and what motivates you about them?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don't feel wedded to what you write, but consider writing as a process in&lt;br /&gt;which you can discover what you'd like to include in your essay. Write&lt;br /&gt;multiple drafts and you'll find improvement with each draft.&lt;br /&gt;Get feedback on your writing from as many people as you can. Also consider&lt;br /&gt;getting feedback before your essay is finished so that you can correct and&lt;br /&gt;revise it before you've spent too much time on it. Your reader might see&lt;br /&gt;potential in an idea that you were about to trash -- and might help you to&lt;br /&gt;stay on track. When you think you're done, give yourself time away from your&lt;br /&gt;essay and you'll come back to it with a fresh eye, able to evaluate it more&lt;br /&gt;objectively.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When your essay is complete, you should be inspired and proud. Reread your&lt;br /&gt;personal statement to be sure that it discusses your strengths. It's&lt;br /&gt;sometimes hard for us to talk about ourselves as we're often taught that&lt;br /&gt;modesty is a virtue -- but it isn't when you're applying to graduate school.&lt;br /&gt;It's ok to feel like you're being boastful or even cheesy, as long as what&lt;br /&gt;you've written is true. Your goal in writing your personal statement should&lt;br /&gt;be to excite and inspire your reader -- and get a ticket to graduate school.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What goes into a CV? Here are the types of information that a vita may&lt;br /&gt;contain. The contents of a CV differ across disciplines, and your vita&lt;br /&gt;probably will not have all of these sections yet, but at least consider&lt;br /&gt;each.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contact information&lt;br /&gt;Here, include your name, address, phone, fax, and e-mail for home and&lt;br /&gt;office, if applicable.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Education&lt;br /&gt;Indicate your major, type of degree, and the date each degree was awarded&lt;br /&gt;for each postsecondary school attended. Eventually you'll include titles of&lt;br /&gt;theses or dissertations and chairs of committees. If you haven't yet&lt;br /&gt;completed your degree, indicate the expected graduation date.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Honors and Awards&lt;br /&gt;List each award, granting institution and the date awarded. If you have only&lt;br /&gt;one award (e.g., graduation honors), consider incorporating this information&lt;br /&gt;within the education section.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teaching Experience List any courses that you assisted with as a TA,&lt;br /&gt;co-taught, or taught. Note the institution, role held in each, and&lt;br /&gt;supervisor. This section will become more relevant during your graduate&lt;br /&gt;school years, but sometimes undergraduates are assigned teaching roles.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-108979870398552471?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108979870398552471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108979870398552471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/07/what-do-graduate-schools-want.html' title='What Do Graduate Schools Want?'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-108979863582056146</id><published>2004-07-14T16:48:00.000+07:00</published><updated>2004-07-14T16:50:35.820+07:00</updated><title type='text'>Tips for Writing Letters of Recommendation</title><content type='html'>As a college professor, many students approach me for letters of&lt;br /&gt;recommendation. Writing these letters is one of the most challenging aspects&lt;br /&gt;of my job. How do you fit a comprehensive profile and assessment of a&lt;br /&gt;student into a 1-2 page letter? How do you ensure that students provide you&lt;br /&gt;with all the relevant information that will help you to write the best&lt;br /&gt;letter than you can? How do you protect yourself from liability in writing&lt;br /&gt;letters of recommendation? This article takes a closer look at tips to help&lt;br /&gt;you in writing letters of recommendation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inform Students&lt;br /&gt;Students tend to be uninformed about their needs and responsibilities in&lt;br /&gt;seeking letters of recommendation. Guide students by providing them with a&lt;br /&gt;detailed list of what will assist you in writing a letter on their behalf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Many professors create a handout or web page listing the desired&lt;br /&gt;information. Here are some suggestions:&lt;br /&gt;· Explain the purpose of the letter&lt;br /&gt;· Desired focus of the letter (e.g., discuss my research skills and&lt;br /&gt;experiences in your lab, or discuss my responsibilities as a teaching&lt;br /&gt;assistant in your class)&lt;br /&gt;· Useful skills (e.g., computer, statistical, or interpersonal skills)&lt;br /&gt;· Related experiences (extracurricular, work experience, clubs, volunteer&lt;br /&gt;work)&lt;br /&gt;· Courses taken with the faculty member, with grades and sample work (e.g.,&lt;br /&gt;term paper)&lt;br /&gt;· Reasons for pursing graduate study&lt;br /&gt;· Resume&lt;br /&gt;· Transcript&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Think About It&lt;br /&gt;Do not immediately agree to write a letter on behalf of a student. Instead,&lt;br /&gt;take a little bit of time to think about it and reflect on your experiences&lt;br /&gt;with the student.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be Honest&lt;br /&gt;If you don't know a student well or cannot write a positive letter on his or&lt;br /&gt;her behalf, explain your reservations to inform the applicant. If he or she&lt;br /&gt;insists, you can either refuse, write a neutral letter, or include negative&lt;br /&gt;evaluations with supporting behavioral examples.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Get Permission&lt;br /&gt;Obtain the student's written permission (the signed recommendation form&lt;br /&gt;included in admissions packets for most graduate programs is suitable)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be Specific&lt;br /&gt;Use specific examples to support your statements. Specific examples will&lt;br /&gt;enhance the value of positive comments and will protect you from legal&lt;br /&gt;action. If you choose to include unfavorable information, you must include&lt;br /&gt;specific examples to illustrate your point.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organize the Letter&lt;br /&gt;An effective letter of recommendation is structured. Begin your letter by&lt;br /&gt;indicating for whom you are writing, what they are applying to, and an&lt;br /&gt;overview of the tone of the letter. Indicate to what extent and length of&lt;br /&gt;time you have known the student. Your next step should be to review grades&lt;br /&gt;and your records regarding the student. Next, provide specific examples that&lt;br /&gt;illustrate the student's intellectual ability, capacity for independent and&lt;br /&gt;original thought, knowledge of the field, or attitude and motivation. Close&lt;br /&gt;by reiterating your overall recommendation and its strength.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beware of Ambiguity&lt;br /&gt;Letters of recommendation tend to be overwhelmingly positive. Because most&lt;br /&gt;letters are inflated, readers examine them as if they were written in code.&lt;br /&gt;Recommendation letters thus become a projective test wherein any ambiguity&lt;br /&gt;is questioned. Any equivocal information might be interpreted in a negative&lt;br /&gt;light, even if you did not intend so.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-108979863582056146?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108979863582056146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108979863582056146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/07/tips-for-writing-letters-of.html' title='Tips for Writing Letters of Recommendation'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-108972085655005505</id><published>2004-07-13T19:12:00.000+07:00</published><updated>2004-07-13T19:14:16.550+07:00</updated><title type='text'>Menikmati hidup</title><content type='html'>Memang sesungguhnyalah, kita harus mengakui adanya kenyataan betapa ulah manusia, yaitu diri sendiri, telah mem­buat dunia ini menjadi suatu tempat tinggal yang kotor dan tidak enak di­tinggali. Alam yang begitu sejuk, segar dan bersih seperti yang terdapat di pe­gunungan atau di dusun-dusun sunyi, se­gera berubah menjadi panas, pengap dan kotor setelah penuh oleh manusia. Ba­nyak memang terdapat mahluk hidup di dunia ini, namun, betapapun nyaring sua­ra mahluk-mahluk itu, tidak ada yang seperti suara manusia ketika mereka saling bicara. Suara manusia pada umum­nya sudah penuh dengan nafsu, penuh dengan keinginan mengejar senang, penuh dengan kedukaan, penuh dengan kemarah­an, kebencian! Kalau kita memasuki se­buah pasar yang penuh manusia, men­dengarkan suara, manusia dalam pasar i­tu, lalu membandingkannya dengan suara burung-burung dan binatang-binatang di dalam hutan, akan nampak perbedaan yang teramat besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak pernah dapat menikmati hidup, tidak pernah dapat menikmati sebuah tempat. Yang tinggal di kota ingin lari ke gunung, lari dari kebising­an dan menganggap bahwa keheningan akan lebih menyenangkan. Sebaliknya, kalau dia sudah tinggal di gunung, diapun masih akan menderita karena merasa kesepian dan ingin kembali ke kota! Ja­rang terdapat orang yang benar-benar dapat menikmati keindahan alam, dan kalaupun ada, hanya dapat dihitung dengan jari saja agaknya! Kita baru dapat menikmati keindahan alam apabila kita tidak membanding-bandingkan, apa­bila pikiran kita kosong, tidak dipenuhi ke­sibukan, apabila di dalam pikiran tidak terdapat gambaran tentang si aku dan tentang apa yang kusenangi dan tidak kusenangi. Keindahan dan kebahagiaan bukan berada di luar diri kita sendiri, keindahan dan kebahagiaan hanya ter­dapat pada jiwa yang bebas, bebas dari ikatan suka dan tidak suka yang men­jadi permainan pikiran, yaitu pencipta si aku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-108972085655005505?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108972085655005505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108972085655005505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/07/menikmati-hidup.html' title='Menikmati hidup'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-108972022294408602</id><published>2004-07-13T19:02:00.000+07:00</published><updated>2004-07-13T19:03:42.943+07:00</updated><title type='text'>Ambillah Waktumu</title><content type='html'>Ambillah waktu untuk berpikir &lt;br /&gt;Itu adalah sumber kekuatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambillah waktu untuk bermain &lt;br /&gt;Itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambillah waktu untuk membaca&lt;br /&gt;Itu adalah sumber kebijaksanaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambillah waktu untuk berdoa&lt;br /&gt;Itu adalah kekuatan terbesar di bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai&lt;br /&gt;Itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambillah waktu untuk bersahabat&lt;br /&gt;Itu adalah jalan menuju kebahagiaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambillah waktu untuk tertawa&lt;br /&gt;Itu adalah musik yang menggetarkan jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambillah waktu untuk memberi&lt;br /&gt;Itu adalah hari yang sangat singkat untuk kepentingan diri sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambillah waktu untuk bekerja&lt;br /&gt;Itu adalah nilai keberhasilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambillah waktu untuk beramal&lt;br /&gt;Itu adalah kunci menuju surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keheningan dan kejernihan, setelah menyelami pepatah tua di atas, waktu rupanya tidak hanya berfungsi sebagai jendela tempat lewatnya banyak sekali hal. Ia sekaligus sebuah sumber air yang amat luar biasa, tidak akan pernah habis, dan tersedia sama buat semua orang. Persoalalannya adalah, akankah kita menggunakannya atau membiarkannya hilang ditelan angin ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-108972022294408602?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108972022294408602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108972022294408602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/07/ambillah-waktumu.html' title='Ambillah Waktumu'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-108963994093389306</id><published>2004-07-12T20:45:00.000+07:00</published><updated>2004-07-12T20:47:51.973+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href='http://photos1.blogger.com/img/149/1283/1024/Snow_004.jpg'&gt;&lt;img border='0' style='border:1px solid #000000; margin:2px' src='http://photos1.blogger.com/img/149/1283/640/Snow_004.jpg'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;This is the main entrance of Hokkaido University during Winter&amp;nbsp;&lt;a href='http://www.hello.com/' target='ext'&gt;&lt;img src='http://photos1.blogger.com/pbh.gif' alt='Posted by Hello' border='0' style='border:0px;padding:0px;background:transparent;' align='absmiddle'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-108963994093389306?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108963994093389306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108963994093389306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/07/this-is-main-entrance-of-hokkaido.html' title=''/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-108962976581838217</id><published>2004-07-12T17:52:00.000+07:00</published><updated>2004-07-12T17:56:05.816+07:00</updated><title type='text'>Aku Menangis untuk Adikku 6 Kali </title><content type='html'>Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari &lt;br /&gt;demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka &lt;br /&gt;menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda &lt;br /&gt;dariku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di &lt;br /&gt;sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari &lt;br /&gt;laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku &lt;br /&gt;berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya. &lt;br /&gt;"Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu &lt;br /&gt;takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi &lt;br /&gt;Beliau mengatakan, "Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!" &lt;br /&gt;Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Tiba-tiba, adikku &lt;br /&gt;mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu &lt;br /&gt;marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan &lt;br /&gt;nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan &lt;br /&gt;memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan &lt;br /&gt;apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? ... Kamu layak &lt;br /&gt;dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh &lt;br /&gt;dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di &lt;br /&gt;pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. &lt;br /&gt;Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, "Kak, jangan &lt;br /&gt;menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian &lt;br /&gt;untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut &lt;br /&gt;masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang &lt;br /&gt;adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku &lt;br /&gt;berusia 11. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk &lt;br /&gt;ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk &lt;br /&gt;masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di &lt;br /&gt;halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya &lt;br /&gt;mendengarnya memberengut, "Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu &lt;br /&gt;baik...hasil yang begitu baik..." Ibu mengusap air matanya yang mengalir &lt;br /&gt;dan menghela nafas, "Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai &lt;br /&gt;keduanya sekaligus?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, &lt;br /&gt;"Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca &lt;br /&gt;banyak buku." Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada &lt;br /&gt;wajahnya. "Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? &lt;br /&gt;Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan &lt;br /&gt;menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!" Dan begitu kemudian ia &lt;br /&gt;mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan &lt;br /&gt;tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan &lt;br /&gt;berkata, "Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau &lt;br /&gt;tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini." Aku, &lt;br /&gt;sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan &lt;br /&gt;rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah &lt;br /&gt;mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik &lt;br /&gt;kertas di atas bantalku: "Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya &lt;br /&gt;akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan &lt;br /&gt;air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu,adikku berusia 17 &lt;br /&gt;tahun. Aku 20. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku &lt;br /&gt;hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, &lt;br /&gt;aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas). Suatu hari, aku &lt;br /&gt;sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, "Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan &lt;br /&gt;melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan &lt;br /&gt;pasir. Aku menanyakannya, "Mengapa kamu tidak bilang pada teman &lt;br /&gt;sekamarku kamu adalah adikku?" Dia menjawab, tersenyum, "Lihat bagaimana &lt;br /&gt;penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah &lt;br /&gt;adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu &lt;br /&gt;dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, "Aku tidak &lt;br /&gt;perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah &lt;br /&gt;adikku bagaimana pun penampilanmu..." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. &lt;br /&gt;Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua &lt;br /&gt;gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu." &lt;br /&gt;Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke &lt;br /&gt;dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah &lt;br /&gt;diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku &lt;br /&gt;menari seperti gadis kecil di depan ibuku. "Bu, ibu tidak perlu &lt;br /&gt;menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!" Tetapi &lt;br /&gt;katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk &lt;br /&gt;membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia &lt;br /&gt;terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, &lt;br /&gt;seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada &lt;br /&gt;lukanya dan mebalut lukanya. "Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya. &lt;br /&gt;"Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi &lt;br /&gt;konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu &lt;br /&gt;tidak menghentikanku bekerja dan..." Ditengah kalimat itu ia berhenti. &lt;br /&gt;Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras &lt;br /&gt;turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku &lt;br /&gt;mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi &lt;br /&gt;mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, &lt;br /&gt;mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, &lt;br /&gt;mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah &lt;br /&gt;di sini." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan &lt;br /&gt;pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku &lt;br /&gt;menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja &lt;br /&gt;reparasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, &lt;br /&gt;ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan &lt;br /&gt;aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya &lt;br /&gt;menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manajer? &lt;br /&gt;Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti &lt;br /&gt;ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak &lt;br /&gt;mau mendengar kami sebelumnya?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. &lt;br /&gt;"Pikirkan kakak ipar--ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak &lt;br /&gt;berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa &lt;br /&gt;yang akan dikirimkan?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang &lt;br /&gt;sepatah-sepatah: "Tapi kamu kurang pendidikan juga &lt;br /&gt;karena aku!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam tanganku. Tahun &lt;br /&gt;itu, ia berusia 26 dan aku 29. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang &lt;br /&gt;gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara &lt;br /&gt;perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati &lt;br /&gt;dan kasihi?" Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, "Kakakku." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan &lt;br /&gt;tidak dapat kuingat. "Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun &lt;br /&gt;yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk &lt;br /&gt;pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu &lt;br /&gt;dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia &lt;br /&gt;hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di &lt;br /&gt;rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai &lt;br /&gt;ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, &lt;br /&gt;selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya &lt;br /&gt;kepadaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, "Dalam hidupku, orang &lt;br /&gt;yang paling aku berterima kasih adalah adikku." Dan dalam kesempatan &lt;br /&gt;yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata &lt;br /&gt;bercucuran turun dari wajahku seperti sungai. &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-108962976581838217?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108962976581838217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108962976581838217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/07/aku-menangis-untuk-adikku-6-kali.html' title='Aku Menangis untuk Adikku 6 Kali '/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-108954588848054314</id><published>2004-07-11T18:36:00.000+07:00</published><updated>2004-07-11T18:38:08.480+07:00</updated><title type='text'>Top Ten Tips for Winning Scholarship Applications</title><content type='html'>Before you submit your scholarship application, check out these tips,&lt;br /&gt;provided by scholarship sponsors nationwide.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIP #1: Apply only if you are eligible.&lt;br /&gt;Read all the scholarship requirements and directions carefully and make sure&lt;br /&gt;you're eligible before you send in your application.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIP #2: Complete the application in full.&lt;br /&gt;If a question doesn't apply, note that on the application. Don't just leave&lt;br /&gt;a blank. Be sure to supply all additional supporting material, such as&lt;br /&gt;transcripts, letters of recommendation and essays.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIP #3: Follow directions.&lt;br /&gt;Provide everything that's required. But don't supply things that aren't&lt;br /&gt;requested-you could be disqualified.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIP #4: Neatness counts.&lt;br /&gt;Always type your application, or if you must print, do so neatly and&lt;br /&gt;legibly. Make a couple of photocopies of all the forms before you fill them&lt;br /&gt;out. Use the copies as working drafts as you develop your application&lt;br /&gt;packet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIP #5: Write an essay that makes a strong impression.&lt;br /&gt;The key to writing a strong essay is to be personal and specific. Include&lt;br /&gt;concrete details to make your experience come alive: the 'who,' 'what,'&lt;br /&gt;'where,' and 'when' of your topic. The simplest experience can be monumental&lt;br /&gt;if you present honestly how you were affected.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIP #6: Watch all deadlines.&lt;br /&gt;To help keep yourself on track, impose your own deadline that is at least&lt;br /&gt;two weeks prior to the official deadline. Use the buffer time to make sure&lt;br /&gt;everything is ready on time. Don't rely on extensions-very few scholarship&lt;br /&gt;providers allow them at all.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIP #7: Make sure your application gets where it needs to go.&lt;br /&gt;Put your name (and Social Security number, if applicable) on all pages of&lt;br /&gt;the application. Pieces of your application may get lost unless they are&lt;br /&gt;clearly identified.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIP #8: Keep a back-up file in case anything goes wrong.&lt;br /&gt;Before sending the application, make a copy of the entire packet. If your&lt;br /&gt;application goes astray, you'll be able to reproduce it quickly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIP #9: Give it a final 'once-over.'&lt;br /&gt;Proofread the entire application carefully. Be on the lookout for misspelled&lt;br /&gt;words or grammatical errors. Ask a friend, teacher or parent to proofread it&lt;br /&gt;as well.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tip #10: Ask for help if you need it.&lt;br /&gt;If you have problems with the application, don't hesitate to call the&lt;br /&gt;funding organization.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-108954588848054314?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108954588848054314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108954588848054314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/07/top-ten-tips-for-winning-scholarship.html' title='Top Ten Tips for Winning Scholarship Applications'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-108875781613128802</id><published>2004-07-02T15:42:00.000+07:00</published><updated>2004-07-02T15:43:36.130+07:00</updated><title type='text'>Pengalaman Yang Berguna Seumur Hidup</title><content type='html'>Ada seorang anak dari teman, sudah setengah tahun&lt;br /&gt;lulus Wisuda, tidak pergi mencari kerja, pagi tidur&lt;br /&gt;sampai siang, malam pergi main internet sampai tengah&lt;br /&gt;malam. Belakangan ini meminta uang kepada orang&lt;br /&gt;tuanya, mau pergi ke Amerika menuntut ilmu lebih dalam&lt;br /&gt;lagi. Teman ini bertanya kepada saya, mesti tidaknya&lt;br /&gt;dia membiarkan dia pergi. Saya menatap rambut yang&lt;br /&gt;banyak putihnya teman saya dalam dalam &amp; berkata:&lt;br /&gt;?Jika kamu berniat agar anak kamu baik nantinya,&lt;br /&gt;biarkan dia pergi, tapi jangan kasih dia uang.?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terpikir cerita keponakan saya. Dia adalah warga&lt;br /&gt;Amerika, dari kecil selalu berpikir mau jadi&lt;br /&gt;pengembara, ingin berkelana melihat lihat dunia luar,&lt;br /&gt;jadi ingin pergi berkeliling dunia, nanti setelah&lt;br /&gt;kembali mau melanjutkan sekolah di Universitas.&lt;br /&gt;Biarpun ayahnya seorang dokter, ekonomi keluarga&lt;br /&gt;memungkinkan, tetapi ayah ibunya tidak memberinya uang&lt;br /&gt;dan dia juga tidak memintanya dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah tamat SMA, maka dia segera pergi ke hutan&lt;br /&gt;Alaska untuk memotong kayu untuk menabung. Karena di&lt;br /&gt;Alaska saat musim panas siang hari sangat panjang,&lt;br /&gt;matahari baru terbenam kira kira tengah malam dan&lt;br /&gt;sebentar kemudian jam 3 subuh sudah terbit lagi. Jika&lt;br /&gt;dalam sehari dia bisa bekerja 16 jam, memotong kayu&lt;br /&gt;selama 1 musim, mak dia bisa menabung untuk keliling&lt;br /&gt;dunia selam 3 musim. Maka setelah keliling dunia 2&lt;br /&gt;tahun akhirnya kembali ke sekolah untuk meneruskan&lt;br /&gt;pelajaran di Universitas. Dan karena hal ini adalah&lt;br /&gt;dirinya sendiri yang memikirkan matang matang &amp; secara&lt;br /&gt;mendalam, maka jurusan pilihannya yang semestinya&lt;br /&gt;perlu 4 tahun untuk lulus, diselesaikannya dalam waktu&lt;br /&gt;3 tahun. Setelah itu mulai mencari pekerjaan. Karirnya&lt;br /&gt;cukup baik, bisa dibilang searah dengan arah angin,&lt;br /&gt;lancar naik terus sampai ke posisi Kepala Insinyur/&lt;br /&gt;Manajer Teknik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada suatu saat dia bercerita kepada saya dan&lt;br /&gt;mengatakan hal di bawah ini yang mempengaruhinya&lt;br /&gt;seumur hidup. Ketika dia bekerja paruh waktu di&lt;br /&gt;Alaska, pernah sekali dia dan temannya mendengar&lt;br /&gt;teriakan erangan serigala di atas gunung. Mereka&lt;br /&gt;sangat cemas dan mulai mencari cari, akhirnya&lt;br /&gt;menemukan seekor serigala betina terjerat jebakan dan&lt;br /&gt;sedang merintih kesakitan. Terus dia memperhatikan&lt;br /&gt;alat jebakan besi yang unik dan tahu bahwa itu adalah&lt;br /&gt;milik seorang Pak Tua. Pak Tua ini adalah amatiran,&lt;br /&gt;menggunakan waktu luangnya untuk menangkap binatang,&lt;br /&gt;kemudian menjual kulitnya untuk menambah kebutuhan&lt;br /&gt;dapurnya. Tetapi setahu mereka, si Bapak Tua tadi&lt;br /&gt;beberapa hari lalu karena serangan jantung telah&lt;br /&gt;diangkut pakai helicopter ke rumah sakit Ancrukhy&lt;br /&gt;untuk mendapatkan pertolongan dan dirawat sekarang.&lt;br /&gt;Dan serigala betina ini bakal mati kelaparan karena&lt;br /&gt;tidak diurus. Timbul keinginan dia melepaskan serigala&lt;br /&gt;betina itu tetapi serigala itu sangat ganas &amp; garang&lt;br /&gt;sehingga dia tidak dapat mendekat. Dia juga mengamati&lt;br /&gt;ada tetesan susu dari serigala betina ini dan ini&lt;br /&gt;menandakan bahwa di sarangnya pasti ada anak anak&lt;br /&gt;srigala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya dia &amp; temannya menghabiskan banyak sekali&lt;br /&gt;tenaga &amp; energi untuk mencari sarang srigala untuk&lt;br /&gt;kemudian menemukan 4 ekor anak serigala dan membawa&lt;br /&gt;mereka ke tempat serigala betina tadi untuk diberikan&lt;br /&gt;susu. Dengan demikian bisa menghindarkan mereka dari&lt;br /&gt;bahaya mati kelaparan. Dia mengeluarkan bekal makanan&lt;br /&gt;sendiri untuk diberikan ke serigala betina sebagai&lt;br /&gt;makanan &amp; mempertahankan hidupnya. Malam hari masih&lt;br /&gt;harus berkemah di sana dekat serigala betina untuk&lt;br /&gt;menjaga serigala &amp; keluarganya dari serangan binatang&lt;br /&gt;lain karena ibu serigalanya terjerat tidak bisa&lt;br /&gt;membela keamanan diri sendiri maupun anak anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini terus berlangsung sampai hari kelima, saat dia&lt;br /&gt;mau memberi makan serigala betina, tiba tiba dia&lt;br /&gt;memperhatikan serigala tadi mulai menggoyang goyangkan&lt;br /&gt;ekornya. Kemudian dia tahu kalau dia sudah mulai&lt;br /&gt;mendapatkan kepercayaan dari serigala betina ini.&lt;br /&gt;Akhirnya setelah berlalu 3 hari lagi, baru serigala&lt;br /&gt;betina mengizinkan dirinya didekati, membuka jeratan&lt;br /&gt;jebakan yang menjepitnya dan melepaskannya bebas&lt;br /&gt;kembali. Setelah bebas, serigala betina ini kemudian&lt;br /&gt;menjilat tangannya dan membiarkan dia memberikan obat&lt;br /&gt;luka di kakinya. Terakhir serigala betina ini membawa&lt;br /&gt;anak-anaknya pergi, dengan sesekali memutarbalikkan&lt;br /&gt;kepalanya melihat ke belakang ke arah dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia terduduk di atas batu dan berpikir, jika seorang&lt;br /&gt;manusia bisa membuat seekor binatang buas seperti&lt;br /&gt;serigala menjilat tangannya dan menjadi temannya,&lt;br /&gt;apakah bisa tidak mungkin seorang manusia membuat&lt;br /&gt;manusia lain meletakkan senjatanya &amp; berkawan? Dia&lt;br /&gt;bertekad di kemudian hari untuk berbuat baik &amp;&lt;br /&gt;menunjukkan ketulusan hati kepada orang lain, karena&lt;br /&gt;dari kasus ini dia mempelajari bahwa dia terlebih&lt;br /&gt;dahulu menunjukkan ketulusan hati, maka lawan pasti&lt;br /&gt;akan membalasnya dengan ketulusan juga. (Sambil&lt;br /&gt;bergurau dia berkata, jika demikian saja tidak bisa,&lt;br /&gt;maka kalah sama binatang.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya setelah masuk bekerja, di perusahaan dia&lt;br /&gt;berbaik hati kepada orang lain. Pertama tama selalu&lt;br /&gt;menganggap orang lain berniat baik, kemudian sendiri&lt;br /&gt;bersikap tulus, sering kali suka menolong orang lain,&lt;br /&gt;tidak berhati sempit &amp; mengingat kesalahan kesalahan&lt;br /&gt;kecil orang lain. Oleh karena ini setiap tahun dia&lt;br /&gt;selalu naik jabatan, promosinya cepat sekali. Yang&lt;br /&gt;paling penting adalah dia setiap hari melewati&lt;br /&gt;kehidupannya dengan sangat gembira, katanya orang yang&lt;br /&gt;membantu orang lain adalah lebih gembira dibandingkan&lt;br /&gt;dengan orang yang menerima bantuan. Biarpun dia tidak&lt;br /&gt;pernah tahu peribahasa tionghua bahwa [memberi lebih&lt;br /&gt;berkurnia kebajikan daripada menerima], tetapi dia&lt;br /&gt;telah menjalankan kehidupan yang demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berkata kepada saya bahwa dia selalu berterima&lt;br /&gt;kasih atas pengalaman dia di Alaska dulu, karena ini&lt;br /&gt;membuat dia menerima rejeki kebajikan yang tak habis&lt;br /&gt;habisnya seumur hidup ini. Dan ini benar sekali, hanya&lt;br /&gt;sesuatu hal yang kita mau, yang bisa kita hargai,&lt;br /&gt;strawberry yang sudah mendapatkan embun baru akan&lt;br /&gt;manis, manusia yang sudah diasah kesulitan baru&lt;br /&gt;menjadi dewasa dan matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada seseorang yang tamat Universitas dan tidak&lt;br /&gt;tahu mau bekerja apa, maka harus membiarkan dia pergi&lt;br /&gt;keluar untuk diasah oleh sang kehidupan, tidak perlu&lt;br /&gt;memberikan dia uang, biarkan dia mencari makan dengan&lt;br /&gt;tenaganya, berikan dia 1 kesempatan untuk membuktikan&lt;br /&gt;kekuatan dirinya &amp; mencicipi kehidupan, niscaya &amp;&lt;br /&gt;percaya dia pasti bisa mendapatkan sebuah pengalaman&lt;br /&gt;yang berguna seumur hidup.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-108875781613128802?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108875781613128802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108875781613128802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/07/pengalaman-yang-berguna-seumur-hidup_02.html' title='Pengalaman Yang Berguna Seumur Hidup'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-108867490832995995</id><published>2004-07-01T16:41:00.000+07:00</published><updated>2004-07-01T16:41:48.330+07:00</updated><title type='text'>Kisah Pohon Apel</title><content type='html'>Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.&lt;br /&gt;  Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya.&lt;br /&gt;  Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu.&lt;br /&gt;  Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Waktu terus berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.&lt;br /&gt;  Suatu hari ia mendatangi pohon apel.&lt;br /&gt;  Wajahnya tampak sedih. "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu.&lt;br /&gt;  "Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,"  jawab anak lelaki itu.&lt;br /&gt;  "Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak p unya uang untuk membelinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang, tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu."&lt;br /&gt;  Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita.&lt;br /&gt;  Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Suatu hari anak lelaki itu datang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pohon apel sangat senang melihatnya datang.&lt;br /&gt;  "Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  "Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu.&lt;br /&gt;  "Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?"&lt;br /&gt;  "Duh, maaf aku pu n tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu," kata pohon apel.&lt;br /&gt;  Kemudian anak lelaki itu menebang semua dah an dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.&lt;br /&gt;  Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi.&lt;br /&gt;  Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.&lt;br /&gt;  "Ayo bermain-main lagi deganku," kata pohon apel.&lt;br /&gt;  "Aku sedih," kata anak lelaki itu.&lt;br /&gt;  "Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"&lt;br /&gt;  "Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat k apal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah."&lt;br /&gt;  Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya.&lt;br /&gt;  Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;n bsp; Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  "Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu."&lt;br /&gt;  "Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu," jawab anak lelaki itu.&lt;br /&gt;  "Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,"  kata pohon apel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   "Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu.&lt;br /&gt;  "Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata p ohon apel itu sambil menitikkan air mata.&lt;br /&gt;  "Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki.&lt;br /&gt;  "Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu."&lt;br /&gt;  "Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Ma ri, marilah berbaring dipelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."&lt;br /&gt;  Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.&lt;br /&gt;  Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Ini adalah cerita tentang kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pohon apel itu adalah orang tua kita.Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.&lt;br /&gt;  Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.&lt;br /&gt;  Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia.&lt;br /&gt;  Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.&lt;br /&gt;  Sebarkan cerita ini untuk mencerahkan lebih banyak rekan.&lt;br /&gt;  Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita.&lt;br /&gt;  Sampaikan pada or ang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be more concerned with your character than your reputation,&lt;br /&gt;because your character is what you really are,&lt;br /&gt;while your reputation is merely what others think you are...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-108867490832995995?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108867490832995995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108867490832995995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/07/kisah-pohon-apel.html' title='Kisah Pohon Apel'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-108817021008214504</id><published>2004-06-25T20:26:00.000+07:00</published><updated>2004-06-25T20:30:10.083+07:00</updated><title type='text'>Marah</title><content type='html'>Dapatkah dendam, sakit hati, perasaan marah, kebencian, iri hati, keserakahan, rasa takut, dan sebagainya dapat lenyap dari batin, dengan jalan melarikan diri dari semua itu atau dengan jalan menekannya? Hal ini penting sekali bagi kita untuk menyelidikinya dan mempelajarinya karena dalam kehidupan kita setiap hari tentu ada saja satu di antara nafsu-nafsu itu muncul di dalam hati kita. Mungkinkah kita terbebas dari semua nafsu itu dengan daya upaya kita? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mana timbulnya nafsu-nafsu seperti dendam, kebencian, marah, iri, serakah, takut dan sebagainya itu? Semua itu timbul dari adanya pikiran yang membentuk si aku dengan keinginannya untuk mengejar kesenangan dan menjauhi kesusahan. Karena si aku ini merasa diganggu, dirugikan baik lahir maupun batin, maka timbullah kemarahan, kebencian dan sebagainya. Karena si aku ini ingin mengejar kesenangan, maka lahirlah keserakahan, iri hati dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah muncul kemarahan, dari pengalaman atau dari penuturan orang lain, si aku melihat bahwa kemarahan itu tidak akan menguntungkan. Maka timbullah keinginan lain lagi, yaitu keinginan untuk melenyapkan kemarahan! Jelas bahwa yang marah dan yang ingin bebas dari kemarahan itu masih yang itu-itu juga, masih si aku yang ingin senang karena ingin bebas dari kemarahan itupun pada hakekatnya hanya si aku ingin senang, menganggap bahwa bebas marah itu senang atau menyenangkan! Jadi, si marah adalah aku sendiri, dia yang ingin bebas marahpun aku sendiri. Bermacam daya upaya dilakukannya oleh kita untuk bebas dari kemarahan atau kebencian dan sebagainya. Ada yang melarikan diri dari kenyataan itu dengan cara menghibur diri, minum arak sampai mabuk, bersenang-senang sampai mabuk atau mengasingkan diri di tempat sunyi. Ada pula yang mempergunakan kekuatan kemauan untuk menghimpit dan menekan kemarahan yang timbul itu, pendeknya, segala macam daya upaya dilakukan orang untuk membebaskan diri daripada kenyataan, yaitu amarah itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana hasilnya? Memang nampaknya berhasil, nampak dari luar memang berhasil. Yang marah itu tidak marah lagi oleh penekanan kemauan atau oleh hiburan. Akan tetapi, tak mungkin melenyapkan penyakit dengan hanya menggosok-gosok agar nyerinya berkurang atau lenyap. Karena penyakitnya masih ada, maka rasa nyeri itupun tentu akan timbul kembali! Demikian pula dengan kemarahan, kebencian dan sebagainya. Memang dengan penekanan atau hiburan, kemarahan itu seolah-olah pada lahirnya sudah lenyap, api kemarahan itu seolah-olah sudah padam. Akan tetapi sesungguhnya tidaklah demikian! Api itu masih membara, seperti api dalam sekam, di luarnya tidak nampak bernyala namun di sebelah dalamnya membara masih ada dan sewaktu-waktu akan berkobar lagi. Karena itulah, tercipta lingkaran setan pada diri kita. Marah, disabarkan atau ditekan lagi, marah lagi, ditekan lagi dan seterusnya selama kita hidup! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita tidak hadapi secara langsung segala yang timbul itu? Di waktu timbul marah, timbul benci, timbul iri, timbul takut dan sebagainya. Mengapa, kita lari? Mengapa kita tidak menanggulanginya secara langsung, mengamatinya, menyelidiki dan mempelajarinya secara langsung? Mengapa kita tidak membuka mata dan waspada, penuh kesadaran akan semua itu? Kalau marah timbul dan kita membuka mata penuh kewaspdaan, mengamatinya tanpa ada akal bulus si aku yang ingin merubah, ingin sabar dan sebagainya seperti itu, kalau yang ada hanya kewaspdaan saja, pengamatan saja, maka apakah akan terjadi dengan kemarahan yang timbul itu? Cobalah! Segala pengertian itu tanpa guna kalau tidak disertai penghayatan! Pengertian berarti penghayatan! Tanpa penghayatan maka pengertian itu hanya menjadi pengetahuan kosong belaka, hanya akan menjadi teori-teori usang yang pantasnya hanya disimpan di lemari lapuk untuk hiasan belaka, tidak ada manfaatnya bagi kehidupan. Nah, kalau ada timbul marah, benci, takut dan sebagainya, kita hadapi dan kita buka mata mengamatinya dengan penuh perhatian, penuh kewaspadaan dan kesadaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarahan dan dendam timbul karena adanya sang pikiran, si aku yang tersinggung atau dirugikan. Kalau tidak ada si aku yang merasa dirugikan, apakah ada kemarahan itu? Hanya pengamatan dengan penuh kewaspadaan yang akan mendatangkan pengertian yang berarti penghayatan pula, melahirkan tanggapan-tanggapan spontan seketika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pengertian dari pengamatan ini yang akan meniadakan marah atau dendam. Dan tidak adanya marah atau dendam mendekatkan kita kepada kebebasan dan cinta kasih. Dan kalau sudah begitu tidak perlu lagi belajar sabar! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-108817021008214504?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108817021008214504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108817021008214504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/06/marah.html' title='Marah'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-108799247257368949</id><published>2004-06-23T19:03:00.000+07:00</published><updated>2004-06-23T19:07:52.573+07:00</updated><title type='text'>Contemplation</title><content type='html'>“Kata-kata bijasana tidak berbunga kata-kata berbunga tidak bijaksana, sang budiman tidak melawan yang melawan tidak budiman, sang arif bijaksana tidak terpelajar yang terpelajar tidak arif bijaksana!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kata-kata yang baik dan dapat di­percaya kebenarannya tidak bersifat membujuk dan merayu melainkan jujur dan sederhana, dan kata-kata yang membujuk dan merayu, yang halus memikat, sama sekali tak dapat dipercaya kebenarannya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang melawan itu adalah sebangsa orang kasar dan suka mempergunakan kekerasan, maka hidupnya akan penuh dengan pertentangan dan permusuhan, maka tentu saja orang begitu bukanlah seorang budiman, karena orang budiman tahu bahwa kekerasan hanya menimbulkan permusuhan dan kesengsaraan.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keadaan terpelajar berarti menyimpan pelajaran-pelajaran di dalam kepala dan mengandal­kan segala sesuatu yang dihafal belaka tidak membuat orang menjadi arif dan bijaksana. Keadaan tidak terpelajar berarti bebas dari pengetahuan, dan hanya orang yang batinnya kosong dari pengetahuan saja yang dapat mempelajari segala sesuatu yang baru dan karenanya arif bijaksana."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-108799247257368949?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108799247257368949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108799247257368949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/06/contemplation.html' title='Contemplation'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-108747369083112072</id><published>2004-06-17T19:00:00.000+07:00</published><updated>2004-06-17T19:01:30.830+07:00</updated><title type='text'>Nafsu Keinginan</title><content type='html'>Memang demikianlah kehidupan manu­sia di dunia ini. Seperti berputarnya bumi, seperti beredarnya matahari, se­bentar terang sebentar gelap. Hidup ini nampaknya seolah-olah begitu penuh de­ngan penderitaan, kekecewaan, penyesal­an, kesengsaraan yang tumpang-tindih. Ada kadang-kadang datang suka ria, akan tetapi hanya seperti selingan kilat di waktu hujan gelap saja. Manusia hidup seakan-akan dibayangi oleh duka nestapa selamanya. Semua hal yang dikejar-kejarnya mati-matian, dengan pengorbanan macam-macam, bahkan yang kadang-kadang dalam pengejaran itu tidak sungkan-sungkan untuk memperebutkan dengan orang lain, kalau perlu menjatuhkan orang lain, mencelakainya, bahkan membunuhnya, setelah terdapat ternyata tidaklah mendatangkan kebahagiaan seperti yang diharapkan atau dibayangkannya semula! Si miskin membayangkan bahwa kalau dia memiliki harta banyak, hidupnya akan menjadi bahagia. Namun si kaya tidak lagi merasakan kebahagiaan lewat hartanya! Rakyat kecil membayangkan bahwa kalau dia memiliki kedudukan tinggi, hidupnya akan menjadi bahagia. Namun para pembesar tidak lagi merasakan kebahagiaan lewat kedudukannya, bahkan sebaliknya, kebanyakan dari mereka menderita banyak kepusingan karena kedudukannya yang tinggi! Si orang awam ingin terkenal, akan tetapi mereka yang terkenal merasa terganggu hidupnya oleh ketenarannya! Demikianlah, manusia akan selalu sengsara dan tidak bahagia hidupnya selama dia diburu oleh keinginan untuk memperoleh sesuatu yang belum dimilikinya. Dan keinginan ini akan terus mengejarnya sampai liang kubur sekalipun, tak pernah terpuaskan karena keinginan itu merupakan penyakit yang akan terus mendorongnya mengejar sesuatu yang baru lagi. Kita selalu menginginkan yang baru, karena yang baru itu menarik dan kita anggap amat menyenangkan. Kita lupa sama sekali bahwa yang baru ini akan menjadi lapuk dan kita akan terus mencari yang lebih baru lagi! Menuruti keinginan takkan ada habisnya, dan tidaklah mungkin bagi kita untuk memiliki segala-galanya di alam mayapada ini. Hanya dia yang sudah tidak menginginkan apa-apa lagilah maka segala-galanya ini adalah untuknya! Atau dengan lain kata-kata, hanya orang yang sudah tidak menginginkan apa-apa lagilah maka dia itu benar-benar seorang kaya raya lahir batin! Tidak menginginkan apa-apa ini dalam arti kata tidak mengejar sesuatu yang tidak ada padanya, ti­dak menghendaki sesuatu yang tak ter­jangkau olehnya. Bukan berarti menolak segala sesuatu, bukan berarti acuh tak acuh, bukan berarti mandeg dan menjadi seperti patung hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-108747369083112072?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108747369083112072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108747369083112072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/06/nafsu-keinginan.html' title='Nafsu Keinginan'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-108739364201265371</id><published>2004-06-16T20:40:00.002+07:00</published><updated>2004-06-16T20:47:22.013+07:00</updated><title type='text'>Keinginan</title><content type='html'>Manusia sejak kecil telah terdidik untuk menjangkau yang lebih, yang dianggap lebih menyenangkan daripada apa yang sudah ada! Oleh karena inilah, semenjak kecil manusia tanpa disadari telah terdidik untuk tidak menghargai apa yang telah dimilikinya dan matanya selalu tertuju ke luar, kepada apa yang belum ada, yang belum dimilikinya. Selalu ingin lebih pandai, ingin lebih besar, ingin lebih tinggi, lebih kaya, lebih senang, lebih bahagia, dan segala yang “lebih” lagi. Semua keinginan ini menciptakan perasaan kurang puas dan tidak dapat menikmati apa yang ada, dan semua keinginan ini dihias dengan sebutan-sebutan indah seperti cita-cita, kemajuan dan sebagainya. Padahal, menginginkan sesuatu yang belum ada dan yang dimilikinya ini merupakan pangkal segala macam perbuatan jahat, korupsi, dan sebagainya, karena dorongan keinginan untuk memperoleh sesuatu yang belum dimilikinya itu membutakan mata batin sehingga tidak segan-segan lagi untuk melakukan pelanggaran apapun demi memperoleh yang diidam-idamkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenikmatan yang pernah dirasakan itu dikunyah-kunyah, terbayang semakin nikmat dan timbullah keinginan untuk mengalami kembali yang membuat kita mengejar-ngejar hal yang merupakan bayangan kesenangan hebat itu. Pikiran adalah sumber segala macam nafsu keinginan, hal ini dapat dilihat dengan jelas. Pikiran yang membayangkan kembali hal-hal yang lalu, mengenang kembali hal-hal yang menyenangkan, dan pikiran pula yang membayangkan hal-hal yang belum ada, dibayangkan sebagai sesuatu yang amat hebat dan nikmat dan menyenangkan. Pikiran menimbulkan nafsu-nafsu. Pikiran pula yang membanding-banding, menimbulkan perasan iri. Pikiran pula yang membayangkan hal-hal yang belum ada, hal-hal buruk yang mungkin menimpa kita, menimbulkan rasa takut. Dapatkah kita bebas daripada pikiran yang mengenang-ngenang itu? Bukan berarti kita tidak harus mempergunakan pikiran. Pikiran mutlak perlu bagi kehidupan kita akan tetapi pada tempatnya yang benar, dalam melakukan pekerjaan dan sebagainya. Namun, sekali kita membiarkan pikiran mengenang-ngenang, membanding-banding, memasuki hati, merajuk urusan batin, maka akan terjadilah kekacauan dan akan bangkitlah segala nafsu-nafsu yang menguasai semua tindakan kita. &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-108739364201265371?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108739364201265371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108739364201265371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/06/keinginan_108739364201265371.html' title='Keinginan'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-108739362241484763</id><published>2004-06-16T20:40:00.001+07:00</published><updated>2004-06-16T20:47:02.413+07:00</updated><title type='text'>Keinginan</title><content type='html'>Manusia sejak kecil telah terdidik untuk menjangkau yang lebih, yang dianggap lebih menyenangkan daripada apa yang sudah ada! Oleh karena inilah, semenjak kecil manusia tanpa disadari telah terdidik untuk tidak menghargai apa yang telah dimilikinya dan matanya selalu tertuju ke luar, kepada apa yang belum ada, yang belum dimilikinya. Selalu ingin lebih pandai, ingin lebih besar, ingin lebih tinggi, lebih kaya, lebih senang, lebih bahagia, dan segala yang “lebih” lagi. Semua keinginan ini menciptakan perasaan kurang puas dan tidak dapat menikmati apa yang ada, dan semua keinginan ini dihias dengan sebutan-sebutan indah seperti cita-cita, kemajuan dan sebagainya. Padahal, menginginkan sesuatu yang belum ada dan yang dimilikinya ini merupakan pangkal segala macam perbuatan jahat, korupsi, dan sebagainya, karena dorongan keinginan untuk memperoleh sesuatu yang belum dimilikinya itu membutakan mata batin sehingga tidak segan-segan lagi untuk melakukan pelanggaran apapun demi memperoleh yang diidam-idamkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-108739362241484763?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108739362241484763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108739362241484763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/06/keinginan_16.html' title='Keinginan'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-108739328658385750</id><published>2004-06-16T20:40:00.000+07:00</published><updated>2004-06-16T20:41:26.583+07:00</updated><title type='text'>Keinginan</title><content type='html'>Manusia sejak kecil telah terdidik untuk menjangkau yang lebih, yang dianggap lebih menyenangkan daripada apa yang sudah ada! Oleh karena inilah, semenjak kecil manusia tanpa disadari telah terdidik untuk tidak menghargai apa yang telah dimilikinya dan matanya selalu tertuju ke luar, kepada apa yang belum ada, yang belum dimilikinya. Selalu ingin lebih pandai, ingin lebih besar, ingin lebih tinggi, lebih kaya, lebih senang, lebih bahagia, dan segala yang “lebih” lagi. Semua keinginan ini menciptakan perasaan kurang puas dan tidak dapat menikmati apa yang ada, dan semua keinginan ini dihias dengan sebutan-sebutan indah seperti cita-cita, kemajuan dan sebagainya. Padahal, menginginkan sesuatu yang belum ada dan yang dimilikinya ini merupakan pangkal segala macam perbuatan jahat, korupsi, dan sebagainya, karena dorongan keinginan untuk memperoleh sesuatu yang belum dimilikinya itu membutakan mata batin sehingga tidak segan-segan lagi untuk melakukan pelanggaran apapun demi memperoleh yang diidam-idamkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-108739328658385750?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108739328658385750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108739328658385750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/06/keinginan.html' title='Keinginan'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-108730263474121653</id><published>2004-06-15T19:28:00.000+07:00</published><updated>2004-06-15T19:30:34.740+07:00</updated><title type='text'>Kemarahan </title><content type='html'>Sungguh patut disayangkan bahwa kita ini semenjak kecil biasanya hanya memperoleh petunjuk-petunjuk saja, bagaimana untuk dapat menjadi seorang yang baik, yang benar, yang sabar dan sebagainya. Seolah-olah kebaikan itu dapat dipelajari! Seolah-olah kebenaran itu mempunyai garis tertentu! Seolah-olah kesabaran itu dapat dibuat! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, kalau kita mendendam, kalau kita membenci, kalau kita marah, kita dinasihati untuk bersabar. Kita dinasihati untuk mengendalikan diri, mengendalikan kemarahan itu, menekannya dengan ke­sabaran, dengan mengingat bahwa ke­marahan itu tidak baik, kesabaran itu baik dan sebagainya. Kita diajar un­tuk menjauhi kemarahan, kebencian dan lain-lain itu seperti menjauhi penyakit, dan kita dipaksa untuk berpaling kepada kesabaran, cinta kasih antara sesama, kebaikan dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini membuat kita seperti sekarang ini, penuh dengan teori-teori tentang kebajikan, ke­baikan, teori-teori kosong yang sama sekali tidak kita hayati dalam kehidupan, karena penghayatan dalam kehidupan melalui teori-teori ini hanya merupakan peniruan belaka, dan setiap bentuk peniruan tentu mendatangkan kepalsuan dalam tindak­an itu karena di balik itu sudah pasti mengandung pamrih. Sejak kecil kita diajarkan untuk menjadi orang baik se­hingga kita selalu ingin disebut baik, kita mempunyai anggapan baik itu searah dengan senang, atau baik itu mendatang­kan senang di hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka “perbuatan baik” yang kita lakukan itu, jika kita mau membuka mata mengenal diri sen­diri, bukan lain hanyalah merupakan suatu daya upaya atau jembatan bagi kita un­tuk memperoleh hasil yang menyenangkan itu tadi saja. Hasil yang dianggap akan mendatangkan kesenangan dari perbuatan baik, dan hasil yang menyenangkan itu bisa saja berupa kesenangan bagi lahir maupun batin. Mungkin bersembunyi di bawah sadar, namun karena pendidikan budi pekerti yang diberikan kepada kita semenjak kecil, maka kita selalu berbuat baik dengan harapan agar memperoleh buah dari perbuatan itu yang tentu saja akan menguntungkan atau menyenangkan kita lahir batin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa saja kita menyangkal bahwa hal ini tidak benar, akan tetapi setiap per­buatan yang kita anggap sebagai perbuat­an kebaikan, yang kita lakukan dengan unsur kesengajaan untuk berbuat baik, sudah pasti mengandung pamrih, biar pamrih itu bersembunyi di bawah sadar sekalipun! Maka, yang penting adalah mengenal apakah perbuatan tidak baik itu! Kita tahu dan mengenal tindakan-tindakan palsu dan tidak baik itu, kita mengenal dan sudah mengalami betapa nafsu-nafsu seperti marah, benci, dendam, iri, sera­kah itu mendatangkan hal-hal yang amat buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat terbebas daripada dendam, bukanlah hanya sekedar belajar sabar! Memang, dengan kesabaran atau mengendalian diri, kemarahan dapat saja berhenti, nampaknya lenyap dan padam, akan tetapi sesungguhnya, api kemarahan itu masih belum padam, hanya tertutup oleh kesabaran yang dipaksakan menurut ajaran-ajaran itu tadi. Seperti api dalam sekam. Sekali waktu api itu akan berkobar lagi, mungkin lebih hebat, untuk dikendalikan dan ditutup lagi oleh kesabaran, dan lain kali berkobar lagi, ditutup lagi, maka kita pun terseret ke dalam lingkaran setan seperti keadaan hidup kita sekarang ini! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita harus lari dari kenyataan kalau sekali waktu amarah atau benci datang? Mengapa kita harus menyembunyikan diri ke balik pelajaran kesabaran untuk melarikan diri dari kemarahan? Mengapa kita tidak berani menghadapi kenyataan itu bahwa kita marah? Mari kita mencoba untuk menghadapinya, setiap kali kemarahan timbul, setiap kali kebencian, iri hati, dan sebagainya datang ke dalam batin kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hadapi semua itu, kita amati, kita pandang, kita pelajari tanpa melarikan diri, tanpa ingin sabar, ingin baik dan sebagainya lagi! Dengan pengamatan ini, dengan kewaspadaan ini, dengan perhatian ini, maka kita akan awas, dan sadar, kita akan melihat bahwa kemarahan dan kita tidaklah berbeda, maka tidaklah mungkin melarikan diri dari kemarahan yang sesungguhnya adalah diri kita sendiri, pikiran kita sendiri, si aku itu sendiri. Kita hadapi saja, amati saja, pandang saja, dan akan terjadilah sesuatu yang luar biasa, yang tak dapat diteorikan, hanya dapat dihayati, dilakukan pada saat semua itu timbul! &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-108730263474121653?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108730263474121653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108730263474121653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/06/kemarahan.html' title='Kemarahan '/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-108721675253957380</id><published>2004-06-14T19:38:00.000+07:00</published><updated>2004-06-14T19:39:12.540+07:00</updated><title type='text'>Bentuk-bentuk Pikiran</title><content type='html'>Segala keadaan kita adalah hasil dari apa yang telah kita pikirkan didasarkan atas pilihan kita dan dibentuk oleh pikiran kita &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang bicara atau berbuat dengan pikiran jahat, penderitaan akan mengikutinya, seperti roda gerobak mengikuti jejak kaki lembu yang menariknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang bicara atau berbuat dengan pikiran murni kebahagiaan akan mengikutinya, seperti bayang-bayang yang tak pernah meninggalkannya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mencaci maki saya, memukul saya, mengalahkan saya, merampok saya, yang menyimpan pikiran ini, kebencian takkan berakhir, yang tidak menyimpan pikiran ini, dendam kebencian akan berakhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kebencian tak dapat dipadamkan oleh kebencian, kebencian hanya musnah oleh cinta kasih inilah suatu aturan yang abadi...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-108721675253957380?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108721675253957380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108721675253957380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/06/bentuk-bentuk-pikiran.html' title='Bentuk-bentuk Pikiran'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-108721658782153394</id><published>2004-06-14T19:35:00.000+07:00</published><updated>2004-06-14T19:36:27.820+07:00</updated><title type='text'>Nafsu dan Kebencian</title><content type='html'>“Tiada yang lebih panas daripada nafsu tiada yang lebih ganas daripada kebencian &lt;br /&gt;tiada yang lebih menjerat daripada kebodohan tiada yang lebih menghanyutkan daripada keserakahan, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan orang lain mudah nampak kesalahan diri sendiri sukar terlihat orang menyaring kesalahan orang lain seperti menampi dedak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun kesalahannya sendiri disembunyikannya seperti penipu menyembunyikan dadu lemparannya terhadap penjudi lainnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6671089-108721658782153394?l=hadiyonojaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108721658782153394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6671089/posts/default/108721658782153394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadiyonojaqin.blogspot.com/2004/06/nafsu-dan-kebencian.html' title='Nafsu dan Kebencian'/><author><name>Hadiyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6671089.post-108696113102347507</id><published>2004-06-11T20:37:00.000+07:00</published><updated>2004-06-11T20:38:51.023+07:00</updated><title type='text'>Lingkaran Kehidupan</title><content type='html'>Kematian merupakan suatu peristiwa yang nyata, suatu fakta yang tak dapat dirubah oleh siapapun, suatu hal yang akan menimpa setiap manusia di dunia ini. Oleh karena peristiwa kematian akan menimpa semua orang, tak peduli dia itu kaisar maupun pengemis, tak peduli dia itu pendeta maupun penjahat, maka kita semua tahu bahwa kematian merupakan hal yang wajar. Akan tetapi, mengapa dalam setiap peristiwa kematian selalu menimbulkan duka? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duka itu timbul dari perpisahan, dan setiap perpisahan terasa menyakitkan bilamana di situ terdapat ikatan batin. Ikatan ini tercipta oleh kesenangan atau sesuatu yang kita anggap menyenangkan, yang enak, sehingga kita tidak ingin terlepas lagi dari yang menyenangkan itu, seperti juga kita tidak ingin dekat dengan yang tidak menyenangkan. Dan sekali waktu yang menyenangkan itu direnggut dari kita, seperti peristiwa kematian, maka kita akan merasa nyeri. Yang menyenangkan itu telah berakar di dalam hati, maka apabila direnggut oleh kematian, hati kita akan terobek dan menjadi perih. Sebagian besar daripada ratap tangis yang ditumpahkan orang dalam peristiwa kematian, adalah ratap tangis karena iba diri, karena perasaan duka ditinggalkan orang yang mendatangkan kesenangan dalam hati kita. Di mulut kita mengatakan kasihan kepada si mati, namun sesungguhnya di lubuk hati, yang ada hanya rasa kasihan kepada diri kita sendiri yang ditinggalkan, yang kehilangan sesuatu atau rasa senang di hati. Itulah sebabnya mengapa di dalam setiap peristiwa kematian timbul duka cita dan ratap tangis, bukan untuk si mati melainkan karena rasa iba diri dari yang hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian terjadi setiap saat, menimpa siapapun juga. Bahaya yang dapat menimbulkan kematian berada di sekeliling kita dan setiap saat dapat merenggut nyawa kita, melalui kuman-kuman penyakit, melalui kecelakaan, kekerasan dan sebagainya. Mati hanyalah rangkaian dari hidup seperti juga hidup merupakan rangkaian dari mati. Tidak ada kehidupan tanpa ada kematian dan tidak akan ada kematian tanpa kehidupan. Mati yang terjadi sebagai rangkalan dari hidup adalah suatu proses yang wajar, suatu peristiwa yang sudah semestinya seperti tenggelamnya matahari di senja hari untuk muncul kembali di pagi hari berikutnya. Akan tetapi, kebanyakan dari kita me­rasa takut akan kematian! Kematian terasa sedemikian mengerikan, menakut­kan, penuh rahasia. Mengapa kita merasa ngeri dan takut menghadapi kematian yang pada suatu saat sudah pasti akan datang kepada kita itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kita tidak mengenalnya! Karena kita tidak tahu apa akan jadinya dengan kita! Karena kita terikat kuat-kuat kepada segala yang menyenangkan dan yang enak-enak di dunia kehidupan ini. Karena kita tidak rela berpisah dari segala yang menyenangkan itu dan kita enggan memasuki sesuatu yang belum kita ketahui benar apakah akan men­datangkan nikmat atau derita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian adalah terputusnya semua ikatan kita dengan kehidupan di dunia. Semakin erat kita terikat secara batinlah kepada hal-hal
